<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ardi's Weblog</title>
	<atom:link href="http://noerpamoengkas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com</link>
	<description>Satu Cahaya di Taman Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2009 15:42:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='noerpamoengkas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9b61786da222e9a2738bffe02c5ca68c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ardi's Weblog</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Cinta (jilid 3)</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/11/07/cinta-jilid-3/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/11/07/cinta-jilid-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 15:42:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[Kesejatian Cinta
Ikhlas adalah kebutuhan bagi seorang pengemban cinta. Manakala mimpi tak berubah nyata, idealisme berseberangan dengan realita, dan cinta tak terungkap lewat sepatah pun kata, memaksa sang pecinta untuk meredam gejolak jiwa. Sehingga ledakan-ledakan energi cinta terpendam dalam. Tak tercurahkan. Dan pada akhirnya bercabang pada dua pilihan jalan, menyimpan cintanya untuk menyatakan di kemudian hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=420&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kesejatian Cinta</p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;">I</span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;">khlas adalah kebutuhan bagi seorang pengemban cinta. Manakala mimpi tak berubah nyata, idealisme berseberangan dengan realita, dan cinta tak terungkap lewat sepatah pun kata, memaksa sang pecinta untuk meredam gejolak jiwa. Sehingga ledakan-ledakan energi cinta terpendam dalam. Tak tercurahkan. Dan pada akhirnya bercabang pada dua pilihan jalan, menyimpan cintanya untuk menyatakan di kemudian hari atau menghilangkan perasaan itu sama sekali. Keduanya membutuhkan keikhlasan, namun dibedakan oleh besarnya pengorbanan. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;">Jalan yang </span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;">pertama masih mengijinkan sang pecinta untuk berharap. Ia tetap hidup diselimuti kehangatan mentari cinta. Sembari menunggu momen yang tepat, sang pecinta menyempurnakan potongan-potongan hidupnya. Menatanya dalam bingkai indah fragmen kehidupan. Menanti kedatangan potongan terakhir sebagai penyempurna yang paripurna.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;">Sedangkan jalan yang kedua menuntut pengorbanan yang lebih besar. Sang pecinta harus sungguh-sungguh merobohkan istana impiannya, memangkas pohon keegoisannya, serta mengubur hasrat hidup bersama dengan sang kekasih. Mungkin ia merasa tak bisa merengkuh kebahagiaan sejati. Tak mustahil juga ia kehilangan gairah untuk melanjutkan episode kehidupannya. Karena energi yang membuatnya bersemangat, dan sosok yang senantiasa diimpikan  harus ia relakan kepergiannya.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span id="more-420"></span>Akan tetapi,</span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"> ada pengorbanan yang lebih besar. Pengorbanan yang tidak semua orang mampu melakukan. Hanya segelintir, karena memang tidak banyak. Mereka bukan hanya mampu merelakan sang kekasih hati tak menjadi miliknya, bahkan mengambil energi yang lebih besar dari perpisahan itu. Umar bin Abdul ‘Aziz pernah memberikan teladan menghadapi lika-liku kehidupan ini. Suatu ketika ia mengalami kondisi fisik yang anjlok karena kegigihannya menjalankan amanah kekhalifahan. Di saat itu, Fatimah datang dengan membawa hadiah untuk menghibur suaminya. Dan betapa bergejolak perasaan sang Khalifah, saat istrinya menghadiahkan seorang gadis untuk dinikahinya. Bukan sembarang gadis, namun gadis yang di masa lalu ia cintai. Namun tak pernah diijinkan sang istri untuk dinikahi, beralasan cinta dan cemburu. Kini perasaan yang dahulu membakar jiwanya, hadir kembali. Memenuhi ruang-ruang dalam hatinya. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;">Jik</span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;">a saja sang Khalifah menikahinya, itu bukanlah suatu hal yang sulit. Toh sang istri sendiri yang menawarkan. Akan tetapi ia mengambil keputusan kontroversial. Ia nikahkan sang gadis dengan pemuda lain. Maka ketika sang gadis bertanya padanya, “Bukankah dulu kau sangat mencintaiku? Apakah telah hilang perasaan itu darimu ?” Dengan menahan keharuan sang Khalifah berkata, “Cinta itu masih ada, bahkan kini rasanya jauh lebih dalam!” Umar telah memilih cinta yang lain. Cinta yang lebih dari sekedar keinginan untuk memiliki. Cinta yang ingin melihat sang kekasih bahagia, dan tidak mengkhianati Sang Pemilik Cinta. </span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;">Hingga pada akhirnya, mengikhlaskannya adalah buah kesejatian cinta.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;">Writer : Bilal Ahmadi</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;">Editor : Ardi Noerpamoengkas</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;">Published at Al-Uswah Buletin, Ardi`s Weblog.</span></p>
Posted in Kisah, Renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/420/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=420&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/11/07/cinta-jilid-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Widget Facebook di WordPress</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/18/widget-facebook-di-wordpress/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/18/widget-facebook-di-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 02:23:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[
Ada masalah ketika ingin memberikan widget facebook pada sidebar wordpress. Script lama tidak memadai untuk tampilan facebook terbaru. Kini facebook memiliki script badge profile terbaru. Sedang script terbaru perlu modifikasi khusus sebelum dapat digunakan di wordpress. Cara memasang badge profile facebook pada sidebar wordpress cukup mudah.
 1. Login ke Facebook
Sebelum mendapatkan script badge profile, login [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=416&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;">Ada masalah ketika ingin memberikan widget facebook pada sidebar wordpress. Script lama tidak memadai untuk tampilan facebook terbaru. Kini facebook memiliki script badge profile terbaru. Sedang script terbaru perlu modifikasi khusus sebelum dapat digunakan di wordpress. Cara memasang badge profile facebook pada sidebar wordpress cukup mudah.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID"><span id="more-416"></span> 1. Login ke Facebook</p>
<p style="margin-bottom:0;">Sebelum mendapatkan <em>script badge profile</em>, <em>login</em> ke facebook. Dan buka <em>profile</em> anda.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">2. Klik “<em>Create a Profile Badge</em>”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/09/11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-411" title="1" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/09/11.jpg?w=300&#038;h=187" alt="1" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;">Setelah membuka profile facebook, cari lalu klik “<em>Create a Profile Badge</em>”.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;">3. Edit <em>Profile Badge</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/09/4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-412" title="4" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/09/4.jpg?w=300&#038;h=187" alt="4" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;">Edit <em>profile badge</em> sesuai dengan yang anda inginkan. Kemudian klik “<em>Save</em>”.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">4. Mendapatkan script</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/09/5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-413" title="5" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/09/5.jpg?w=300&#038;h=187" alt="5" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;">Dapatkan script untuk wordpress dengan klik “<em>Other</em>”. Copy lalu paste ke widget text di wordpress.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">5. Modifikasi script</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/09/71.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-417" title="7" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/09/71.jpg?w=300&#038;h=225" alt="7" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;">Script yang kita dapatkan sebelumnya masih belum bisa digunakan untuk wordpress, jadi perlu modifikasi lagi. Pertama, hilangkan bagian script berikut:</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;"><em>&lt;!– Facebook Badge START –&gt;&lt;a href=”http://id-id.facebook.com/nama anda” title=”nama anda” target=”_TOP” style=”font-family:&amp;quot;font-size:11px;font-variant:normal;font-style:normal;font-weight:normal;color:#3B5998;text-decoration:none;”&gt;Nama Anda&lt;/a&gt;&lt;br&gt;</em></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;"><em>&lt;a href=”http://id-id.facebook.com/facebook-widgets/” title=”Make your own badge!” target=”_TOP” style=”font-family:&amp;quot;font-size:11px;font-variant:normal;font-style:normal;font-weight:normal;color:#3B5998;text-decoration:none;”&gt;Buat Lencana Anda&lt;/a&gt;&lt;!– Facebook Badge END –&gt;</em></p>
<p style="margin-bottom:0;">Kedua, edit script yang tersisa <em><span style="font-style:normal;">(menghilangkan “</span></em><em><span style="color:#ff0000;">badge.</span></em><em><span style="font-style:normal;">”)</span></em> dari awalnya…</p>
<p style="margin-bottom:0;"><em>&lt;a href=”http://id-id.facebook.com/nama anda” title=”nama anda” target=”_TOP”&gt;&lt;img src=”</em><em><span style="color:#ff0000;">http://badge.facebook.com/badge/nama file anda.png</span></em><em>” width=”120″ height=”84″ style=”border: 0px;” /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;</em></p>
<p style="margin-bottom:0;"><em><span style="font-style:normal;">menjadi… </span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;"><em>&lt;a href=”http://id-id.facebook.com/nama anda” title=”nama anda” target=”_TOP”&gt;&lt;img src=”</em><em><span style="color:#ff0000;">http://facebook.com/badge/nama file anda.png</span></em><em>” width=”120″ height=”84″ style=”border: 0px;” /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;</em></p>
<p style="margin-bottom:0;">setelah itu klik “<em>save</em>” pada widget text editing pada wordpress. Lalu kunjungi dan lihat sidebar blog wordpress anda.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">Selamat mencoba….</p>
Posted in Kegiatan, Masyarakat  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=416&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/18/widget-facebook-di-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/09/11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/09/4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/09/5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/09/71.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Noise and Vibration</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/noise-and-vibration/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/noise-and-vibration/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 16:02:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Mechanical Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Sistem teknik mengandung massa dan elastisitas yang mampu bergerak secara relatif. Apabila gerakan sistem seperti itu berulang sendiri dalam interval waktu tertentu maka gerakan itu dikenal sebagai getaran (vibration). Pada umumnya, getaran merupakan bentuk energi sisa dan pada berbagai kasus tidak diinginkan. Khususnya hal ini benar pada mesin-mesin, karena getaran menimbulkan bunyi, merusak bagian mesin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=407&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Sistem teknik mengandung massa dan elastisitas yang mampu bergerak secara relatif. Apabila gerakan sistem seperti itu berulang sendiri dalam interval waktu tertentu maka gerakan itu dikenal sebagai getaran (</span><span lang="id-ID"><em>vibration</em></span><span lang="id-ID">). Pada umumnya, getaran merupakan bentuk energi sisa dan pada berbagai kasus tidak diinginkan. Khususnya hal ini benar pada mesin-mesin, karena getaran menimbulkan bunyi, merusak bagian mesin dan memindahkan gaya yang tidak diinginkan dan menggerakkan benda yang didekatnya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Setiap benda memiliki frekuensi natural yang jumlahnya tak berhingga. Begitu juga dengan poros memiliki frekuensi natural yang jumlahnya tak berhingga. Apabila poros ini diputar pada tiap frekuensi naturalnya maka poros akan mencapai putaran kritis. Pada putaran kritis defleksi poros mencapai maksimum. Putaran kritis ini akan menyebabkan kerusakan pada mesin, sehingga perlu dilakukan pencegahan terhadap kerusakan. Karena itu sangatlah penting untuk mengetahui nilai putaran kritis dari suatu poros. Tinggi rendahnya nilai dari putaran kritis poros yang berputar dipengaruhi oleh banyak variabel. Panjang bentangan poros, diameter poros, bahan poros, besar dan letak pembebanan merupakan merupakan variabel yang mempengaruhi nilai putaran kritis.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Frekuensi yang ditransmisikan dalam bentuk gelombang suara apabila intensitasnya berlebih akan menimbulkan kebisingan yang sangat mengganggu lingkungan khususnya manusia. Hal ini akan mempengaruhi stabilitas emosional dan kesehatan  karena kebisingan yang ditimbulkan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Untuk lebih memahami fenomena ini maka diperlukan adanya suatu pembelajaran sehingga diperoleh pola pikir yang dapat digunakan sebagai acuan dalam meminimalkan efek-efek yang merugikan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID"><strong><span id="more-407"></span>Fenomena Getaran</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Getaran umumnya terjadi karena adanya efek-efek dinamis dari toleransi pembuatan, perenggangan, kontak-kontak berputar dan bergesek antara bagian serta gaya-gaya yang menimbulkan ketidaksetimbangan pada bagian yang turun naik. Secara umum alat penangkap untuk pengukur getaran adalah </span><span lang="id-ID"><em>accelerometer piezzoelectric</em></span><span lang="id-ID">, karena alat ini mempunyai daerah frekuensi dan daerah dinamik yang sangat lebar, serta linier pada seluruh daerah tersebut. Pada penggunaannya alat ini dirangkai dengan peralatan </span><span lang="id-ID"><em>sound level meter</em></span><span lang="id-ID">. Alat ini bermanfaat sebagai indikator mesin dalam pengukuran kebisingan, pemeriksaan kualitas dan pengembangan dalam industri.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID"><em>Impulse Precision Sound Level Meter</em></span><span lang="id-ID"> type 2209 berfungsi untuk menganalisa suara dan getaran melalui indikator yang dikalibrasikan dengan jarum penunjuk dan bekerja secara self operated. Meter response dapat diatur pada standard lambat, cepat, dan waktu impuls konstan juga dapat untuk menunjukkan nilai puncak mutlak dari sinyal yang diukur. Ketelitian yang dihasilkan dapat untuk meraba sinyal dengan faktor puncak sebesar 40 </span><span style="font-family:Symbol,serif;"><span lang="id-ID"></span></span><span lang="id-ID">m. Mode puncak memberikan pengukuran yang obyektif dari sinyal puncak sebesar 20 </span><span style="font-family:Symbol,serif;"><span lang="id-ID"></span></span><span lang="id-ID">m. Kedua hal tersebut penting untuk menghitung efek yang merugikan dari noise yang impulsif dan kejutan vibrasi. Indikator beban lebih (dalam input dan output amplifier) memberikan peringatan tentang tingkat sinyal yang terlampaui. Alat ini dilengkapi dengan input dan output socket untuk menghubungkan dengan filter luar yang memberikan analisa frekuensi.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Pada AC dan DC output terdapat fasilitas untuk dihubungkan dengan headphone, level recorder, tape recorder, dll. Alat ini bekerja dengan tiga baterai standar dan beroperasi selama 8 jam terus menerus.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Instrumen ini dapat berfungsi sebagai vibrasi meter bila mikrofon dihubungkan dengan input adaptor JJ 2614 dan salah satu akselerometer B&amp;K. Pembacaan pengukuran diberikan oleh skala meter dan perubah skala yang dikalibrasikan untuk melindungi kepekaan dari akselerometer yang disesuaikan dengan skala kalibrasi dB untuk pengukuran sound level. Sepuluh macam perubah skala dapat dibaca langsung untuk penggunaan sebagai sound level meter, vibrasi meter dan voltmeter.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Jika dibutuhkan kecepatan vibrasi dan perpindahannya, dapat diukur dengan penambahan untuk akselerasi dengan integrator ZR 0020 disusun di antara akselerometer dan sound level meter.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID"><strong>Akselerometer</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Instrumen ini berfungsi sebagai alat penangkap getaran (detector transducer stage) dalam rangkaian Impulse Precision Sound Level Meter yang memberikan karakteristik keseluruhan yang cukup baik. Alat ini mempunyai daerah frekuensi dan daerah dinamik yang sangat lebar dan linier serta stabil untuk kurun waktu yang lama.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Akselerometer ini adalah tipe alat penangkap yang menghasilkan daya sendiri (tidak memerlukan catu daya dari luar). Tidak satupun bagian yang bergerak dapat menjadi aus dan output percepatannya yang proporsional dapat diintegrasikan untuk menghasilkan sinyal-sinyal kecepatan dan perpindahan yang sebanding juga.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Jantung sebuah akselerometer adalah sekeping bahan piezzoelektrik, berupa keramik ferro elektrik yang dipolarisasikan secara buatan dan menghasilkan efek piezoelektrik yang unik. Jika ditekan/ditarik  secara mekanis keping ini menghasilkan muatan listrik diantara bidang-bidangnya yang berbanding lurus dengan gaya yang diberikan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Akselerometer ini tidak memberikan keluaran untuk percepatan konstan karena karakteristik dasar dari transduser geraknya. Tetapi alat ini memberi sinyal keluaran yang besar, ukurannya kecil dan dapat memiliki frekuensi natural yang tinggi yang diperlukan untuk pengukuran goncangan secara teliti.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID"><strong>Sound Level Meter</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Sound level meter pada rangkaian ini berfungsi sebagai intermediate stage yang memodifikasi kelua</span><span lang="id-ID">ran dari detector transduser stage (akselerometer) menjadi sinyal-sinyal yang dapat diterima oleh terminating stage. Sinyal keluaran dari akselerometer adalah berupa sinyal amplitude dan daya. Sinyal ini dirubah atau diperbesar sehingga menjadi sinyal searah DC yang sesuai untuk bisa ditunjukkan pada jarum penunjuk, atau sinyal bunyi yang bisa diterima melalui headphone.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Sumber : Modul Laboratorium Keahlian Desain</p>
Posted in Ilmu Pengetahuan, Mechanical Engineering  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/407/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=407&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/noise-and-vibration/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balancing</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/balancing/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/balancing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 16:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Mechanical Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Dalam suatu proses produksi, mesin-mesin produksi sangat memegang peranan. Kerusakan pada mesin-mesin tersebut bisa berakibat fatal pada proses produksi. Dengan kemajuan teknologi, telah diketahui bahwa salah satu penyebab kerusakan mesin-mesin itu antara lain karena adanya ketidakseimbangan pada bagian-bagian mesin yang berputar.
Bagian-bagian yang berputar menimbulkan gaya kocak (shaking force) sebagai akibat dari efek-efek gaya inertia. Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=405&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Dalam suatu proses produksi, mesin-mesin produksi sangat memegang peranan. Kerusakan pada mesin-mesin tersebut bisa berakibat fatal pada proses produksi. Dengan kemajuan teknologi, telah diketahui bahwa salah satu penyebab kerusakan mesin-mesin itu antara lain karena adanya ketidakseimbangan pada bagian-bagian mesin yang berputar.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Bagian-bagian yang berputar menimbulkan gaya kocak (shaking force) sebagai akibat dari efek-efek gaya inertia. Karena gaya kocak harus dihindari maka harus ada cara untuk menyeimbangkan secara keseluruhan atau sebagian gaya-gaya inertia tersebut dengan menambahkan gaya-gaya inertia tambahan yang membantu untuk melawan efek gaya-gaya inertia tersebut. Maka dari itu kami mencoba mengamati fenomena tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Akibat percepatan mekanisme akan timbul gaya inersia pada mekanisme tersebut. Gaya inersia ini dapat menimbulkan goncangan pada mesin atau konstruksi. Adanya goncangan ini sangat merugikan. Karena umur komponen yang ada akan menjadi lebih pendek (mudah aus/rusak). Oleh karenanya perlu dilakukan langkah-langkah untuk menyeimbangkan mekanisme yang ada. Hal ini dilakukan dengan memberikan massa pada sistem yang akan melawan gaya inersia yang menyebabkan goncangan tersebut di atas.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID"><span id="more-405"></span>Cara di atas dapat dipergunakan untuk membuat seimbang massa yang bergerak bolak-balik maupun yang berputar. Untuk sistem massa yang berputar, terdapat tiga jenis permasalahan, yaitu:</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Membuat seimbang 	sebuah massa yang berputar.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Membuat seimbang 	lebih dari sebuah massa yang berputar, dimana massa-massa tersebut 	terletak pada sebuah bidang datar yang sama.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Membuat seimbang 	lebih dari sebuah massa yang berputar, dimana massa-massa tersebut 	terletak pada beberapa bidang datar.</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Sumber : Modul Laboratorium Keahlian Desain</p>
Posted in Ilmu Pengetahuan, Mechanical Engineering  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/405/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=405&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/balancing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Critical Shaft</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/critical-shaft/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/critical-shaft/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 15:57:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Mechanical Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Dalam konstruksi permesinan banyak sekali kita temukan komponen-  komponen yang berputar dan mekanisme yang menyebabkan momen-momen disekitar batang atau poros. Poros dalam hal ini mempunyai peranan penting terutama sebagai media penambah gaya yang menghasilkan usaha (kerja).
Suatu poros yang berputar pada kenyataannya tidak berada pada keadaan yang lurus, melainkan berputar dengan posisi melengkung. Pada suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=397&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Dalam konstruksi permesinan banyak sekali kita temukan komponen-  komponen yang berputar dan mekanisme yang menyebabkan momen</span><span lang="id-ID">-</span><span lang="sv-SE">momen disekitar batang atau poros. Poros dalam hal ini mempunyai peranan penting terutama sebagai media penambah gaya yang menghasilkan usaha (kerja).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Suatu poros yang berputar pada kenyataannya tidak berada pada keadaan yang lurus, melainkan berputar dengan posisi melengkung. </span><span lang="fi-FI">Pada suatu putaran tertentu lengkungan poros tersebut mencapai harga maksimum. Putaran yang menyebabkan lengkungan poros mencapai harga maksimum tersebut dinamkan dengan </span><span lang="fi-FI"><em>putaran kritis</em></span><span lang="fi-FI">. Dan keadaan tersebut diatas dinamakn </span><span lang="fi-FI"><em>efek Whirling Shaft</em></span><span lang="fi-FI">.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><strong><span id="more-397"></span>Definisi Putaran Kritis</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Apabila pada suatu poros yang didukung diantara dua bantalan dipasang disk maka poros tersebut akan mengalami defleksi statis. </span><span lang="nb-NO">Defleksi tersebut disebabkan oleh berat disk (jika massa poros diabaikan). Defleksi akan bertambah besar akibat gaya sentrifugal pada saat poros berputar. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="fi-FI">Putaran kritis poros adalah putaran yang mengakibatkan terjadinya defleksi maksimum pada poros. Hal ini mengakibatkan poros berputar sambil bergetar dengan amplitudo yang besar. Gejala ini disebut </span><span lang="fi-FI"><em>whirling shaft</em></span><span lang="fi-FI">. Terjadinya </span><span lang="fi-FI"><em>whirling shaft</em></span><span lang="fi-FI"> pada permesinan dapat mengakibatkan:</span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI">Timbulnya getaran 	yang berlebihan, getaran ini kemudian diinduksikan ke komponen mesin 	lainnya dan sekelilingnya.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="fi-FI">Kerusakan 	mekanik. Hal ini disebabkan oleh tegangan bending yang besar pada 	poros, gesekan antara poros dan rumah, dan beban yang diterima 	bearing menjadi berlebih.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI">Pada akhirnya, semua 	hal diatas akan memperpendek umur (komponen) mesin.</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI">
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI">Sumber : Modul Praktikum Mesin Dasar</p>
Posted in Ilmu Pengetahuan, Mechanical Engineering  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/397/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=397&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/critical-shaft/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pneumatik</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/pneumatik/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/pneumatik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 15:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Mechanical Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat ini aplikasi pneumatik cukup luas, termasuk industri assembling, pengepakan, prosesing makanan, pengerjaan kayu, pengelasan, peralatan kedokteran, dan lain-lain. Sistem pneumatik digunakan untuk tujuan otomatisasi dan penghematan tenaga karena kelebihannya dalam konstruksi yang relatif sederhana, murah, dan kemudahan dalam operasi dan pemeliharaan dibandingkan hidrolik minyak, dalam mekanik dan peralatan listrik.
Karakteristik sistem pneumatik adalah:


Sirkuit 	pneumatik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=398&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;"><span lang="en-US">Pada saat ini aplikasi pneumatik cukup luas, termasuk industri assembling, pengepakan, prosesing makana</span><span lang="id-ID">n, </span><span lang="en-US">pengerjaan kayu, pengelasan, peralatan kedokteran, dan lain-lain. Sistem pneumatik digunakan untuk tujuan otomatisasi dan penghematan tenaga karena kelebihannya dalam konstruksi yang relatif sederhana, murah, dan kemudahan dalam operasi dan pemeliharaan dibandingkan hidrolik minyak, dalam mekanik dan peralatan listrik.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US">Karakteristik sistem pneumatik adalah:</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="en-US">Sirkuit 	pneumatik umumnya hanya cocok untuk beban yang relatif ringan (</span><span lang="en-US"><em>light 	duty</em></span><span lang="en-US">)</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Pneumatik tidak 	efektif dalam pengaturan kecepatan dan </span><span lang="sv-SE"><em>displacement</em></span><span lang="sv-SE"> dari aktuator karena sifat fluida kerjanya yang </span><span lang="sv-SE"><em>compressible</em></span><span lang="sv-SE"> </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US">Udara sebagai fluida 	kerja memiliki tahanan kecil pada alirannya jika dibandingkan dengan 	hidrolik minyak karena viskositasnya rendah, sehingga respon yang 	dihasilkan lebih cepat dibanding hidrolik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">U</span><span lang="sv-SE">dara 	bertekanan dialirkan melalui pipa-pipa dan kecepatannya dapat diatur 	oleh pengontrol kecepatan, serta gaya yang dihasilkan dapat diatur 	dengan valve pengatur tekanan</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Jika sirkuit 	pneumatik dirancang dengan baik maka masalah kebocoran lebih mudah 	diatasi dibanding dengan sistem hidrolik yang sensitif terhadap 	kebocoran minyak dan kontaminasi</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Udara bertekanan 	dapat diperoleh dengan mudah di banyak tempat. Sehingga penggunaan 	pipa pengatur lebih sedikit dibanding dengan sistem hidrolik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">S</span><span lang="sv-SE">istem 	pneumatik dapat dijalankan pada temperatur relatif tinggi (sampai 	180</span><span style="font-family:Symbol,serif;"><span lang="en-US"></span></span><span lang="sv-SE">) 	bila peralatan yang digunakan cocok</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span id="more-398"></span>Pneumatik adalah sebuah sistem transfer daya yang memanfaatkan udara bertekanan sebagai fluida kerjanya. Udara bertekanan adalah udara yang tekanannya lebih tinggi dari tekanan atmosfer.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Pneumatik adalah sebuah sistem transfer daya yang memanfaatkan udara bertekanan sebagai fluida kerjanya. Udara bertekanan adalah udara yang tekanannya lebih tinggi dari tekanan atmosfer.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Secara garis besar, sistem pneumatik terdiri dari peralatan dan perlengkapan yang menghasilkan, mengontrol, dan menghantar udara bertekanan, yaitu:</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US"><em><strong>Kompresor 	udara:</strong></em></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Berfungsi sebagai sumber energi pneumatik yang menghasilkan udara bertekanan</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US"><em><strong>Tangki udara:</strong></em></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Sebagai tempat menyimpan udara yang dihasilkan oleh kompresor. Fungsinya adalah untuk menstabilkan keluaran udara yang akan digunakan pada sistem pneumatik, dan untuk menghindari </span><span lang="sv-SE"><em>drop pressure</em></span><span lang="sv-SE"> apabila sejumlah besar udara digunakan dalam waktu yang singkat.</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US"><em><strong>After cooler:</strong></em></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US">Untuk mendinginkan udara bertekanan dan untuk menghilangkan uap panas yang apabila ditampung dalam jumlah yang banyak akan menyebabkan kerusakan pada peralatan pneumatik</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US"><em><strong>Filter udara:</strong></em></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Untuk menghilangkan debu, air dan minyak yang terbawa dari kompressor</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US"><em><strong>Pengering 	udara:</strong></em></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US">Untuk mengurangi kadar uap air pada udara bertekanan sehingga udara yang masuk ke dalam sirkuit benar-benar udara kering</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US"><em><strong>Valve pengurang 	tekanan:</strong></em></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Tekanan udara dari kompressor biasanya lebih besar dari yang dibutuhkan sehingga valve ini akan menguranginya dan menjaga agar tetap stabil</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US"><em><strong>Lubrikator 	udara:</strong></em></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Digunakn unuk memberikan minyak kedalm aliran udara bertekanan sebagai pelumas bagi peralatan pneumatic.</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US"><em><strong>Valve penggati 	arah aliran:</strong></em></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Valve ini berfungsi untuk mengganti arhaliran udara bertekanan.</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="en-US"><em><strong>Speed 	control valve</strong></em></span><span lang="id-ID"><em><strong>:</strong></em></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US">Valve ini berfungsi untuk mengontrol kecepatan daengan mengatur volume aliran udara persatuan waktu.</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US"><em><strong>Actuator:</strong></em></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Me</span><span lang="id-ID">r</span><span lang="sv-SE">upak</span><span lang="id-ID">a</span><span lang="sv-SE">n alat dimana energi udar</span><span lang="id-ID">a</span><span lang="sv-SE"> bertekanan dirubah menjadi gaya dan gerak translasi maupun rotasi.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Sumber : Modul Praktikum Mesin Dasar</p>
Posted in Ilmu Pengetahuan, Mechanical Engineering  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/398/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=398&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/pneumatik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidrolik</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/hidrolik/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/hidrolik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 15:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Mechanical Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin ITS]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme. Pada sistem hidrolik, tekanan fluida merupakan tenaga penggerak sistem. 
Pada kebanyakan aplikasi, sistem hidrolik banyak digunakan seperti memindahkan beban yang berat, sebagai alat penekan dan pengangkat. Dalam industri banyak ditemui penggunaan sistem hidrolik pada alat-alat berat, seperti truk pengangkat (dump [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=393&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme. </span><span lang="sv-SE">Pada sistem </span><span lang="id-ID">h</span><span lang="sv-SE">idrolik, tekanan fluida merupakan tenaga penggerak sistem. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Pada kebanyakan aplikasi, sistem hidrolik banyak digunakan seperti memindahkan beban yang berat, sebagai alat penekan dan pengangkat. Dalam industri banyak ditemui penggunaan sistem hidrolik pada alat-alat berat, seperti truk pengangkat (</span><span lang="sv-SE"><em>dump truck</em></span><span lang="sv-SE">), mesin moulding, mesin press, forklift, crane, dan lain-lain.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Pada saat ini penggunaan sistem hidrolik sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan kontrol yang menunjang pengendalian dan ketepatan (presisi) dalam penggunaannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span id="more-393"></span>Hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme. Karena itu, pada sistem hidrolik dibutuhkan power unit untuk membuat fluida bertekanan. Kemudian fluida tersebut dialirkan sesuai dengan kebutuhan atau mekanisme yang diinginkan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Perbedaan antara sistem hidrolik dan pneumatik adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Pada fluida kerja, 	sistem hidrolik menggunakan fluida cair bertekanan sedangkan pada 	pneumatik menggunakan fluida gas bertekanan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Sistem 	pneumatik umumnya menggunakan tekanan 4 – 7 kgf/cm</span><sup><span lang="sv-SE">2</span></sup><span lang="sv-SE"> dan menghasilkan output yang lebih kecil daripada sirkuit hidrolik, 	sehingga cocok untuk pekerjaan ringan</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Sifat </span><span lang="sv-SE"><em>compressibility</em></span><span lang="sv-SE"> (mampu </span><span lang="id-ID">tekan</span><span lang="sv-SE">) 	dari sirkuit hidrolik lebih besar daripada sirkuit pneumatik</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Udara bertekanan 	memiliki resistansi (tahanan) kecil terhadap aliran dan dapat 	dijalankan dengan lebih tepat daripada tenaga hidrolik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Sistem hidrolik 	sensitif terhadap kebocoran minyak, api dan kontaminasi. Sedangkan 	udara bertekanan tidak mempunyai masalah seperti itu jika sirkuitnya 	dirancang dengan baik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Udara bertekanan 	dihasilkan oleh kompresor yang umumnya dimiliki oleh pabrik, tetapi 	sistem hidrolik membutuhkan pompa</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Batas 	temperatur yang mampu diterima oleh peralatan hidrolik 60 – 70</span><span style="font-family:Symbol,serif;"><span lang="en-US"></span></span><span lang="sv-SE">C, 	sedangkan untuk pneumatik dapat dijalankan hingga 180</span><span style="font-family:Symbol,serif;"><span lang="en-US"></span></span><span lang="sv-SE">C</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Kelebihan dari sistem hidrolik adalah:</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Memiliki tekanan 	kerja yang relatif lebih besar daripada sistem pneumatik, sehingga 	cocok untuk pekerjaan-pekerjaan berat</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Kekurangan dari sistem hidrolik adalah:</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Fluida dari sirkuit 	yang tercemar oleh kotoran akan menyebabkan peralatan hidrolik 	menjadi lemah dan cepat rusak</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Konstruksinya yang 	rumit dengan biaya yang mahal, serta kesulitan dalam pemeliharaan 	dan operasi</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Fluida kerja tidak 	dapat bertahan pada temperatur operasi yang lebih tinggi</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Contoh-contoh penggunaan sistem hidrolik:</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US">Dongkrak hidrolik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Hydrostatic 	transmission, untuk menggerakkan peralatan konstruksi, kendaraan 	berat, mesin pertanian dan mentransmisikan tenaga ke aktuator tipe 	rotasi</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Komponen yang digunakan pada sistem hidrolik:</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE"><strong>Piston</strong></span><span lang="sv-SE"> sebagai aktuator </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="fi-FI"><strong>Pompa</strong></span><span lang="fi-FI"> mengubah energi mekanis dari putaran poros menjadi energi fluida dan 	juga untuk menaikkan fluida kerja</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="fi-FI"><strong>Tangki </strong></span><span lang="fi-FI">menstabilkan sirkulasi tekanan minyak 	yang dikeluarkan pompa, menyimpan fluida bertekanan, menghindari </span><span lang="fi-FI"><em>pressure drop</em></span><span lang="fi-FI"> apabila sejumlah besar minyak dipakai dalam waktu singkat</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE"><strong>Manometer 	(</strong></span><span lang="sv-SE"><em><strong>pressure gauge</strong></em></span><span lang="sv-SE"><strong>):</strong></span><span lang="sv-SE"> mengukur tekanan kerja fluida pada saat piston melakukan langkah 	maju dan langkah mundur</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US"><strong>Hose</strong></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID"><strong>Hose Couplers 	(penyambung hose)</strong></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="en-US"><strong>Directional 	control valve (flow control valve)</strong></span><span lang="id-ID"><strong>:</strong></span><span lang="en-US"><strong> </strong></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US">Fungsi Katup Kendali Arah  adalah untuk saling menghubungkan jalur-jalur hidrolik yang bervariasi satu terhadap yang lain, untuk menghubunghkan hubungan satu terhadap yang lain.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US">Sumber : Modul Praktikum Mesin Dasar</p>
Posted in Ilmu Pengetahuan, Mechanical Engineering, Mesin ITS  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/393/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=393&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/09/06/hidrolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Page Baru&#8230;</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/08/04/page-baru/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/08/04/page-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 04:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin ITS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[
Setelah sekian lama gak posting di blog sendiri, pengen rasanya melanjutkan kebiasaan posting setiap kali online. Apalagi setelah personal komputer di rumah sudah mulai pulih. Alhamdulillah.
Pengen Ardi ngadain beberapa perubahan di blog ini. Setelah beberapa waktu yang lalu ada beberapa yunior, adik-adik binaan di SMA Negeri 5 Surabaya, yang bertanya-tanya tentang informasi tempat kuliah Ardi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=388&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Setelah sekian lama gak posting di blog sendiri, pengen rasanya melanjutkan kebiasaan posting setiap kali online. Apalagi setelah personal komputer di rumah sudah mulai pulih. Alhamdulillah.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Pengen Ardi ngadain beberapa perubahan di blog ini. Setelah beberapa waktu yang lalu ada beberapa yunior, adik-adik binaan di SMA Negeri 5 Surabaya, yang bertanya-tanya tentang informasi tempat kuliah Ardi saat ini, Ardi akhirnya berkesempatan menampilkan profil jurusan sendiri. Ya, tentu dengan sedikit narsis tapi benar-benar tidak ada yang dikurangi dan sedikit penambahan yang sesuai. insyaAllah Ardi menampilkannya dalam bentuk Page khusus. Page Mesin ITS.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Semoga saja Ardi tetep bisa terus menulis. Tentunya tentang Ardi dan sekitar Ardi. Semoga berguna, ya&#8230;.</p>
Posted in Kegiatan, Mesin ITS  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/388/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=388&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/08/04/page-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takdir&#8230;</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/06/19/takdir/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/06/19/takdir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 16:06:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Iman kepada takdir termasuk rukun iman yang keenam, yang dijelaskan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam kepada malaikat jibril alaihis salam ketika beliau ditanya tentang iman. Beriman kepada takdir termasuk masalah yang penting. Orang-orang berselisih tentang takdir sejak zaman dahulu. Pada zaman Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, orang-orang sudah berdebat tentang takdir. Hingga hari ini kita temui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=383&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-indent:.25in;margin-bottom:0;" lang="id-ID">Iman kepada takdir termasuk rukun iman yang keenam, yang dijelaskan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam kepada malaikat jibril alaihis salam ketika beliau ditanya tentang iman. Beriman kepada takdir termasuk masalah yang penting. Orang-orang berselisih tentang takdir sejak zaman dahulu. Pada zaman Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, orang-orang sudah berdebat tentang takdir. Hingga hari ini kita temui orang-orang masih berselisih di dalamnya.</p>
<p style="text-indent:.25in;margin-bottom:0;" lang="id-ID">Iman kepada takdir adalah anda beriman bahwasanya Allah telah menentukan segala sesuatu, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata`ala:</p>
<p style="text-indent:.25in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.</em></span><span lang="id-ID">” (QS. Al-Furqan :2)</span></p>
<p style="text-indent:.25in;margin-bottom:0;"><span lang="id-ID"><span id="more-383"></span>Takdir yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wata`ala ini tunduk pada hikmah-Nya. Konsekuaensi dari hikmah tersebut seperti akhir yang baik dan akibat yang bermanfaat bagi hamba dalam kehidupan dan kematiannya. Iman kepada takdir ada empat tingkatan, yaitu:</span></p>
<ul>
<li><span lang="id-ID"><em>Al-Ilmu</em></span><span lang="id-ID"> (mengetahui). Yaitu, beriman dengan iman yang sempurna bahwasanya 	Allah Subhanahu Wa ta`ala mengetahui segala sesuatu, baik yang telah 	lalu, yang sedang terjadi, maupun yang akan terjadi. Baik yang 	berkaitan dengan perbuatan Allah ataupun perbuatan hamba. Semuanya 	diketahui-Nya secara global ataupun terperinci dengan ilmu-Nya yang 	Dia bersifat dengannya secara azali dan abadi. Dalil tingkatan ini 	banyak sekali terdapat di dalam Al-Qur`an dan Sunnah, sebagaimana 	firman Allah Subhanahu Wa Ta`ala,</span></li>
</ul>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.</em></span><span lang="id-ID">” (QS. Ali-Imran :5)</span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipundalam kegelapanbumi dan tidak sesuatu yang basah ataupun yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).</em></span><span lang="id-ID">” (Al-An`am :59)</span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang telah dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya</em></span><span lang="id-ID">.” (QS. Qaaf :16)</span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Dan Allah Mengetahui apa yang kamu kerjakan.</em></span><span lang="id-ID">” (QS. Al-Baqarah :283)</span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;" lang="id-ID">Serta ayat-ayat lain yang menunjukkan tentang ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu, baik secara global maupun terperinci.</p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Barangsiapa mengingkari tingkatan iman kepada takdir ini, maka ia telah kafir. Sebab ia telah mendustakan Allah dan Rasul-Nya serta </span><span lang="id-ID"><em>ijma`</em></span><span lang="id-ID"> (konsensus) kaum muslimin. Juga mencela kesempurnaan Allah. Karena lawan ilmu adalah bodoh atau lupa sedang keduanya merupakan aib. Allah sbhanahu wa ta`ala berfirman tentang Musa alahissalam ketika ditanya oleh Fir`aun, </span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Berkata Fir`aun,’Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?’ Musa menjawab,’Pengetahuan tentang itu ada di sisi Rabb-ku, di dalam sebuah kitab, Rabb kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa.</em></span><span lang="id-ID">” (QS. Thaha :51-52)</span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;" lang="id-ID">Allah subhanahu wa ta`ala tidak “akan salah”, yaitu Allah pasti mengetahui segala sesuatu yang akan datang dan tidak lupa tentang sesuatu yang telah lampau.</p>
<ul>
<li><span lang="id-ID">Be</span><span lang="id-ID">riman 	bahwasanya Allah subhanahu wa ta`ala menulis takdir setiap sesuatu 	hingga hari kiamat. Ketika Allah menciptakan </span><span lang="id-ID"><em>Al-Qalam</em></span><span lang="id-ID">, 	maka Dia berfirman kepadanya, “Tulislah!” </span><span lang="id-ID"><em>Al-Qalam</em></span><span lang="id-ID"> berkata, “Rabbi, apa yang aku tulis?” Allah berfirman, “Tulislah 	apa yang ada dan yang terjadi saat itu dan yang akan terjadi hingga 	Hari Kiamat.” Maka Allah menulis di </span><span lang="id-ID"><em>Lauhul 	Mahfuzh </em></span><span lang="id-ID">tentang takdir segala sesuatu. 	Tingkatan takdir ini telah disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta`ala 	dalam firman-Nya,</span></li>
</ul>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.</em></span><span lang="id-ID">” (QS. Al-Haj :70)</span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Tulisan ini terkadang terperinci. Janin yang ada dalam perut ibunya apabila telah lewat empat bulan diutus kepadanya malaikat dan dia diperintahkan, “</span><span lang="id-ID"><em>Dengan empat hal;menulis rizkinya, ajalnya, amalnya dan sengsara atau bahagia</em></span><span lang="id-ID">.” Demikian sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Mas`ud radiyallahuanhu dari Rasulullah shalallahu alahissalam yang diriwayatkan Imam Muslim. Di malam </span><span lang="id-ID"><em>Al-Qadar</em></span><span lang="id-ID"> juga ditulis apa yang akan terjadi pada tahun tersebut, Allah berfirman,</span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikamh, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus Rasul-Rasul</em></span><span lang="id-ID">.” (QS. Ad-Dukhan :3-5)</span></p>
<ul>
<li><span lang="id-ID">Mengimani bahwa 	semua yang terjadi di alam semesta ini adalah atas kehendak Allah. 	Semua yang ada di alam semesta ini ada karena </span><span lang="id-ID"><em>masyi`ah</em></span><span lang="id-ID"> (kehendak Allah), baik yang dilakukan sendiri oleh Allah atau yang 	dilakukan oleh makhluk-Nya, Allah berfirman,</span></li>
</ul>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Dan Allah memperbuat apa yang Dia kehendaki</em></span><span lang="id-ID">.” (QS. Ibrahim :27)</span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberikan petunjuk kepada kami semuanya</em></span><span lang="id-ID">.”(QS. Al-An`am :149)</span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu</em></span><span lang="id-ID">.” (QS. Hud :118)</span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (utuk menggantikan kamu)</em></span><span lang="id-ID">.” (QS. Fathir :16)</span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;" lang="id-ID">Masih banyak ayat lain yang menunjukkan bahwa perbuatan-Nya terjadi atas kehendak-Nya. Begitu juga perbuatan seorang hamba terjadi atas kehendak-Nya pula, sebagaimana firman Allah,</p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah Rasul-Rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan. Akan tetapi mereka berselisih maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya</em></span><span lang="id-ID">.” (QS. Al-Baqarah :153)</span></p>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;" lang="id-ID">Ini merupakan dalil jelas yang menerangkan bahwa perbuatan seorang hamba telah dikehendaki oleh Allah. Seandainya Allah berkehendak untuk tidak terjadi, niscaya tidak akan terjadi.</p>
<ul>
<li><span lang="id-ID">beriman bahwa 	Allah subhanahu wa ta`ala adalah yang menciptakan segala sesuatu. 	Allah adalah Pencipta. Selain Allah adalah makhluk. Pencipta segala 	sesuatu adalah Allah. Semua makhluk adalah makhluk Allah. Perbuatan 	dan perkataan yang keluar darinya adalah makhluk Allah juga. Karena 	perbuatan dan perkataan manusia adalah termasuk sifatnya. Ini 	sebagaimana firman Allah,</span></li>
</ul>
<p style="margin-left:.5in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu</em></span><span lang="id-ID">.” (QS. As-Shaffat :96)</span></p>
<p style="text-indent:.25in;margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Iman kepada takdir tidak menafikan </span><span lang="id-ID"><em>ikhtiar</em></span><span lang="id-ID"> (usaha). Bahkan </span><span lang="id-ID"><em>Ikhtiar</em></span><span lang="id-ID"> merupakan sesuatu yang diperintahkan oleh syariat dan dia terjadi dengan takdir. Karena sebab menghasilkan sesuatu yang disebabkannya (kausalitas). Itulah sebabnya ketika </span><span lang="id-ID"><em>Amirul Mukminin</em></span><span lang="id-ID"> Umar bin Khattab radiyallahu`anhu berangkat ke Syam dan di tengah perjalanan diberitahukan bahwa di Syam telah berjangkit penyakit </span><span lang="id-ID"><em>tha`un</em></span><span lang="id-ID">, maka beliau bermusyawarah dengan para sahabat, apakah dia melanjutkan perjalannya atau kembali ke Madinah. Orang-orang berselisih dan keputusan terakhir mereka adalah kembali ke Madinah. Ketika hendak kembali beliau didatangi oleh Abu Ubaidah Amir bin Al-Jarrah radiyallahu`anhu. Dia berkata, “Wahai Amirul Mukminin! Bagaimana mungkin anda kembali ke Madinah? Apakah sebagai pelarian dari takdir Allah?” Umar berkata,”Ya, kita lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain.”(Muttafaq Alaih). Setelah itu datang Abdurrahman bin Auf radiyallahu`anhu yang sebelumnya tidak hadir karena suatu keperluan, membacakan suatu hadits Rasul tentang hal tersebut, </span></p>
<p style="text-indent:.25in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Apabila kalian mendengar dia (wabah tha`un) berjangkit di suatu tempat, maka kalian jangan mendatanginya</em></span><span lang="id-ID">.” (HR. Ahmad)</span></p>
<p style="text-indent:.25in;margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Sehingga beriman kepada takdir tidak menafikan usaha yang benar. Adapun angan-angan yang dianggap oleh pelakunya sebagai sebab (ikhtiar), padahal bukan demikian, maka ia dianggap tidak serius dan tidak perlu diperhatikan.</span></p>
<p style="text-indent:.25in;margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Demikian juga ketika kita menyikapi nikmat sebagai kejadian dengan takdir-Nya. Sikap syukur, tidak membanggakan diri terhadapnya karena semuanya itu tidak didapat dengan daya dan kekuatan kita. Keutamaan yang ada adalah pemberian dari-Nya. Lalu kita sadari, hanya Allah yang memiliki karunia,</span></p>
<p style="text-indent:.25in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Mereka telah merasamemberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah,’Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu. Sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan, jika kamu adalah orang-orang yang benar</em></span><span lang="id-ID">.” (QS. Al-Hujurat :17)</span></p>
<p style="text-indent:.25in;margin-bottom:0;" lang="id-ID">Begitu pula ketika ditimpa musibah, menyerahkan diri kepada-Nya dan tidak menyesal dengan semua itu serta tidak merasa rugi,</p>
<p style="text-indent:.25in;margin-bottom:0;">“<span lang="id-ID"><em>Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, walaupun pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah mencari yang bermanfaat bagimu. Mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan sekali-kali bersikap lemah. Jika kamu ditimpa suatu kegagalan janganlah mengatakan,’Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu.’ Tetapi katakanlah,’Ini telah ditakdirkan Allah dan apa yang Dia inginkan pasti terjadi.’ Karena ucapan ‘seandainya’ membuka (pintu) perbuatan setan</em></span><span lang="id-ID">.” (HR. Muslim).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="center">“<span lang="id-ID"><em>untuk mereka yang menjalani takdirnya..hidup..susah..senang..dan ajalnya</em></span><span lang="id-ID">.”</span></p>
Posted in Artikel  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=383&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/06/19/takdir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siklus Brayton Ideal</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/03/31/siklus-brayton-ideal/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/03/31/siklus-brayton-ideal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 23:40:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mechanical Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>
		<category><![CDATA[termodinamika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Mendapatkan persamaan efisiensi dan daya efektif
Atau dengan kata lain, siklus Brayton udara standar ideal. Siklus ini sering dikembangkan pada aplikasi turbin gas. Dan prosesnya yang paling sederhana dan ideal menggunakan udara ideal, dimodelkan oleh seorang ilmuwan bernama Brayton pada tahun 1873.
Dengan melibatkan kompresi dan ekspansi pada entropi konstan, disertai penambahan dan pembuangan kalor pada tekanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=372&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mendapatkan persamaan efisiensi dan daya efektif</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Atau dengan kata lain, siklus Brayton udara standar ideal. Siklus ini sering dikembangkan pada aplikasi turbin gas. Dan prosesnya yang paling sederhana dan ideal menggunakan udara ideal, dimodelkan oleh seorang ilmuwan bernama Brayton pada tahun 1873.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Dengan melibatkan kompresi dan ekspansi pada entropi konstan, disertai penambahan dan pembuangan kalor pada tekanan konstan. Berbeda dengan siklus bolak-balik lain, seperti siklus diesel, otto, stirling atau siklus lain yang mengkombinasikan isentropi, isobarik, isotermal dan/atau isokorik.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/03/open-cycle-gas-turbine-engine.jpg"><img class="size-full wp-image-373 aligncenter" title="open-cycle-gas-turbine-engine" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/03/open-cycle-gas-turbine-engine.jpg?w=284&#038;h=218" alt="open-cycle-gas-turbine-engine" width="284" height="218" /></a></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">Open Cycle Gas Turbine Engine</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/03/closed-cycle-gas-turbine-engine.jpg"><img class="size-full wp-image-374 aligncenter" title="closed-cycle-gas-turbine-engine" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/03/closed-cycle-gas-turbine-engine.jpg?w=364&#038;h=202" alt="closed-cycle-gas-turbine-engine" width="364" height="202" /></a></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">Closed Cycle Gas Turbine Engine</span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID"><span id="more-372"></span>Seperti siklus lain, siklus ini digambarkan dengan diagram T-s dan diagram p-v, sebagai berikut.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/03/diagram-p-v-siklus-brayton.jpg"><img class="size-full wp-image-375 aligncenter" title="diagram-p-v-siklus-brayton" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/03/diagram-p-v-siklus-brayton.jpg?w=211&#038;h=219" alt="diagram-p-v-siklus-brayton" width="211" height="219" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Diagram p-v</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/03/diagram-t-s-siklus-brayton.jpg"><img class="size-full wp-image-376 aligncenter" title="diagram-t-s-siklus-brayton" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/03/diagram-t-s-siklus-brayton.jpg?w=213&#038;h=214" alt="diagram-t-s-siklus-brayton" width="213" height="214" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Diagram T-s</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Dengan batasan, siklus pada loop tertutup fluida kerja, penambahan dan pengurangan kalor terjadi saat tekanan konstan dan fluida kerja adalah gas ideal dengan </span><span lang="id-ID"><em>specific heat property</em></span><span lang="id-ID"> konstan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Keempat proses yang terjadi pada siklus ini berada dalam aliran fluida berkeadaan tunak sehingga kita menganalisanya dengan batasan keadaan tunak. Disertai pengabaian energi kinetik dan potensial sistem.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Karena udara mengalir melalui penukar panas pada siklus ideal saat tekanan konstan, maka berlaku</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">P</span><sub><span lang="id-ID">4</span></sub><span lang="id-ID"> / P</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> = P</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> / P</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">H</span><span lang="id-ID">ubungan antara perbandingan tekanan dan perbandingan temperatur dalam kompresi atau ekspansi isentropik, sebagai berikut.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">r</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> = P</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> / P</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> = (T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> / T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">)</span><sup><span lang="id-ID">k/(k-1)</span></sup><span lang="id-ID"> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Kita tinjau kembali skema closed cycle gas turbine engine. Dari sana, dapat kita peroleh efisiensi termal dari siklus, sebagai berikut.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">η = (W</span><sub><span lang="id-ID">turbin</span></sub><span lang="id-ID"> / m – W</span><sub><span lang="id-ID">compressor</span></sub><span lang="id-ID"> / m) / (Q</span><sub><span lang="id-ID">in</span></sub><span lang="id-ID"> / m) = {(h</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> – h</span><sub><span lang="id-ID">4</span></sub><span lang="id-ID">) – (h</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> – h</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">)} / (h</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> &#8211; h</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID">) </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">dengan</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">(h</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> – h</span><sub><span lang="id-ID">4</span></sub><span lang="id-ID">) = c</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> (T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> – T</span><sub><span lang="id-ID">4</span></sub><span lang="id-ID">)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">(h</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> – h</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">) = c</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> (T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> – T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">(h</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> &#8211; h</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID">) = c</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> (T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> – T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID">)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">η = {c</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> (T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> – T</span><sub><span lang="id-ID">4</span></sub><span lang="id-ID">) &#8211; c</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> (T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> – T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">)} / {c</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> (T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> – T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID">)}</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">η = 1 – (T</span><sub><span lang="id-ID">4</span></sub><span lang="id-ID"> – T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">)/(T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> – T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID">)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">η = 1 – T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">/ T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> * {(T</span><sub><span lang="id-ID">4</span></sub><span lang="id-ID">/T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> – 1)/(T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID">/T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> – 1)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Karena T</span><sub><span lang="id-ID">4</span></sub><span lang="id-ID">/T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> = T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID">/T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID">, maka</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">η = 1 – T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">/ T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">lalu T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">/ T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> = (P</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> / P</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID">)</span><sup><span lang="id-ID">(k-1)/k</span></sup><span lang="id-ID"> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">η = 1 – (P</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> / P</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID">)</span><sup><span lang="id-ID">(k-1)/k</span></sup><span lang="id-ID"> = 1 – 1/(P</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> / P</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">)</span><sup><span lang="id-ID">(k-1)/k</span></sup><span lang="id-ID"> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">sedang kita ketahui bahwa P</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> / P</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> = r</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> maka “efisiensi teoritis siklus Brayton”&#8230;</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">η = 1 – 1 / r</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><sup><span lang="id-ID">(k-1)/k</span></sup></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">dengan k = c</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> / c</span><sub><span lang="id-ID">v</span></sub><span lang="id-ID"> = konstan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Usaha netto satu siklus dideskripsikan awal sebagai berikut</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">W</span><sub><span lang="id-ID">cycle</span></sub><span lang="id-ID"> = (h</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> – h</span><sub><span lang="id-ID">4</span></sub><span lang="id-ID">) – (h</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> – h</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">W</span><sub><span lang="id-ID">cycle</span></sub><span lang="id-ID"> = c</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> {(T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> – T</span><sub><span lang="id-ID">4</span></sub><span lang="id-ID">) – (T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> – T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">)}</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">W</span><sub><span lang="id-ID">cycle</span></sub><span lang="id-ID"> = c</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> (T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID">/T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> – T</span><sub><span lang="id-ID">4</span></sub><span lang="id-ID">/T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> * T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID">/T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> – T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID">/T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> + 1)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Dari persamaan sebelumnya kita ketahui bahwa</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">T</span><sub><span lang="id-ID">4</span></sub><span lang="id-ID">/T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID"> = (P</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> / P</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID">)</span><sup><span lang="id-ID">(k-1)/k</span></sup><span lang="id-ID"> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID">/T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> = (P</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> / P</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">)</span><sup><span lang="id-ID">(k-1)/k</span></sup><span lang="id-ID"> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">r</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> = P</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> / P</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> = (T</span><sub><span lang="id-ID">2</span></sub><span lang="id-ID"> / T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID">)</span><sup><span lang="id-ID">k/(k-1)</span></sup><span lang="id-ID"> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="id-ID">Sehingga persamaan daya efektif siklus menjadi&#8230;</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">W</span><sub><span lang="id-ID">cycle</span></sub><span lang="id-ID"> = c</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> (T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID">/T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> – 1/(r</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID">)</span><sup><span lang="id-ID">(k-1)/k</span></sup><span lang="id-ID"> * T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID">/T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> – (r</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID">)</span><sup><span lang="id-ID">(k-1)/k</span></sup><span lang="id-ID"> + 1)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><span lang="id-ID">W</span><sub><span lang="id-ID">cycle</span></sub><span lang="id-ID"> / c</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID"> T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> = T</span><sub><span lang="id-ID">3</span></sub><span lang="id-ID">/T</span><sub><span lang="id-ID">1</span></sub><span lang="id-ID"> (1 – 1/(r</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><span lang="id-ID">)</span><sup><span lang="id-ID">(k-1)/k</span></sup><span lang="id-ID">) – (r</span><sub><span lang="id-ID">p</span></sub><sup><span lang="id-ID">(k-1)/k</span></sup><span lang="id-ID"> – 1)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:left;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:left;"><span lang="id-ID">(Setelah ngerjain tugas Mesin Konversi Energi, sumber: beberapa file pdf dan buku termo Moran n Shaparo)<br />
</span></p>
Posted in Mechanical Engineering  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&blog=2986477&post=372&subd=noerpamoengkas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/03/31/siklus-brayton-ideal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/03/open-cycle-gas-turbine-engine.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">open-cycle-gas-turbine-engine</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/03/closed-cycle-gas-turbine-engine.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">closed-cycle-gas-turbine-engine</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/03/diagram-p-v-siklus-brayton.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">diagram-p-v-siklus-brayton</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/03/diagram-t-s-siklus-brayton.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">diagram-t-s-siklus-brayton</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>