Mesin Pengolah Ketela Pohon (1)

Akhirnya setelah satu bulanan, Ardi bertemu dosen pembimbing PPEM. Bagi anak jurusan Teknik Mesin ITS, PPEM adalah jalan tanjakan yang cukup berat untuk dilalui. No PPEM No TA (Tugas Akhir). PPEM singkatan dari Proyek Perancangan Elemen Mesin. Dari namanya sudah ketahuan, proyek merancang sebuah mesin dengan elemen-elemen mesinnya. Ya itulah yang kujalani sekarang…..

Di awal-awal semester ini, sebenarnya Ardi punya banyak sekali judul proyek yang akan diajukan. Mulai dari mesin pembuat bakso, mesin perontok gabah padi, mesin pengelupas kulit ari kedelai, mesin …., mesin…., sampai mesin pembuat minyak jarak. (Wuih… banyaknya). Ya, di saat teman-temanku yang lain bingung nyari “judul” untuk proyeknya, Ardi malah bingung untuk “milih” judul. Brainstorming sesaat ketika nganggur di rumah, corat-coret kertas usang hingga didapat judul-judul itu.

Asistensi pertama kira-kira satu minggu setelah pengumuman dosen pembimbing. Beliau Bapak Ir. J. Lubi. Pernah jadi dosen Elemen Mesin III saat semester kemarin. Di asistensi itu, kusodorkan semua judul-judul itu. Memang dari sekian banyak judul, lebih tertarik pada rancang bangun mesin pengolah biji jarak, perontok padi, pengelupas kulit ari kedelai dan pengolah ketela pohon. Dosen pun akhirnya tertarik pada rencana mesin pengolah ketela pohonku.

Memang ada beberapa mesin yang pernah dirancang oleh senior-senior yang sudah mengambil proyek ataupun yang pernah mengajukannya di PKM. Seperti mesin perontok padi, sudah pernah dibuat senior tahun 2002 yang saat itu dibawa ke salah satu lomba perancangan dan menang. Atau mesin pengolah biji jarak menjadi minyak jarak yang secara langsung, oleh dosen pembimbing, dikatakan sudah dan sedang dirancang oleh salah satu mahasiswa Desain. Atau mesin pengelupas kulit ari kedelai yang memang sejak awal belum punya bayangan tentang mekanismenya karena umumnya kedelai dikelupas kulit arinya dalam keadaan basah.

Pilihan jatuh ke rancang bangun mesin ketela pohon. Beberapa senior bahkan pernah merancang mesin ini baik untuk kepentingan proyek maupun lomba, PKM. Namun kedua-duanya menggunakan proses pengolahan dengan pisau yang bergerak translasi. Ardi sejak awal mencoba mengubah mekanisme dengan menggunakan disk bermata pisau. Dan juga tak hanya bisa digunakan untuk mengiris ketela pohon, tapi rencananya mesin yang akan dirancang ini juga dapat memarut. Mesin rancanganku ini nantinya bisa mengiris dan memarut, walaupun tidak secara bersamaan tapi bergantian sesuai kebutuhan penggunanya nanti.

Semoga saja proyek ini dapat berjalan sukses. Siapa tahu dapat dibuat mesin jadinya lalu digunakan untuk memproduksi keripik singkong atau tepung tapioka. Biar jadi manfaat. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: