Konduksi

Jika kita bicara tentang konduksi maka kita akan mulai berbicara tentang aktivitas molekul. Konduksi bisa dikatakan sebagai transfer energi dari partikel yang mempunyai energi lebih besar ke yang berenergi lebih kecil, dalam hal ini melalui interaksi antar partikel.

Proses fisisnya bisa dijelaskan pada contoh partikel gas. Partikel yang ada memiliki perbedaan temperatur. Terdapat partikel yang bertemperatur lebih tinggi dibanding partikel yang lain. Energi dalam hal ini berhubungan dengan pergerakan transisi molekular acak, vibrasi dan rotasi internal molekul.

Temperatur yang lebih tinggi diasosiasikan dengan energi molekular yang lebih tinggi. Dengan asumsi temperatur temperatur ini terjaga, maka akan terjadi transfer energi dari partikel berenergi lebih tinggi ini ke partikel tetangganya yang berenergi lebih rendah. Jika direpresentasikan sebagai adanya perbedaan temperatur maka arah perpindahan panas terjadi akan searah dengan arah penurunan derajat temperatur.

Pada partikel gas akan terjadi random motion. Tentu dengan tendensi pergerakan partikelnya akan menuju arah penurunan derajat temperatur. Dan kita dapat mengatakan transfer energi oleh pergerakan partikel acak ini sebagai difusi energi.

Situasi yang sama dapat terjadi juga pada partikel liquid dan solid. Pada liquid, jarak antar partikelnya lebih dekat sehingga menyebabkan interaksi antar partikelnya dapat lebih intens dan kuat. Pada solid peristiwa ini akan jauh lebih kuat.

Pada solid konduksi adalah aktivitas atomik dalam bentuk vibrasi lattice. Konduksi sebagai transfer energi pada lattice waves ini akan menyebabkan pergerakan atomik. Ini terjadi pada bahan-bahan non konduktif. Namun pada bahan konduktif, perpindahan elektron bebas mempengaruhi perpindahan panasnya.

Contoh konduksi sebenarnya ada banyak dan sering kita temui. Apakah kamu pernah merasakan panas pada sendok logam yang dicelupkan sebagian pada teh panas. Padahal sebelumnya suhunya tidak panas dan juga dingin / suhu kamar. Atau contoh lebih ekstrem pada rumah-rumah orang-orang luar negeri yang menggunakan heater. Pada sisi ruangan dalam rumah temperatur begitu hangat sedang pada sisi luar rumah udara dapat bersuhu di bawah nol derajat Celcius. Konduksi terjadi pada dinding pemisah antara keduanya.

Heat flux pada proses konduksi dapat diperoleh melalui Fourier’s law. Dan sepertinya sudah sedikit banyak kita tahu saat di SMA.

q” = -k (dT / dx)

di mana q” adalah heat flux, k adalah property transfer yang kita kenal dengan konduktivitas termal dan dT / dx adalah gradien temperatur.

About these ads

3 Responses

  1. good job *

  2. Butuh cotoh nya jadi ini kurang lengkap

    • Sebenarnya sudah ada contoh di konten posting saya. Mungkin saudara bisa membantu saya menambahkan contoh yang lain. Terima kasih atas komentarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: