Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Beliau adalah seorang imam salafi, hujjah atsari, mujtahid, faqih, tsabat, da’i besar. Syaikh Abdul Aziz Abdullah bin Abdurrahman Aali Baz, dilahirkan di kota Riyadh pada bulan Dzulhijjah tahun 1330 H. Beliau menderita sakit mata sehingga lemah penglihatannya pada tahun 1346 H. Kemudian matanya menjadi buta pada tahun 1350 h. Tetapi Allah menggantinya dengan kepandaian yang luas dalanm agama serta kesempurnaan rasa ridha dan kepasrahan kepada rabb semesta alam.

Sudah dimaklumi oleh setiap orang yang memperhatikan, bahwa syaikh Abdul Aziz bin Baz adalah seorang yang luas ilmunya, penuh kebijaksanaan, banyak karya-karyanya, penuh kegiatannya, sangat tekun, tidak lemah, tidak lesu dan tidak bosan. Selalu berdzikir kepada Allah, baik akhlaknya, tawadhu’, sangat takut kepada Allah, banyak memerintahkan kebaikan dan banyak melarang kemungkaran. Berda’wah kepada Allah dengan ilmu, tegas terhadap ahli bid’ah, sangat ingin memurnikan tauhid, tidak meninggalkan suatu kesempatan pemurnian tauhid kecuali dipergunakannya dengan memerangi syirik dengan berbagai macamnya. Tidak menjumpai celaan orang yang mencela agama dan sunnah kecuali beliau segera cepat membantahnya dan menyangkal dengan menggunakan ilmu dan hikmah, bukan sekadar dengan semangat dan emosi. Oleh karena itu hati-hati telah bersatu untuk mencintainya dan akal sehat telah berkumpul untuk menghormatinya dan memuliakannya .

Beliau mulai belajar dan mencari ilmu sejak kecil, telah hafal al-Qur’an sebelum baligh, mengambil ilmu-ilmu agama dan bahasa arab sejak kecil. Beliau belajar ilmu-ilmu syar’i dari para ulama besar di Riyadh, diantaranya :

  • Syaikh Muhammad bin Abdullathif bin Abdurrahman bin Hasan bin Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab,
  • Syaikh Shalih bin Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Hasan bin Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab (qadhi (hakim) Riyadh),
  • Syaikh Sa’ad bin Hamd bin Faris bin ‘Athiq (qadhi Riyadh),
  • Syaikh Hamd bin Faris (wakil Baitul Mal Riyadh),
  • Syaikh Sa’ad Waqqash al-Bukhari (guru tajwid beliau pada tahun 1355 H),
  • Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullathif Aalu as-Syaikh (tempat beliau menimba berbagai macam disiplin ilmu Syari’at Islam mulai tahun 1347-1357 H) yang terakhir ini adalah guru beliau yang utama dan yang terbesar.

JABATAN-JABATAN YANG PERNAH DIDUDUKINYA
Syaikh Abdul Aziz bin Baz pernah menduduki jabatan-jabatan ilmiyah yang tinggi diantaranya:

  1. Jabatan qadhi di kota Kharj tahun 1357 H.
  2. Diangkat sebagai guru di Ma’had Ilmi di Riyadh tahun 1372 H dan guru di kuliyah Syari’ah tahun 1373 H.
  3. Diangkat sebagai na’ib rais (wakil rektor) Jami’ah Islamiyah di Medinah pada tahun 1381 H.
  4. Diangkat sebagai rektor Jami’ah Islamiyah dpada tahun 1390 h.
  5. Diangkat sebagai mufti umum di Kerajaan Arab Saudi .

Disamping jabatan-jabatan tersebut beliau juga menjadi:

  1. Anggota Haiatu Kibari al-Ulama di Kerajaan Arab Saudi.
  2. Pimpinan tertinggi Lembaga Masjid Sedunia.
  3. Pimpinan al-Majma al-Fiqhi al-Islami yang bernaung di bawah Rabithah al-‘Alami l-Islami.

Serta masih ada lagi jabatan lain yang beliau pegang.

KARYA-KARYA BELIAU
Beliau banyak menulis buku-buku yang bermanfaat,demikian pula dengan ceramah-ceramah dan pembicaraan-pembicaraanya melalui surat-surat kabar dan media siaran lainnya. Karya-karya beliau yang masyhur diantaranya:

  1. At-Tahqiqu wal-Idhahu li Katsirin min masaili al-Hajji wa az-Ziarah.
  2. At-Tahdziru min al-Bida’.
  3. Risalatani fi az-Zakat wa ash-Shiyam.
  4. Al-qidatu ash-Shahihah wa ma Yudhaadduha
  5. Wujubul-‘Amali bi Sunnatir-Rasul wa Kufru man Ankaraha.
  6. Al-Fawaid al-Jaliyyah min al-Mabahits al-Fardhiyah.
  7. Ad-Da’wah ilallah wa Akhlak ad-Du’at.
  8. Wujubu Tahkimi Syar’illah wa nabdzu ma Yukhalifuhu.
  9. Hukmu as-Sufur wa al-Hijab wa Nikah asy-Syighar.
  10. Naqdhul-Qaumiyyah al-Arabiyyah.
  11. Al-Jawabul Mufid fi Hukmit-Tashfir.
  12. Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab : Da’watuhu wa Shiratuhu.
  13. Tsalatu ar-Rosail fish-Sholat.
  14. Hukmu Islam fiman Thaa’ana fi al-Qur’an, wa fi rosulillah.
  15. Hasyiyah ‘ala Ajzai min Kitab : Fathil Bari Syarah al-Bukhari.
  16. Iqamatil barahin ‘ala Hukmi man Istaghatsa bi Ghairillah au Shaddaqa al-Kahanata wal-‘Arraafin.
  17. Al-Jihad fi Sabilillah.
  18. Al-Durus al-Muhimmah li-‘Aammatil -Ummah.
  19. Majmu’ al-Fatawa hingga sekarang telah terbit delapan jilid.

Beliau wafat pada subuh Kamis 27 Muharram 1420 H di kota Thaif, dishalatkan pada hari Jumat (28 Muharram 1420 H) di Masjid Haram, dan dimakamkan di pemakaman al-‘Adl Makkah.

(dari berbagai macam sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: