Berapa Volume Tubuhmu…….. ?

Pertemuan ke-6 kuliah Mekanika Fluida I kemarin, saya dan teman-teman sekelas diberi beberapa pertanyaan. Bagaimana anda menghitung volume balok ini. Retorika yang tidak perlu dijawab dan semua sudah tahu jawabannya. Tentu, volumenya panjang kali lebar alas kali tinggi. Lalu kami diberi pertanyaan lagi. Dengan mendekati salah satu teman kami, sang dosen bertanya kembali.

“Sekarang kalau kepala temanmu ini saya penggal…..,”kata dosenku sambil mengayunkan tangannya ke leher temanku itu. Seperti algojo yang memenggal kepala tahanan perang.

”Ha..Ha…Ha…!”tawa kami memenuhi seisi ruangan kelas yang dingin. Belum sempat melanjutkan perkataan dosen, kami sudah tertawa.

”Lalu kepala temanmu ini lepas. Sekarang bagaimana kalian menghitung volume kepala temanmu ini?”tanya mantan dekan FTI-ITS itu kepada kami.

”Pasti Archimedes….!”ujarku pada seorang teman di sebelahku.

Memang akan sangat sulit jika kita menghitung benda rigid dengan geometri yang tidak beraturan. Kalau hanya sekedar menghitung benda-benda dengan geometri teratur seperti kubus, balok, kerucut, bola, otak kita langsung berpikir untuk mencari rumus-rumus SD yang sudah terkubur dalam-dalam di bawah alam sadar kita. Tetapi bagaimana menghitung benda dengan bentuk tidak beraturan, yang pepat di sebelah sini, menonjol di sebelah situ, dan lain-lain.

”Itulah masalah yang dipecahkan Archimedes ……!”pak dosen melanjutkan.

Ternyata jawabanku benar. Archimedes. Pikiranku tertuju ke seorang tokoh matematika dan fisika termahsyur di zamannya itu karena teringat kalau dia pernah lari dalam keadaan telanjang di sepanjang jalan kota Yunani setelah berendam lama di bak mandi dan menemukan ilham fluida tentang itu. Ilham fluida bahwa volume benda yang tercelup ke dalam fluida akan sama dengan volume fluida yang dipindahkan atau meluap. Ya, tinggal celupkan saja kepala tanpa badan itu ke ember cucian yang diisi penuh, lalu hitung volume fluida yang tertumpah.

Ya, itulah bedanya orang biasa dengan orang luar biasa. Kalau kita mungkin berendam di bak mandi lama, kalau sudah mulai bosan keluar dan langsung menjemur handuk di pengering, tapi kalau Archimedes, berendam lalu dengan melihat air yang tadinya penuh itu lalu meluap keluar bak, ia berpikir. Berpikir. Berpikir. Berpikir. Lalu tanpa sempat membawa handuknya, ia keluar ke jalan dalam keadaan telanjang sambil berteriak ”Eureka !!!!” Orang kalau sudah senang lupa segalanya.

Bagaimana tidak senang. Archimedes dahulu mendapatkan proyek besar dari raja saat itu. Sebuah proyek metrologi yang sangat besar langsung titah dari sang raja. Proyek untuk mengetahui apakah mahkota sang raja terbuat dari logam emas asli atau tidak. Kemudian diselesaikan oleh Archimedes dengan pemahaman fluida yang sangat brilian. Dipahami bahwa massa jenis emas tentulah berbeda dengan massa jenis logam lain ataupun campuran logam. Dengan menghitung berat dan volume mahkota lalu menyesuaikannya dengan massa jenis emas, diketahui mahkota raja ternyata bukan dari emas murni, tapi dari logam lain yang kemungkinan lebih murah. Dengan membawa semua alat peraga, Archimedes menghadap kepada raja dan memberitahu bahwa mahkotanya tidak terbuat dari emas murni. Raja marah lalu memenggal kepala orang yang membuat mahkota itu. Memenggal kepala mahasiswa. Mungkin raja itu juga menghitung volume kepala pembuat mahkota itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: