Tidak Tahu….!

Kadang tak jarang kita ditanya oleh teman, saudara ataupun orang lain mengenai suatu hal. Namun kadang karena kita “jaga image” atau agar terlihat pintar oleh orang lain, kita tetap menjawabnya meskipun sebenarnya kita tidak tahu pasti apa jawabannya. Karena menjawab sebuah pertanyaan, kita harus memiliki ilmu tentang hal yang ditanyakan. Dan jika kita menjawab bukan atas dasar ilmu, maka kita sama saja dengan menyesatkan orang lain.

Oleh karena itu, mengapa kita tidak mengatakan “TIDAK TAHU!” Itu bukanlah sebuah aib, bukan cela dari ilmu dan kemampuannya. Bahkan bisa jadi itu adalah syumuliyah pengetahuannya.

Dalam Al-Quran, banyak sekali ayat-ayat yang menceritakan pertanyaan-pertanyaan tentang berbagai hal.

Ketika ditanya tentang hal ghaib dan roh.

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Q.S. Al-Isra` : 85)

(Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka): “Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu?.” Para rasul menjawab: “Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib.”” (Q.S. Al-Maidah : 109)

Ketika ditanya tentang hari yang dijanjikan

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya padamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”” (Q.S. Al-A`raaf : 187)

Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.” Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (Q.S. Al-Ahzab (33) : 63)

Ketika ditanya tentang Allah

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. Al-Baqarah : 186)

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah.” Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku.” Kepada- Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.” (Q.S. Az-Zumar : 38)

Fir’aun bertanya: “Siapa Tuhan semesta alam itu?”. Musa menjawab: “Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya.” Berkata Fir’aun kepada orang-orang sekelilingnya: “Apakah kamu tidak mendengarkan?” Musa berkata (pula): “Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu.” Fir’aun berkata: “Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila.” Musa berkata: “Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal.” Fir’aun berkata: “Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan.” (Q.S. Asy-Syu`araa (26) : 23-29)

Bahkan ketika para malaikat diberitahu oleh Allah, akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Dalam Al-Quran,

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”” (Q.S. Al-Baqarah (2) : 30)

Dan para malaikat dan Nabi Adam as menjawab pertanyaan tentang benda-benda di bumi.

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” Mereka menjawab: ”Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”” (Q.S. Al-Baqarah (2) : 31-33)

Tampak para malaikat tidak malu untuk menyerahkan sesuatu yang tidak mereka ketahui kepada Allah.

Ilmu sangat luas dan hanya Allah yang dapat Meliputi segala ilmu, Allah Maha Mengetahui. Adapun manusia hanya memperoleh pengetahuan hanya sedikit sekali. Jelas dalam Al-Quran, ”…. dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” (Q.S. Al-Isra (17) : 85). Jadi jangan sungkan untuk berkata tidak tahu, jika kita memang tidak mempunyai ilmunya.

Rasulullah saw sendiri mengatakan tidak tahu ketika ditanya tentang hal yang tidak Beliau ketahui. Suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Nabi saw, lalu bertanya, “Wahai Rasulullah tempat manakah yang paling baik? Maka beliau menjawab, “Aku tidak tahu.” Lalu orang tersebut bertanya lagi, “Tempat manakah yang paling buruk?” Maka Rasulullah menjawab, “Aku tidak tahu.” Orang tersebut lalu berkata, “Tanyakanlah kepada Rabbmu.” Maka datanglah Jibril ‘alaihissaalam kepada Rasulullah saw, lalu beliau berkata, “Wahai Jibril tempat manakah yang paling baik? Jibril menjawab, “Aku tidak tahu.” Lalu Nabi bertanya lagi, “Tempat manakah yang paling buruk?” Maka Jibril menjawab, “Aku tidak tahu.” Demikianlah, hingga akhirnya Jibril as. bertanya kepada Allah subhanahu wata’ala, sehingga diberitahukan bahwa tempat yang paling baik adalah masjid-masjid, dan tempat yang paling buruk adalah pasar-pasar.

Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. berkata : ” Langit yang manakah tempat aku bernaung, bumi manakah tempat aku berpijak jika aku mengatakan tentang Kitabullah dengan tanpa ilmu?

Ibnu Mas`ud ra. berkata : ”Sesungguhnya termasuk bagian dari ilmu jika engkau mengatakan tentang sesuatu yang tidak engkau ketahui, ‘Allahu a’lam (Allah yang lebih tahu).

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan sebagaimana diriwayatkan oleh Asy-Sya’bi, bahwa beliau keluar menemui para tabi’in lalu berkata : ”Sungguh membuat hati menjadi sejuk.” Lalu ditanyakan, “Apakah itu?” Beliau berkata, “Engkau mengatakan, “Allahu a’lam” terhadap sesuatu yang tidak engkau ketahui.

Nafi’ mantan budak Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari beliau, dia mengatakan : ”Bahwa Ibnu Umar apabila ditanya tentang sesuatu

yang tidak dia ketahui dia menjawab, “Tidak tahu, aku tidak memiliki

pengetahuan tentang itu.

(Ardi N)

Sumber : Al-Quran, al-hadits dan kitab Al Mu’allim al Awwal, Fuad bin Abdul Aziz Al Syalhub (Kholif Abu Ahmad)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: