Ghibah (Membicarakan Aib Orang Lain)

Nabi saw berjalan pulang. Beliau mendengar dua orang laki-laki di belakangnya sedang berbincang-bincang, “Lihatlah orang itu, dia mati seperti seekor anjing.” Nabi saw tidak menanggapi. Lalu beliau melewati tanah kosong yang di atasnya tergeletak bangkai keledai. Maka Nabi saw bersabda, ”Makanlah kalian berdua.” Keduanya menjawab, ”Naudzubillah.” Nabi saw bersabda, ”Kalian berdua telah makan daging saudara kalian.”

Salah seorang sahabat berkata tentang ghibah, maka Nabi saw bersabda kepadanya, ”Cuci mulutmu.” Dia berkata, ”Aku tidak makan daging.” Nabi saw bersabda, ”Tidak, kamu telah memakannya.” Laki-laki itu berkata, ”Aku tidak makan daging.” Nabi saw bersabda lagi, ”Kamu telah makan. Kamu telah makan daging saudaramu. Cuci mulutmu.”

Dua orang wanita sedang berpuasa. Keduanya tersedak keras. Keduanya pun bertanya kepada Nabi saw, ”Apa yang kami lakukan?” Nabi saw menjawab, ”Muntahkanlah.” Keduanya berkata, ”Tetapi kami tidak makan daging.” Nabi saw bersabda, ”Muntahkanlah.” Manakala keduanya muntah, keluarlah daging berlumuran darah. Keduanya terheran-heran. Nabi saw bersabda, ”Itu adalah daging saudara kalian berdua yang kalian bicarakan keburukannya.”

Semoga Allah menjauhkan kita dari ghibah dan sebab-sebabnya. Hanya Allah-lah yang berada di belakang setiap tujuan. Segala puji hanya bagi Allah Rabbul Alamin.

(Ardi N)

Sumber : Ensiklopedi Kisah Generasi Salaf, Ahmad Salim Baduwailan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: