<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ardi's Weblog</title>
	<atom:link href="http://noerpamoengkas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com</link>
	<description>Satu Cahaya di Taman Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Nov 2011 03:26:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='noerpamoengkas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ardi's Weblog</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://noerpamoengkas.wordpress.com/osd.xml" title="Ardi&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://noerpamoengkas.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menggambar Cepat Part Modif untuk SolidWorks</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2011/11/06/menggambar-cepat-part-modif-untuk-solidworks/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2011/11/06/menggambar-cepat-part-modif-untuk-solidworks/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 13:46:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mechanical Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>
		<category><![CDATA[SolidWorks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Ada kalanya kita melakukan modifikasi atau perubahan pada part yang sudah pernah dibuat. Salah satu cara umum adalah membuat part dan melakukan drawing part dari awal. Ada cara yang relatif lebih cepat untuk menghasilkan gambar teknik part modif. Cara pertama, membuka drawing file dari part lama, membuka file part-nya, lalu memodifikasinya atau mengubahnya. Cara kedua, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=466&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kalanya kita melakukan modifikasi atau perubahan pada part yang sudah pernah dibuat. Salah satu cara umum adalah membuat part dan melakukan drawing part dari awal. Ada cara yang relatif lebih cepat untuk menghasilkan gambar teknik part modif. Cara pertama, membuka drawing file dari part lama, membuka file part-nya, lalu memodifikasinya atau mengubahnya. Cara kedua, memodifikasi atau mengubah file part, mengganti referensi file drawing part lama dengan part baru, lalu simpan file drawing baru dengan nama baru. Langkah-langkah ini akan semakin cepat dan kemungkinan sukses semakin besar jika part yang dimodif atau yang diubah semakin sederhana.</p>
<p><strong><span id="more-466"></span>Contoh File Part dan File Drawing</strong></p>
<p>Sebelumnya kita ambil contoh file part dan file drawing lama. Berikut gambar file part contoh. Nama file AB01.</p>
<p><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/ab01.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-467" title="AB01" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/ab01.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p>Berikut file drawing dari part lama tersebut.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/ab01-061111.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-468" title="AB01 (061111)" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/ab01-061111.jpg?w=300&#038;h=210" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
<p>Contoh modifikasi atau perubahan yang kita lakukan adalah mengubah panjang wallplate dari 305 menjadi 610 satuan panjang.</p>
<p><strong>Cara Pertama</strong></p>
<p>Kita buka file drawing dari part lama. Dari file drawing tersebut, buka file part dengan mengarahkan pointer ke salah satu gambar pandangan, klik kanan dan pilih menu “open part”.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/open-part-via-drawing.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-469" title="open part via drawing" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/open-part-via-drawing.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p>Lakukan perubahan panjang wallplate dengan melakukan “edit feature” pada “extrude thin” part. Arahkan pointer pada “Extrude-Thin1” di sisi workbench, atau arahkan pada badan part, lalu klik kanan dan pilih menu “edit feature”.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/edit-feature.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-470" title="edit feature" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/edit-feature.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p>Lalu ubah panjang dari properties “edit feature” tersebut, lalu tekan enter. Part akan melakukan “rebuild” otomatis, lalu simpan part dengan ukuran baru ini dengan nama baru. Kita klik menu utama, pilih “File”, lalu pilih “Save As…”. Part baru diberi nama AB02.</p>
<p>Setelah memodifikasi atau mengubah dimensi part tersebut, kita buka file drawing dari part lama. Kita dapati file drawing akan ter-update dan mereferensi ke file part baru, AB02.sldprt. Meskipun nama file drawing AB01.SLDDRW, tetapi referensi file part atau part yang tergambar adalah file AB02.sldprt.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/drawing-update-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-471" title="drawing update 1" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/drawing-update-1.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p>Gambar terlihat tak beraturan karena skala gambar yang terlalu kecil sehingga perlu diperbesar agar gambar pandangan depan, samping dan isometric, cukup di bingkai gambar. Untuk mengubah skala, kita arahkan pointer pada gambar “parent” atau “Drawing View1”, klik kiri dan ubah skalanya di sisi properties. Kita mengubah skala dengan mengganti mode “use sheet scale” menjadi “use custom scale”, pilih “ user defined” pada scroll menu, dan ubah nilai skala yang sesuai. Jika gambar terlalu besar, berarti kita membutuhkan skala yang lebih besar, begitu juga sebaliknya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/ubah-scale-drawing-view-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-473" title="ubah scale drawing view 1" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/ubah-scale-drawing-view-1.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p>Kita mungkin memerlukan sedikit penataan dari letak pandangan depan, samping dan isometric karena ukuran gambar yang tidak sama dengan gambar sebelumnya. Kita dapat melihat, bahwa dimensi yang terukur pada gambar sudah sesuai dengan ukuran part baru sehingga kita tidak perlu memberikan dimensi lagi. Setelah dimensi sudah cocok dan sama, kita simpan file drawing dengan nama baru. Kita beri nama, AB02.SLDDRW. Modifikasi atau perubahan ukuran terkadang dilakukan pada hari atau waktu yang berbeda, selain itu juga oleh drafter, desainer, kepentingan assembly, dan material yang berbeda sehingga perlu ada perubahan pada “sheet format”. Sebagai contoh perubahan pada drafter, tanggal pembuatan gambar, dan bahan material yang dipakai untuk membuat part.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/ab02-0711111.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-474" title="AB02 (071111)" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/ab02-0711111.jpg?w=300&#038;h=210" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
<p><strong>Cara Kedua.</strong></p>
<p>Kita dapat melakukan modifikasi atau perubahan pada file part terlebih dahulu, lalu mengubah referensi file drawing lama. Kita buka file part lama dan ubah part seperti yang dilakukan pada cara pertama. Setelah tersimpan dengan nama file part baru, kita buat file drawing untuk part baru dengan langkah-langkah berikut.</p>
<p>Kita pilih menu “file”, lalu pilih “open”, atau tekan Ctrl-O. Kita dapati window “open”, dan cari file drawing part lama. Klik atau pilih file drawing tersebut, dan klik “References”. Press button untuk “References” biasanya terletak di bawah “Cancel”.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/window-open-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-475" title="window open 1" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/window-open-1.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p>Seteleh mengklik tombol “References”, akan tampil window baru “Edit Referenced File Location”.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/window-edit-referenced-file-location.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-476" title="window edit referenced file location" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/window-edit-referenced-file-location.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p>Kita klik dua kali pada sel nama pada kolom kiri, yang bertuliskan AB01.SLDPRT. Kita akan dapati window baru “Open” terbuka.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/window-open-after-edit-referenced-file-location.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-477" title="window open after edit referenced file location" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/window-open-after-edit-referenced-file-location.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p>Kita cari folder file part yang baru, pilih file part tersebut, dan tekan enter. Referensi file drawing akan berubah menjadi file part baru, terlihat dari perubahan nama file part referensi di window “Edit Referenced File Location”.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/window-edit-referenced-file-location-dgn-file-baru.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-478" title="window edit referenced file location dgn file baru" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/window-edit-referenced-file-location-dgn-file-baru.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p>Kita tekan enter dan klik open pada window “open”. Kita akan dapati file drawing dengan nama file part lama, AB01.SLDDRW, dan file part referensi baru, AB02.SLDPRT. Lakukan hal yang sama seperti pada cara pertama dan simpan file drawing dengan nama baru.</p>
<p><strong>Kelemahan dan Keterbatasan Trik</strong></p>
<p>Trik ini biasa dilakukan pada part-part yang sederhana, dan perubahan dimensi yang terjadi tidak terlalu drastis. Jika terjadi perubahan yang drastis pada part baru, biasanya akan tampil window “Dangling Detail Items” yang merespon hilangnya referensi dimensi dan catatan pada drawing, setelah kita mengubah part lama pada cara pertama atau mengubah referensi part pada cara kedua. Kita ambil contoh file part AB03.SLDPRT ini.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/dangling-detail-items.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-479" title="Dangling Detail Items" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/dangling-detail-items.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p>Saya sarankan tetap tekan OK. Jika kita tekan OK, kita akan dapati garis ukur pada gambar yang “melayang” tanpa ada sisi dimensi yang diukur karena ada bagian part yang dihilangkan. Setidaknya dengan begitu kita mengetahui bagian sisi mana yang perlu atau tidak perlu diberi dimensi.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/referensi-hilang.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-480" title="Referensi Hilang" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/referensi-hilang.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p>Semakin banyak garis yang kehilangan sisi terukurnya, semakin banyak kita buat garis ukur baru.</p>
<p>Surabaya, 06 Nopember 2011</p>
<p>Ardi N.</p>
<br />Filed under: <a href='http://noerpamoengkas.wordpress.com/category/mechanical-engineering/'>Mechanical Engineering</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/noerpamoengkas.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/noerpamoengkas.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/noerpamoengkas.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/noerpamoengkas.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/466/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=466&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2011/11/06/menggambar-cepat-part-modif-untuk-solidworks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/ab01.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">AB01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/ab01-061111.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">AB01 (061111)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/open-part-via-drawing.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">open part via drawing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/edit-feature.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">edit feature</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/drawing-update-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">drawing update 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/ubah-scale-drawing-view-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ubah scale drawing view 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/ab02-0711111.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">AB02 (071111)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/window-open-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">window open 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/window-edit-referenced-file-location.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">window edit referenced file location</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/window-open-after-edit-referenced-file-location.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">window open after edit referenced file location</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/window-edit-referenced-file-location-dgn-file-baru.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">window edit referenced file location dgn file baru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/dangling-detail-items.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Dangling Detail Items</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/referensi-hilang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Referensi Hilang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tipe Pemimpin</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2011/11/06/tipe-pemimpin/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2011/11/06/tipe-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 13:28:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Sifat individu dan pembawaan seseorang tak lepas dari seseorang bahkan ketika mereka menjadi pemimpin. Itu mungkin bisa dipengaruhi oleh pendidikan orang tua, sekolah, lingkungan tempat ia biasa bergaul dan lain-lain. Sehingga sering kita temui pemimpin di atas jenjang karir kita memiliki sifat dan sikap berbeda dalam memimpin dan menyelesaikan persoalan. Ada baiknya kita mengetahui karakter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=463&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sifat individu dan pembawaan seseorang tak lepas dari seseorang bahkan ketika mereka menjadi pemimpin. Itu mungkin bisa dipengaruhi oleh pendidikan orang tua, sekolah, lingkungan tempat ia biasa bergaul dan lain-lain. Sehingga sering kita temui pemimpin di atas jenjang karir kita memiliki sifat dan sikap berbeda dalam memimpin dan menyelesaikan persoalan. Ada baiknya kita mengetahui karakter pemimpin atau atasan kita. Kiranya itu dapat membantu kita dalam memahami dan mengerti pola pikir dan kerja yang diinginkan pemimpin kita.</p>
<p>Secara detail dan jelas, sebenarnya tiap pemimpin dapat dilihat bagaimana dia memimpin dengan serangkaian tes psikologi dan <em>management assessment. </em>Tapi sebagai bawahan, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, sebaiknya memahami juga atasan atau pemimpin kita. Dari pergaulan luar kantor, kita juga dapat melihat karakter atasan kita dengan melihat dan mendengar bagaimana mereka berinteraksi, dan menyikapi isu-isu yang dikeluarkan sepanjang obralan-obrolan ringan. Tapi sering kita temui atasan berbeda sifat dan sikap ketika memasuki lingkungan kerja. Ini maklum dipahami karena dalam lingkungan kerja seseorang mendapat tekanan baik itu target-target pekerjaan ataupun persaingan kerja dengan sesama jenjang karir. Sehingga kadang pemimpin menuntut bawahan bekerja sesuai atau bahkan melebihi ekspektasinya selama ini kepada bawahannya. Jadi kita dapat melakukan <em>management assessment</em> pada atasan kita ketika berinteraksi di lingkungan kerja.</p>
<p>Sering kita menemui atasan kita bukanlah <em>top management</em>, yang benar-benar menentukan kebijakan institusi, tetapi manajer yang juga menangani masalah teknis di lapangan dan sering berinteraksi dengan bawahannya, atau bahkan bawahan di bawah bawahannya. Target-target yang diberikan oleh <em>top management</em> terkadang bukanlah target-target yang terjadwal, tetapi sebagai sesuatu yang memerlukan kecepatan dan ketepatan dan biasanya disesuaikan dengan keinginan konsumen sebagai bentuk keinginan <em>general management</em> untuk lebih <em>customer oriented</em>. Di saat-saat inilah, sebagai bawahan, seseorang dituntut untuk bisa bekerja lebih baik itu bekerja yang lebih cepat, berpikir lebih keras atau bekerja lembur. Selain itu, kita juga dapat melihat bagaimana pemimpin kita menyelesaikan masalah yang diberikan padanya, dan “mendistribusikannya” ke bawahannya.</p>
<p><span id="more-463"></span>Dalam proses menyelesaikan pekerjaannya, seseorang akan sering menemui pemimpin atau atasannya mengecek dan memeriksa pekerjaan kita. Dan tentu mereka tidak langsung melihat hasil pekerjaan kita secara visual, tetapi menanyakan kondisi terkini pekerjaan secara verbal. Dengan itu, kita dapat mengetahui adanya tren perbedaan seseorang dalam memimpin atau membawahi stafnya. Kita lihat pertanyaan awal yang diberikan pada bawahan atau anggota mereka. Dari sana, kita dapat mengetahui tipe pemimpin tersebut, setidaknya dua tipe.</p>
<p>Tipe pertama, <em>Result Oriented Leader</em>. Pemimpin tipe ini lebih sering menanyakan hasil-hasil kerja bawahannya. Akan sering ditemui pertanyaan, “Sudah selesai?” atau “Bagaimana? Sudah selesai semua?” Pemimpin tipe ini lebih mementingkan terselesaikannya pekerjaan bawahannya, bagaimanapun cara yang ditempuh. Umumnya, mereka perfeksionis karena perhatian mereka lebih banyak tertuju ke hasil sehingga lebih banyak waktu dan daya untuk mengkritisi hasil pekerjaan. Selain itu, mereka lebih banyak disibukkan oleh interaksi dan pekerjaan yang sifatnya interaksi verbal, seperti rapat dan berinteraksi dengan konsumen, atau sesekali membuka email yang isinya daftar pekerjaan dan targetnya. Beberapa pemimpin ini, terkadang tidak bisa menangani permasalahan teknis dan mempercayakan sepenuhnya kepada bawahannya. Sebagai bawahan, lebih baik meningkatkan kemampuan teknis dan memikirkan trik-trik pekerjaan yang cepat dan tepat. Dan bagi pemimpin dengan tipe ini, sebaiknya mereka juga mempelajari sedikit banyak tentang hal-hal teknis yang ditangani bawahannya. Resiko yang dihadapi dengan sistem kepemimpinan seperti ini adalah kemungkinan adanya proses yang tidak sempurna dan baik dalam pencapaian hasil, dan adanya ketidaknyamanan dari para bawahan yang tidak diperhatikan atau tidak dibantu dalam proses pekerjaannya.</p>
<p>Tipe kedua, <em>Process Oriented Leader</em>. Pemimpin tipe ini lebih sering menanyakan proses pekerjaan yang dilakukan bawahannya. Pertanyaan yang sering dikeluarkannya, “Bagaimana pekerjaannya? Ada masalah?” Pemimpin tipe ini masih memikirkan dan memperhatikan permasalahan yang dihadapi oleh bawahannya. Terkadang mereka sudah memberikan arahan kerja tertulis atau bahkan menyelesaikan sebagaian kecil pekerjaan sebelum diberikan ke bawahannya. Umumnya, mereka benar-benar memahami permasalahan teknis, dan lebih sering terjun ke lapangan. Mereka juga menjadi <em>problem solver </em>bagi permasalahan yang ditanggung divisinya. Sebagai bawahan, sebaiknya kita meningkatkan pengetahuan dan pengalaman teknis untuk membantu divisi dalam penyelesaian masalah. Dan bagi pemimpin tipe ini, sebaiknya juga meningkatkan kemampuan negosiasinya, kemampuan bahasa asing, dan kemampuan manajerial khusus. Kepemimpinan seperti ini, berpotensi untuk menjadikan karir <em>stagnant</em>. Manajemen institusi akan berpikir bahwa pemimpin ini lebih pantas dan cocok menduduki posisi sekarang karena kemampuan teknis, yang bersifat khusus, yang dimilikinya sulit tergantikan. Harus menunggu bawahan yang tepat dan memiliki kemampuan yang juga mumpuni di bidangnya untuk menggantikan pemimpin ini sebelum menaikkan jenjangnya ke karir yang lebih tinggi.</p>
<p>Paling tidak dengan dua tipe ini, kita memiliki pandangan bahwa setidaknya ada dua tipe kepemimpinan. Lebih dari itu sebenarnya dalam <em>management assessment test</em> akan didapati seorang pemimpin memiliki karakter dalam menghadapi atasan dan bawahannya. Umumnya <em>result oriented leader</em> adalah manajer di tingkat departemen atau memiliki dua sampai tiga tingkat bawahan. Sedang <em>process oriented leader </em>adalah manajer di tingkat divisi atau <em>supervisor</em> atau memiliki satu sampai dua tingkat bawahan. Sedang <em>top management</em> tidak memiliki atasan, namun memiliki posisi khusus untuk berinteraksi langsung dengan pihak birokrasi pemerintahan dan konsumen. Sebagai bawahan, seseorang harus bisa memberikan kemampuan sebaik-baiknya untuk institusi tempat ia bekerja. Karena setiap pemimpin yang baik awalnya adalah seorang bawahan yang baik juga.</p>
<br />Filed under: <a href='http://noerpamoengkas.wordpress.com/category/masyarakat/'>Masyarakat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/noerpamoengkas.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/noerpamoengkas.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/noerpamoengkas.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/noerpamoengkas.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/463/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=463&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2011/11/06/tipe-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sahabatmu (Tak Terabaikan)</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2011/11/04/sahabatmu-tak-terabaikan-4/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2011/11/04/sahabatmu-tak-terabaikan-4/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 13:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Sahabatmu tak pernah mengabaikanmu. Ia akan selalu senang bersamamu. Ia bisa memahamimu meski perkataanmu terbata-bata dan samar tak bermakna. Ia akan menjadi bibirmu yang bisa kau percaya perkataannya. Ia bisa menjadi kaki yang menjadi penuntun yang menemanimu. Sahabatmu tak pernah membiarkanmu. Ia akan mengulurkan tangannya ketika kau jatuh. Ia akan memberikan punggungnya yang hangat untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=511&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p lang="id-ID"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/symbol-of-harmony.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-460" title="Symbol of Harmony" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/symbol-of-harmony.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p lang="id-ID">Sahabatmu tak pernah mengabaikanmu. Ia akan selalu senang bersamamu. Ia bisa memahamimu meski perkataanmu terbata-bata dan samar tak bermakna. Ia akan menjadi bibirmu yang bisa kau percaya perkataannya. Ia bisa menjadi kaki yang menjadi penuntun yang menemanimu.</p>
<p>Sahabatmu tak pernah membiarkanmu. Ia akan mengulurkan tangannya ketika kau jatuh. Ia akan memberikan punggungnya yang hangat untuk membawamu pergi bersamanya. Meski berat badanmu menjadi peluh tak berkeluh baginya. Meski kaki lelah menyusuri panasnya batu terkena terik matahari. Ia akan meraih pundak dan menenangkan kegalauan hatimu.</p>
<p>Sahabatmu tak pernah membebanimu. Meski kau anggap janji-janjimu padanya sebagai angin yang sekedar berlalu, tetapi tetap berkesan baginya. Meskipun itu menjadi beban hidupnya, dan kau tak mengingatnya. Ia akan tetap menjaganya karena prinsip-prinsip hidupnya. Manusia sejati memegang teguh apa yang telah dikatakannya.</p>
<p lang="id-ID"><img title="More..." src="https://noerpamoengkas.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><img title="More..." src="https://noerpamoengkas.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-511"></span>Sahabatmu tak pernah menolakmu. Ia akan menjadi andalanmu. Bahkan mungkin kau terlalu mengandalkannya. Bukan penolakan yang diharapkan darinya, namun pengharapan untuk bisa selalu bersamamu di saat genting hidupmu. Menemanimu dan mendukung semangatmu yang sudah mulai luntur.</p>
<p>Sahabatmu tak pernah melupakanmu. Tutur katamu akan menjadi kesan mendalam baginya. Meski kau mengabaikannya, meski kau kira sebagai lelucon biasa. Tiap momen bersamamu menjadi kenangan yang ia simpan dalam memorinya. Hingga menyimpan setiap pemberian yang ia berikan darimu demi menghargaimu. Ia akan tetap mengingatmu meski kini kau telah berubah dan merindukan dirimu yang dulu.</p>
<p>Sahabatmu tak pernah menjerumuskanmu. Ia terkadang menyebalkan dan kau tak senang padanya. Sikap dan perilakunya kadang tak sejalan denganmu. Tapi baginya, sahabat baik bukan selalu membenarkan semua perkataan dan sikapmu, namun selalu mendukung kebenaran di sisimu dan meluruskan kesesatan di jalan hidupmu.</p>
<p>Sahabatmu tak pernah memutuskanmu. Tak ada mantan sahabat. Ia akan tetap menjaga ikatannya denganmu bahkan ketika kau tak sejalan dengannya. Meski jarak dan waktu yang berbeda, meski takdir yang tak lagi membuat kalian bersama. Ikatan itu tetap ada dalam bingkai kenangan interaksi dekat masa lalu.</p>
<p>Sahabatmu akan selalu memaklumimu. Ia selalu memandangmu sebagai manusia seutuhnya. Meski terkadang khilafmu padanya telah menyesakkan dadanya. Meski terkadang lelucon picisanmu telah mengganggu pikirannya. Baginya, kau juga manusia yang tak luput salah khilaf. Dan ia akan selalu memaafkanmu sebelum kata minta maaf keluar dari mulutmu bahkan sebelum kau menyadarinya.</p>
<p lang="id-ID">Sahabatmu tak pernah hilang dalam sejarah hidupmu. Begitu pula sejarah hidupnya. Meskipun ia telah menjadi orang besar terpandang. Ia akan tetap menjaga kenangannya bersamamu dalam memori yang berharga. Karena baginya, manusia berjiwa besar dan tumbuh dewasa karena kenangan berharga dalam hidupnya bersamamu.</p>
<p lang="id-ID">Di bawah langit yang mendung</p>
<p>Surabaya, 30 Oktober 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://noerpamoengkas.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/noerpamoengkas.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/noerpamoengkas.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/noerpamoengkas.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/noerpamoengkas.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/511/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=511&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2011/11/04/sahabatmu-tak-terabaikan-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2011/11/symbol-of-harmony.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Symbol of Harmony</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="//noerpamoengkas.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="//noerpamoengkas.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2010/08/04/rahasia/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2010/08/04/rahasia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 22:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[yang dirahasiakan sebaiknya dirahasiakan yang tak terungkap sebaiknya tak diungkapkan sejarah tak tertoreh indah tak tercatat dalam kenangan tak dihiraukan terabaikan terjagalah semuanya di bawah payung takdir-Nya hingga tersibak semua tabir terkuak dalam kebaikan Surabaya, 3 Agustus 2010 Saat mendengar rintik hujan, di kemarau bulan Agustus. Untuk seseorang yang mempercayakan rahasianya padaku. Filed under: Sisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=455&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>yang dirahasiakan<br />
sebaiknya dirahasiakan<br />
yang tak terungkap<br />
sebaiknya tak diungkapkan</p>
<p>sejarah tak tertoreh indah<br />
tak tercatat dalam kenangan<br />
tak dihiraukan<br />
terabaikan</p>
<p>terjagalah semuanya<br />
di bawah payung takdir-Nya<br />
hingga tersibak semua tabir<br />
terkuak dalam kebaikan</p>
<p><em><span id="more-455"></span>Surabaya, 3 Agustus 2010<br />
Saat mendengar rintik hujan, di kemarau bulan Agustus.<br />
Untuk seseorang yang mempercayakan rahasianya padaku.</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://noerpamoengkas.wordpress.com/category/sisi-lain/'>Sisi Lain</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/noerpamoengkas.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/noerpamoengkas.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/noerpamoengkas.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/noerpamoengkas.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=455&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2010/08/04/rahasia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ashabul Ukhdud</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2010/07/11/ashabul-ukhdud/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2010/07/11/ashabul-ukhdud/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 04:16:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Shuhaib radiyalllahu anhu menerangkan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bercerita. Pada jaman dahulu ada seorang raja yang mempunyai seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir itu sudah lanjut usia, ia berkata kepada sang Raja, “Sesungguhnya aku sekarang sudah tua renta. Karenanya, aku minta kepada Tuan untuk mengirim seorang pemuda, nanti dia kuajari ilmu sihir.” Raja lalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=444&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shuhaib radiyalllahu anhu menerangkan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bercerita.</p>
<p>Pada jaman dahulu ada seorang raja yang mempunyai seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir itu sudah lanjut usia, ia berkata kepada sang Raja, “Sesungguhnya aku sekarang sudah tua renta. Karenanya, aku minta kepada Tuan untuk mengirim seorang pemuda, nanti dia kuajari ilmu sihir.” Raja lalu mengirim seorang pemuda agar belajar ilmu sihir.</p>
<p><span id="more-444"></span>Namun di tengah perjalanan menuju ke tempat tukang sihir, sang pemuda itu bertemu dengan rahib (pendeta). Pemuda itu mendengar sesuatu yang disampaikan oleh pendeta itu kepadanya. Sampai-sampai ia terlambat sampai di tempat si tukang sihir. Ketika sampai di tempat, pemuda itu langsung dihajar oleh tukang sihir. Ia mengadukan hal itu kepada pendeta. Maka sang pendeta berkata, “Apabila kamu takut terhadap tukang sihir, maka katakanlah bahwa keluargamu menahanmu. Jika kau takut kepada keluargamu, maka katakan bahwa si tukang sihir menahanmu.”</p>
<p>Suatu ketika dalam perjalanan, pemuda tersebut menjumpai seekor binatang yang sangat besar. Orang lain pun tidak berani meneruskan perjalanan. Saat itulah sang pemuda itu berkata,”Nah, hari ini aku akan mengetahui tukang sihirkah yang lebih utama daripada pendeta?”</p>
<p>Pemuda itu mengambil batu seraya berkata,”Ya Allah, apabila ajaran pendeta itu lebih Engkau sukai maka matikanlah binatang besar itu agar orang-orang bisa meneruskan perjalanan!” Batu itu dilemparnya dan binatang itu pun tewas. Orang-orang dapat melanjutkan perjalanan mereka. Pemuda itu pun mendatangi sang pendeta dan menceritakan sesuatu yang baru saja dialaminya. Sang pendeta berkata,”Wahai anakku, kamu sekarang lebih utama dariku karena telah menguasai segala yang aku ketahui. Dan ketahuilah bahwa kamu nanti akan mendapat ujian. Namun ingatlah, jika kamu diuji, janganlah menyebut-nyebut namaku!”</p>
<p>Pemuda itu pun dapat menyembuhkan orang buta, penyakit belang dan berbagai penyakit lain (atas kuasa Allah). Suatu ketika tersiar kabar bahwa kawan sang Raja sakit mata hingga buta. Sudah berobat ke mana-mana namun tidak juga sembuh. Maka penderita mata itu dating ke rumah sang Pemuda dengan membawa berbagai hadiah. “Seandainya kamu dapat menyembuhkan mataku, maka aku akan memenuhi segala permintaanmu!” Sang pemuda menjawab,”Sesungguhnya aku tidak bisa menyembuhkan, namun yang menyembuhkan hanyalah Allah Taala. Apabila engkau beriman kepada Allah pastilah aku akan berdoa kepada-Nya agar matamu sembuh.” Orang tadi lalu beriman dan sembuhlah penyakitnya.</p>
<p>Orang itu mendatangi sang Raja dan duduk bersama sebagaimana biasanya. Sang Raja bertanya,”Siapakah yang menyembuhkan matamu?” Jawab orang itu,”Tuhanku.” Sang Raja bertanya,”Apakah kamu mempunyai Tuhan selain aku?” Ia menjawab,”Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” Maka sang Raja langsung menyiksa orang itu dan memaksa untuk menunjukkan tempat pemuda yang membimbingnya. Dipanggillah sang Pemuda itu. Lalu sang Raja berkata,”Wahai anakku, sihirmu begitu hebat sehingga dapat menyembuhkan orang buta, penyakit belang dan kamu bisa berbuat ini atau itu.” Sang Pemuda menjawab,”Sesungguhnya yang bisa menyembuhkan hanyalah Allah.” Sang Pemuda lalu disiksa dan dipaksa agar menunjukkan siapa yang mengajarinya. Sang Pemuda terpaksa menunjukkan sang Gurunya itu. Maka dipanggillah sang Pendeta menghadap sang Raja. Raja berkata,”Wahai Pendeta, kembalilah ke agamamu semula!” Namun sang Pendeta tidak mau. Akhirnya sang Raja menyuruh algojo untuk menggergaji tubuhnya mulai dari atas kepala sehingga terbelah tubuh itu menjadi dua. Lalu kawan Raja dipanggil juga, dan dikatakan,”Kembalilah kau ke agamamu semula!” Orang itu menolak, maka ia mengalami nasib yang sama. Badannya digergaji dan terbelah menjadi dua. Lalu sang Pemuda itu pun diminta untuk kembali ke agamanya semula,”Kembalilah ke agamamu semula!” Namun sang Pemuda dengan tegas menolak.</p>
<p>Ia diserahkan kepada pengawal. “Wahai Pengawal, bawalah pemuda ini ke atas gunung. Jika sampai di puncak, paksalah ia agar kembali ke agamanya semula. Kalau menolak, lemparkan dari atas gunung itu agar mampus!” Sang Pemuda dibawanya ke puncak gunung. Sampai di puncak, pemuda itu berdoa,”Ya Allah, hindarkanlah aku dari kejahatan mereka sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki!” Tiba-tiba berguncanglah gunung itu sehingga para pengawal justru yang berguling-guling dari puncak gunung. Sementara sang Pemuda lalu mendatangi sang Raja. Sang Raja bertanya kepada sang Pemuda tersebut,”Apa yang diperbuat oleh para Pengawal?” Pemuda itu menjawab,” Allah telah menghindarkan aku dari kejahatan mereka.”</p>
<p>Pemuda itu ditangkap dan diserahkan kembali kepada pengawal yang lainnya dan dibawalah naik kapal agar ditenggelamkan di lautan. Pasukan pengawal membawanya naik kapal. Pemuda itu berdoa,” Ya Allah, hindarkanlah aku dari kejahatan mereka ini sesuai dengan yang Engkau kehendaki!” Seketika kapal yang mereka tumpangi tenggelam. Sang Pemuda kembali menghadap Raja. Sang Raja bertanya,”Apa yang dilakukan pasukan pengawalku terhadapmu?” Sang Pemuda itu menjawab,”Allah telah menghindarkan aku dari kejahatan mereka. Sesungguhnya engkau tidak akan bisa membunuh aku sebelum engkau memenuhi permintaanku.” Raja bertanya,”Apa yang engkau inginkan?” Pemuda itu menjawab,”Engkau harus mengumpulkan banyak orang dalam satu lapangan dan salinlah aku di atas sebuah tiang. Lalu ambillah anak panahku dari tempatnya dan pasang pada busurnya, bacakan kalimat “dengan menyebut nama Allah, Tuhan pemuda ini!” Lalu lepaskan anak panah itu ke arahku. Apabila engkau berbuat seperti itu, maka engkau akan berhasil membunuhku.</p>
<p>Raja mengumpulkan khalayak ramai di lapangan dan menyalib sang Pemuda di atas tiang. Lalu menyiapkan panah. Sang Raja membaca,”Dengan menyebut nama Allah, Tuhan pemuda ini!” Lalu anak panah dilepaskan mengenai pelipis Pemuda itu sehingga ia meletakkan tangannya pada pelipis yang terluka. Tak lama kemudian meninggal.</p>
<p>Pada saat itu, orang-orang yang serentak berkata,”Kami beriman dengan Tuhan pemuda ini!” Ada seseorang yang menyampaikan hal itu kepada sang Raja,”Wahai tuan Raja, tahukah engkau, ternyata apa yang engkau khawatirkan selama ini telah terjadi. Demi Allah, kekhawatiranmu tidak ada gunanya sama sekali karena orang-orang telah beriman kepada Allah.” Raja lalu memerintahkan agar membuat parit besar di setiap persimpangan jalan. Di dalamnya dinyalakan api. Lalu memerintahkan kepada siapa saja yang tidak mau kembali ke agama semula, agar dilempar ke dalam parit tersebut. Perintah itu dilaksanakan. Ada seorang wanita yang tetap berpegang teguh pada agama yang benar. Ia membawa bayinya dan merasa sangat kasihan terhadap anak itu kalau ikut serta masuk ke dalam api. Namun sang bayi berkata,”Wahai ibu, sabarlah, karena engkau berada dalam kebenaran.”</p>
<p>HR. Muslim</p>
<br />Filed under: <a href='http://noerpamoengkas.wordpress.com/category/kisah/'>Kisah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/noerpamoengkas.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/noerpamoengkas.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/noerpamoengkas.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/noerpamoengkas.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/444/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=444&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2010/07/11/ashabul-ukhdud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemuda dan Buah Apel</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2010/03/08/pemuda-dan-buah-apel/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2010/03/08/pemuda-dan-buah-apel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 15:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa abad lalu, di masa-masa akhir tabi’in. Di sebuah jalan, di salah satu pinggiran kota Kufah, berjalanlah seorang pemuda. Tiba-tiba dia melihat sebutir apel jatuh dari tangkai pohonnya. Pemuda itu memungut apel itu dan memakannya dengan tenang saja. Tsabit nama pemuda itu. Baru sebagian apel itu digigit dan ditelannya, ia pun tersentak. Ia sadar, apel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=435&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Beberapa abad lalu, di masa-masa akhir tabi’in. Di sebuah jalan, di salah satu pinggiran kota Kufah, berjalanlah seorang pemuda. Tiba-tiba dia melihat sebutir apel jatuh dari tangkai pohonnya. Pemuda itu memungut apel itu dan memakannya dengan tenang saja.</p>
<p lang="id-ID">Tsabit nama pemuda itu. Baru sebagian apel itu digigit dan ditelannya, ia pun tersentak. Ia sadar, apel itu bukan miliknya. Bagaimana mungkin dia memakan sesuatu yang bukan miliknya.</p>
<p>Pemuda itu menahan dari memakan sisa apel dan segera pergi mencari penjaga kebun tersebut. Setelah bertemu, ia berkata,”Wahai hamba Allah, saya sudah menghabiskan separuh apel ini. Apakah engkau mau memaafkan saya?”</p>
<p lang="id-ID">“Bagaimana saya bisa memaafkanmu, sementara saya bukan pemiliknya. Yang berhak memaafkanmu adalah pemilik kebun apel ini.”</p>
<p lang="id-ID">“Di mana pemiliknya?”</p>
<p lang="id-ID">“Rumahnya jauh sekitar lima mil dari sini,” kata si penjaga.</p>
<p lang="id-ID">Maka berangkatlah pemuda itu menemui pemilik kebun untuk meminta maafnya karena ia telah memakan apel milik tuan kebun tersebut.</p>
<p lang="id-ID"><span id="more-435"></span>Sampai di depan rumah pemilik kebun, Tsabit berkata dengan kegelisahan,”Wahai hamba Allah, tahukah anda mengapa saya datang ke sini?”</p>
<p lang="id-ID">“Tidak,” kata pemilik kebun.</p>
<p lang="id-ID">“Saya datang untuk minta kerelaan anda terhadap separuh apel milik anda yang saya temukan dan saya makan. Inilah yang setengah lagi.”</p>
<p lang="id-ID">“Saya tidak akan memaafkanmu, demi Allah. Kecuali kalau engkau menerima syaratku.”</p>
<p lang="id-ID">“Apa saja syaratnya, wahai hamba Allah?”</p>
<p lang="id-ID">“Kamu harus menikahi putriku.”</p>
<p lang="id-ID">“Apa betul ini syaratnya? Anda memaafkan saya dan saya menikahi putri anda? Ini anugerah besar.”</p>
<p lang="id-ID">“Kalau kau terima, maka saya maafkan kamu.”</p>
<p lang="id-ID">“Baiklah saya terima.”</p>
<p lang="id-ID">“Supaya saya tidak dianggap menipu, saya katakan bahwa putriku itu buta, tuli, bisu dan lumpuh tidak mampu berdiri.”</p>
<p lang="id-ID">Pemuda itu kaget sekali. Namun, bagaimana lagi. Apakah dia memilih ganti rugi dari pemiliknya atau mendapat tuntutan di depan Hakim Yang Maha Adil.</p>
<p lang="id-ID">“Kalau engkau mau, datanglah sesudah Isya agar bisa kau temui isterimu.”</p>
<p lang="id-ID">Akhirnya sang pemuda menemui isterinya, memasuki kamar isterinya dan memberi salam. Ternyata ia mendengar suara yang merdu yang menjawab salamnya. Wanita itu berdiri menjabat tangan pemuda itu. Mengingat perkata mertuanya, ia heran dan bingung. Pemuda itu pun bertanya kepada wanita itu tentang perkataan ayahnya tentang dirinya.</p>
<p lang="id-ID">“Apa yang dikatakan ayahku?”</p>
<p lang="id-ID">“Ayahmu mengatakan kamu buta.”</p>
<p lang="id-ID">“Demi Allah, dia tidak dusta. Sungguh, saya tidak pernah melihat kepada sesuatu yang dimurkai Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”</p>
<p>“Ayahmu mengatakan kamu bisu.”</p>
<p lang="id-ID">“Ayahku benar, demi Allah. Saya tidak pernah mengucapkan satu kalimat yang membuat Allah Subhanallahu Wa Ta’ala murka.”</p>
<p lang="id-ID">“Dia katakan kamu tuli.”</p>
<p lang="id-ID">“Ayah betul. Demi Allah, saya tidak pernah mendengar kecuali semua yang di dalamnya terdapat ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”</p>
<p lang="id-ID">“Dia katakan kamu lumpuh.”</p>
<p lang="id-ID">“Ya karena saya tidak pernah melangkahkan kaki saya ini kecuali ke tempat yang diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”</p>
<p lang="id-ID">Dari pernikahan tersebut lahirlah seorang hamba Allah yang shalih bernama Nu’man bin Tsabit Abu Hanifah; Al-Imam Abu Hanifah.</p>
<br />Filed under: <a href='http://noerpamoengkas.wordpress.com/category/kisah/'>Kisah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/noerpamoengkas.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/noerpamoengkas.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/noerpamoengkas.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/noerpamoengkas.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/435/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=435&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2010/03/08/pemuda-dan-buah-apel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Seguci Emas</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2010/03/08/kisah-seguci-emas/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2010/03/08/kisah-seguci-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 15:51:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Terjadi sebelum Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dilahirkan, kisah tentang amanah, kezuhudan dan kejujuran yang sangat sulit ditemui di zaman sekarang. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahuanhu, dia berkata: Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: Ada seorang laki-laki membeli sebidang tanah dari seseorang. Ternyata di dalam tanahnya itu terdapat seguci emas. Lalu berkatalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=433&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p lang="id-ID">Terjadi sebelum Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dilahirkan, kisah tentang amanah, kezuhudan dan kejujuran yang sangat sulit ditemui di zaman sekarang.</p>
<p lang="id-ID">Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahuanhu, dia berkata: Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p lang="id-ID"><em>Ada seorang laki-laki membeli sebidang tanah dari seseorang. Ternyata di dalam tanahnya itu terdapat seguci emas. Lalu berkatalah orang yang membeli tanah itu kepadanya,”Ambillah emasmu, sebetulnya aku hanya membeli tanah darimu, bukan membeli emas.”</em></p>
<p lang="id-ID"><em>Si pemilik tanah berkata kepadanya,”Bahwasanya saya menjual tanah kepadamu berikut isinya.”</em></p>
<p lang="id-ID"><em>Akhirnya, keduanya menemui seseorang untuk menjadi hakim. Kemudian berkatalah orang yang diangkat sebagai hakim itu,”Apakah kamu berdua mempunyai anak?”</em></p>
<p lang="id-ID"><em>Salah satu dari mereka berkata,”Saya punya seorang anak laki-laki.”</em></p>
<p lang="id-ID"><em>Yang lain berkata,”Saya punya seorang anak perempuan.”</em></p>
<p lang="id-ID"><em>Kata sang hakim,”Nikahlah mereka berdua dan berilah mereka belanja dari harta ini serta bersedekahlah kalian berdua.”</em></p>
<p lang="id-ID">Sungguh kisah yang indah, hubungan ukhuwah di atas kebendaan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://noerpamoengkas.wordpress.com/category/kisah/'>Kisah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/noerpamoengkas.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/noerpamoengkas.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/noerpamoengkas.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/noerpamoengkas.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/433/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=433&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2010/03/08/kisah-seguci-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta untuk Ukhti &#8230;..</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/12/05/surat-cinta-untuk-ukhti/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/12/05/surat-cinta-untuk-ukhti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 15:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Ukhti&#8230;. Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya digunakan sebagai fashion atau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan dijadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=431&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ukhti&#8230;.<br />
Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya digunakan sebagai fashion atau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan dijadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan dikagumi oleh banyak ikhwan.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri anti sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa disadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manismu.<br />
<span id="more-431"></span><br />
Ukhti&#8230;.<br />
Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih daripada itu, tapi akankah kelembutan suara anti sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.</p>
<p>Ukhti…<br />
Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu dilewati dengan rasa rindu menuju Tuhanmu dengan bangun ditengah malam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu diselimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina-bobokan dengan mimpi-mimpi jorokmu bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang anti dapatkan, ataukah anti tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiat&#8230;.!!!</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri anti sendiri, pernahkah anti menyadari bahwa kecantikan yang anti punya hanya titipan ketika muda, apakah setelah tujuh puluh tahun kedepan anti masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya dijadikan perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman busukmu.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukkan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan anti hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamu yang tertindas di Palestina, pernahkah anti menangis ketika mujahid-mujahidah kevil tertembak mati, atau dengan cuek bebek membiarkan begitu saja, pernahkah anti merasakan bagaimana rasanya berjihad yang dilakukan oleh para mujahid-mujahidah teladan.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba anti perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman,saudara bahkan keluarga anti sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang anti rasakan, bisa jadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan berperilaku binatang yang tak karuan, sanggupkah anti menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemuliaan islam.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang Kholikmu, anti adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak-abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul dijaga olehmu, banyak cara yang harus anti lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba&#8230;.??!!</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah anti membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah diraih dan merasa diri paling waaah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas diatas rata-rata akhwat yang lain, sesombong itukah hatimu, lalu dimanakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infaqmu ke mesjid atau mushola, sadarkah anti kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terlihat kosong dan mengkhawatirkan, tidakkah anti memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang anti masukan, maukah anti diberi rizqi sepelit itu.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin-kamis yang anti laksanakan, kejujuran hati tidak bisa dibohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk dilaksankan tapi, semangat ruhani tanpa disadari turun drastis, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin-kamis yang dirasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati anti, makanan fisik yang anti pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang anti lewati, sikap ramahmu pada orang anti temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya bagaimana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan anti tapi&#8230; antilah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Rajinnya shalat malammu tidak menjamin  keistiqomahan seperti Rasulullah SAW sebagai panutanmu.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang Kholikmu, masihkah anti senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalat malammu? </p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu disia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah anti ketika sang mujahid akan segara menghampirimu.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Masih ingatkah anti terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang syuhada akan menjemputmu dipelaminan hijaumu.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga Rabbmu. Maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Muhasabah yang anti lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan dan kebusukan kelakuan anti yang dilakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus dilakukan sebelum tidur, anti tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai kapan akhlak busuk mu dilupakan, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat baik yang hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Pernahkah anti bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang anti pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu inging mencari istri yang solehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang anti mempersiapkan diri menjadi seorang mujahidah yang solehah.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri anti,seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa Bantu orang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan anti akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandangannmu hanya menjadi alasan belaka karena merasa berkerudung besar.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah anti menjaga izzah yang anti punya, atau sebaliknya anti bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi disamaratakan antara akhwat yang sautu dengan akhwat yang lain, jadi kalo anti sendiri membuat kebobrokan akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain.</p>
<p>Ukhti&#8230;.<br />
Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah, siapkah anti sekarang menjadi istri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang.</p>
<p>Sodariku sayang&#8230;.. jangan sakiti Rasulullah SAW dengan engkau menyakiti dirimu sendiri, bukankah kita sangat butuh syafaatnya Beliau kelak di akherat.</p>
<p>&#8220;Salah besar kalo surat ini Ardi yang buat. Tapi Ardi hanya copy and paste dari link ini (<a href="http://nitaannisa.blogspot.com/2008/01/surat-cinta-untuk-ukhti.html" target="_blank">http://nitaannisa.blogspot.com/2008/01/surat-cinta-untuk-ukhti.html</a>). Setelah mendapat email kiriman si <a href="http://dwklang.wordpress.com/" target="_blank">Dede Wahyu Kurniawan</a> di milis Mesin angkatan 2006, Ardi nyoba nyari surat itu lalu ngelink. Sebenarnya Ardi cuma ngubah kata &#8220;ANTUM&#8221; di posting aslinya menjadi &#8220;ANTI&#8221;.  Semoga dapat bermanfaat dan yang merasa dirinya &#8220;akhwat&#8221; bisa berupaya menjadi wanita muslimah yang baik.&#8221;</p>
<br />Posted in Renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/noerpamoengkas.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/noerpamoengkas.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/noerpamoengkas.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/noerpamoengkas.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/431/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=431&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/12/05/surat-cinta-untuk-ukhti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perencanaan Mesin yang Masih Salah</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/12/05/perencanaan-mesin-yang-masih-salah/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/12/05/perencanaan-mesin-yang-masih-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 15:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mechanical Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin ITS]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[Padahal sudah tiga semester mengerjakan perencanaan ini, tapi tetep aja ada yang salah. Bagi yang familiar dengan permesinan, pasti tahu kesalahannya. Aduh setiap kali revisi, selalu ada yang salah dan menambah pertanyaan-pertanyaan baru. Emang salah atau aku yang terlalu idealis, ya. Ni gambar perencanaan mesinnya. Gambar Pandangan Depan Gambar Gearbox Perencanaan mesin ini dikerjain sampe [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=427&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Padahal sudah tiga semester mengerjakan perencanaan ini, tapi tetep aja ada yang salah. Bagi yang familiar dengan permesinan, pasti tahu kesalahannya.</p>
<p>Aduh setiap kali revisi, selalu ada yang salah dan menambah pertanyaan-pertanyaan baru. Emang salah atau aku yang terlalu idealis, ya.</p>
<p><span id="more-427"></span>Ni gambar perencanaan mesinnya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/12/pem-anyar-43-dia-pemarut-new-29-model-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-428" title="pem anyar 43 dia pemarut new 29-Model 1" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/12/pem-anyar-43-dia-pemarut-new-29-model-1.jpg?w=468&#038;h=585" alt="" width="468" height="585" /></a>Gambar Pandangan Depan</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/12/pem-anyar-43-dia-pemarut-new-29-model-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-429" title="pem anyar 43 dia pemarut new 29-Model 2" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/12/pem-anyar-43-dia-pemarut-new-29-model-2.jpg?w=468&#038;h=374" alt="" width="468" height="374" /></a>Gambar Gearbox</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Perencanaan mesin ini dikerjain sampe 3 semester. Gak mau menyalahakan orang lain. Itu terus terang kesalahanku. Kurang ALL OUT. Semoga di semester ke 7 ini, semua tetek bengek ini bisa selesai. Amin.</p>
<br />Posted in Mechanical Engineering, Mesin ITS  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/noerpamoengkas.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/noerpamoengkas.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/noerpamoengkas.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/noerpamoengkas.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=427&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/12/05/perencanaan-mesin-yang-masih-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/12/pem-anyar-43-dia-pemarut-new-29-model-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pem anyar 43 dia pemarut new 29-Model 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/12/pem-anyar-43-dia-pemarut-new-29-model-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pem anyar 43 dia pemarut new 29-Model 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Quiz Dari Ardi Oleh Ardi Buat Elemen Mesin 2</title>
		<link>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/12/05/quiz-dari-ardi-oleh-ardi-buat-elemen-mesin-2/</link>
		<comments>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/12/05/quiz-dari-ardi-oleh-ardi-buat-elemen-mesin-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 14:55:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noerpamoengkas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mechanical Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noerpamoengkas.wordpress.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Quiz pertama. Yang mbuat Ardi, yang ngoreksi Ardi, yang ngelist nilai juga Ardi. Weeeeeesssss, koyok dosen ae. Mungkin mau nyoba ngerjain, monggo. Hehehe. Daya yang ditransmisikan sebesar 2 HP. Pasangan roda gigi 2 dan 3 adalah roda gigi lurus dengan sudut tekan 20o Full Depth. Diametral pitch kedua roda gigi 8 inch-1. Banyak gigi pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=423&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Quiz pertama. Yang mbuat Ardi, yang ngoreksi Ardi, yang ngelist nilai juga Ardi. Weeeeeesssss, koyok dosen ae. Mungkin mau nyoba ngerjain, monggo. Hehehe.</p>
<p><span id="more-423"></span><a href="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/12/gambar-soal-quiz-elmes-21.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-425" title="Gambar Soal Quiz Elmes 22" src="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/12/gambar-soal-quiz-elmes-21.jpg?w=423&#038;h=526" alt="" width="423" height="526" /></a></p>
<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --><span style="font-size:medium;">Daya yang ditransmisikan sebesar 2 HP. </span><span style="font-size:medium;">Pasangan roda gigi 2 dan 3 adalah roda gigi lurus dengan sudut tekan 20</span><sup><span style="font-size:medium;">o</span></sup><span style="font-size:medium;"> Full Depth. Diametral pitch kedua roda gigi 8 inch</span><sup><span style="font-size:medium;">-1</span></sup><span style="font-size:medium;">. Banyak gigi pada roda gigi 2 dan 3 adalah 35 dan 20. Kecepatan putar poros sebesar 1140 rpm. Berat roda gigi 2 dan 3 diasumsikan sebesar 4,9796 lb dan 1,62598 lb. Material poros Normalized C 1040 Steel dengan asumsi BHN&lt;400. Kunci pada tiap roda gigi dengan tipe </span><span style="font-size:medium;"><em>profiled keyways</em></span><span style="font-size:medium;">. </span><span style="font-size:medium;"><em>Survival rate</em></span><span style="font-size:medium;"> 95,00. Permukaan poros di</span><span style="font-size:medium;"><em>machining</em></span><span style="font-size:medium;">. K</span><sub><span style="font-size:medium;">sb</span></sub><span style="font-size:medium;"> dan K</span><sub><span style="font-size:medium;">st</span></sub><span style="font-size:medium;"> sama dengan 1 (untuk kondisi </span><span style="font-size:medium;"><em>minor shock</em></span><span style="font-size:medium;">). Poros tidak memiliki diameter dalam. </span><span style="font-size:medium;"><em>Safety factor</em></span><span style="font-size:medium;"> diambil 2,5. Tentukan diameter MINIMUM untuk poros dengan metode </span><span style="font-size:medium;"><em>the maximum shear theory of failure</em></span><span style="font-size:medium;"> dan </span><span style="font-size:medium;"><em>the distortion energy theory</em></span><span style="font-size:medium;">! Jarak pada gambar dalam satuan mm.</span></p>
<p lang="id-ID">
<p><span style="font-size:medium;">Catatan: </span><span style="font-size:medium;">Konversi unit gunakan tabel D-3 halaman 917 buku </span><span style="font-size:medium;"><em>Machine Design</em></span><span style="font-size:medium;"> </span></p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID"><span style="font-size:medium;">~ AN ~</span></p>
<br />Posted in Kegiatan, Mechanical Engineering  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noerpamoengkas.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noerpamoengkas.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noerpamoengkas.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noerpamoengkas.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/noerpamoengkas.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/noerpamoengkas.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/noerpamoengkas.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/noerpamoengkas.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noerpamoengkas.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noerpamoengkas.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noerpamoengkas.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noerpamoengkas.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noerpamoengkas.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noerpamoengkas.wordpress.com/423/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noerpamoengkas.wordpress.com&amp;blog=2986477&amp;post=423&amp;subd=noerpamoengkas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noerpamoengkas.wordpress.com/2009/12/05/quiz-dari-ardi-oleh-ardi-buat-elemen-mesin-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">noerpamoengkas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noerpamoengkas.files.wordpress.com/2009/12/gambar-soal-quiz-elmes-21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar Soal Quiz Elmes 22</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
