Mendekat Kepada Allah dan Meraih CintaNya

Sebenarnya bagaimana kita dapat menjadi dekat dengan Allah. Rasulullah SAW pernah bersabda:

Dan tidaklah seseorang hambaKu itu mendekat padaKu dengan sesuatu yang amat Kucintai lebih daripada apabila ia melakukan apa-apa yang telah Kuwajibkan padanya. Dan tidaklah seseorang hambaKu itu mendekatkan padaKu dan melakukan hal-hal yang sunnah sehingga akhirnya Aku mencintainya. Maka apabila Aku telah mencintainya, Akulah yang sebagai telinganya yang ia gunakan untuk mendengar, Akulah matanya yang ia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang ia gunakan untuk mengambil dan Akulah kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Andaikata ia meminta sesuatu padaKu, pastilah Kuberi dan andaikata memohonkan perlindungan padaKu, pastilah Kulindungi.” (Riwayat Bukhari)

Sudahlah jelas bagi kita tentang hal-hal yang Allah wajibkan kepada kita karena terbatas dan memang jumlahnya sedikit. Demikian juga dengan hal-hal yang dilarang, larangan-larangan tersebut jelas dan terbatas. Rasulullah saw pernah bersabda

Hadist riwayat Thalhah bin Ubaidillah ra., ia berkata: Seseorang dari penduduk Najed yang kusut rambutnya datang menemui Rasulullah saw. Kami mendengar gaung suaranya, tetapi kami tidak paham apa yang dikatakannya sampai ia mendekati Rasulullah saw. dan bertanya tentang Islam. Lalu Rasulullah saw. bersabda: (Islam itu adalah) shalat lima kali dalam sehari semalam. Orang itu bertanya: Adakah shalat lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak ada, kecuali jika engkau ingin melakukan shalat sunat. Kemudian Rasulullah bersabda: (Islam itu juga) puasa pada bulan Ramadan. Orang itu bertanya: Adakah puasa lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak, kecuali jika engkau ingin melakukan puasa sunat. Lalu Rasulullah saw. melanjutkan: (Islam itu juga) zakat fitrah. Orang itu pun bertanya:Adakah zakat lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak, kecuali jika engkau ingin bersedekah. Kemudian lelaki itu berlalu seraya berkata: Demi Allah, aku tidak akan menambahkan kewajiban ini dan tidak akan menguranginya. Mendengar itu, Rasulullah saw. bersabda: Ia orang yang beruntung jika benar apa yang diucapkannya (Hadits Sahih Riwayat Imam Muslim)

Mengerjakan amalan-amalan sunnah atau amalan tambahan akan makin membuat kita semakin dicinta oleh-Nya. Sudah dekat, makin dekat lagi kita kepada-Nya. Jika Allah mencintai kita, maka akan terjaga mata, telinga, tangan dan kaki kita dari hal-hal yang tidak berguna, sia-sia, dan mendapatkan hal-hal yang bermanfaat dari indra-indra tersebut. Selain itu, juga dipenuhinya doa-doa kita selama ini.

Sesungguhnya Allah Maha Pemberi, tanpa memohon dan meminta, Allah sebenarnya telah memberikan rahmat dan nikmat-Nya yang banyak hingga manusia kelak takkan dapat menghitung nikmat-nikmat itu. Apalagi jika hamba-Nya yang shaleh memohon, Allah akan memberikannya. Wallahualam.

(Ardi N-USC)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: