UNAS Yang Selalu Berkesan ………..

          Pagi ini adik-adik kita yang duduk di bangku kelas 3 SMA sedang berdebar-debar menanti soal-soal UNAS yang akan keluar. Selama beberapa bulan terakhir mereka hanya bisa meraba-raba variasi soal apa yang akan keluar lewat berbagai macam soal prediksi UNAS yang banyak sekali macamnya dan dapat mudah dicari di toko-toko buku di sekitar kita. Tidak seperti zamanku dahulu saat kelas 3 SMA dengan UNAS bermata pelajaran tiga, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika, sekarang adik-adik kita yang akan menjalani UNAS ini dihadapkan dengan enam mata pelajaran yang akan diujikan, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi dan Kimia bagi mereka yang IPA dan penambahan Sosiologi, Geografi dan Ekonomi bagi mereka yang IPS.

          Ini adalah ujian bagi mereka. Kenyataan penambahan mata pelajaran pada UAN atau UNAS atau apapun istilahnya itu, diterima adik-adik siswa kelas 3 SMA tersebut di tengah-tengah tahun pelajaran 2007-2008 bukan sebelumnya. Persiapan sekolah dan prospek pengajaran yang dirancang sekolah seakan-akan dirombak setelah di tengah tahun pelajaran tersebut pemerintah menetapkan pengujian 6 mata pelajaran tadi. Tak hanya sekolah tetapi juga elemen di dalamnya terutama para siswa yang akan menjalani UAN sempat syok, melihat kenyataan mereka akan menhadapi ujian yang cukup berat di akhir tahun pelajaran ini. Bagaimana tidak, tiga mata pelajaran tambahan tersebut di atas beberapa tahun terakhir memang diujikan oleh sekolah lewat Ujian Akhir Sekolah atau Evaluasi Belajar Tahap Akhir tertulis yang tidak lepas dari intervensi sekolah dalam pelulusan siswa-siswanya.

          Pembuktian siapa di antara mereka yang hebat. Seorang motivator pernah berkata bahwa kita bisa jadi hebat bukan karena fasilitas dan kemudahan yang kita peroleh tetapi justru masalah-masalah yang kita hadapilah yang tanpa kita sadari telah ”mendidik” kita sebagai manusia yang tangguh dan hebat. Kadang diri kita ini perlu dibenturkan dengan masalah, masalah, dan masalah agar kita dapat mengambil ibra atau pelajaran dari setiap peristiwa yang telah kita alami. Sosok yang benar-benar kuakui mendidikku tanpa kenal lelah selama ini, Ibu, pernah berkata apapun yang diujikan, seberat apapun yang akan diujikan, pasti dapat kamu lalui dengan akhir yang manis, jika kamu mau, belajar dan berdoa. Syarat yang satu sama lain tidak dapat lepas dan saling berkaitan. Mau, terkait dengan motivasi dan spirit awal dalam bergerak, belajar, usaha yang dilakukan dalam bergerak dan berdoa, dukungan dari faktor luar akal yang dapat sering mempengaruhi hasil akhir setiap kerja dan usaha. Inilah yang selalu kutanamkan dalam memotivasi adik-adikku les maupun adik kelasku yang duduk di bangku kelas 3 SMA.

          Mengenai pahit getirnya perjuangan meniti pendidikan juga pernah kualami saat sekolah menengah. Danun SMP hanya mempengaruhi kelulusan saat di SMP dan tidak pada seleksi masuk SMA karena saat itu seleksi masuk SMA hanya ditentukan dengan pelaksanaan tes masuk. Sudah belajar UAN belajar buat tes masuk lagi. Seperti SPMB saja. Tanpa diketahui apa Danun saat itu juga berpengaruh namun jika melihat nilai Danunku yang pas-pasan kemungkinan diterima di SMAN 5 juga sangat tipis. Danun 24,10 saya kira tidak ada apa-apanya. Karena nilai tes masuk yang baik, membuatku diterima di SMA tersebut. Ini hanya sebagian kecil dari berbagai pengalaman dan perjuangan insan-insan terdidik mendapatkan pendidikan yang layak dan ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

          Bagaimanapun UAN juga bukan harga mati yang menentukan kompetensi siswa. Karena hanya aspek kognitif hanya termasuk di dalamnya. Masih perlu banyak evaluasi dalam pelaksanaan UAN ini. Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang mendidik siswa selama 3 tahun sebaiknya diberikan wewenang penuh dalam menentukan kelulusan karena merekalah yang mengetahui kompetensi dan kemampuan anak didiknya selama 3 tahun tersebut. Wallahualam bishshawab.

 

(Ardi N)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: