Mesin Pengolah Ketela Pohon (2)

Ada yang lain. Jauh dari bayangan semula. Awalnya ingin seperti ini tapi tidak disarankan untuk ini. Tapi itu. Apakah itu? Apakah ini? Apakah bayanganku semula itu? Ini dan itu sebenarnya sama saja tujuannya tapi caranya. Ketela pohon maunya dimasukkan langsung pakai tangan tetapi disarankan memakai mekanisme masukan khusus.

Ya, sepertinya mulai jelas (dari semua kebingungan di atas). Bayanganku semula, ketela pohon yang akan diiris dimasukkan biasa saja dengan dorongan tangan, kemudian masuk ke pengiris. “Ini”, memasukkan ketela pohon manual dorongan tangan. Sedang “itu”, memasukkan ketela pohon dengan mekanisme intermittent motion. Jadi tambah rumit. Lalu dosen pembimbing mengingatkan suatu istilah yang tidak asing, kudengar saat mata kuliah Kinematika Mekanisme, Geneva Wheel.

Setelah membuka beberapa referensi dan browsing akhirnya kudapatkan penjelasan gamblang Geneva Wheel. Intinya, mekanisme Geneva Wheel kira-kira sebuah rotasi yang kontinyu dapat menyebabkan rotasi yang lain dan bersifat intermittent rotary. Sesaat bergerak rotasi, kemudian berhenti, kemudian bergerak rotasi kembali, kemudian diam lagi, begitu seterusnya. Nantinya mekanisme ini akan kupasang pada sistem masukan ketela pohon mode pengiris. Harapannya agar saat pengirisan tidak terjadi penekan berlebih pada disk yang berputar (dapat menyebabkan pembebanan fluktuasi pada disk dan poros nantinya)

Ingin tahu visualisasi dari Geneva Wheel? Please click!!

https://noerpamoengkas.wordpress.com/2008/10/13/visualisasi-geneva-wheel/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: