Mesin Pengolah Ketela Pohon (3)

Menilik Nilai Ekonomis Ketela Pohon

Ketela pohon sebagai salah satu komoditi perkebunan Indonesia, selama ini dipandang sebelah mata. Ketela pohon ternyata tidak hanya dibuat sebagai bahan baku pembuatan tepung tapioka, jajan gethuk atau panganan singkong keju tapi juga sebagai bahan baku alternatif bioetanol. Hal ini menjadikan sumber daya alam ini sebagai salah satu perhatian utama akhir-akhir ini.

Pembudidayaan Ketela Pohon

Kita tahu ubi kayu sebagai tanaman yang mudah didapat dan dibudidayakan. Tanaman ini dapat ditanam di lahan yang kurang subur dengan resiko gagal panen 5%, serta tidak memiliki banyak hama. Harga jual terbilang rendah dan dianggap sebagai tanaman yang menguruskan tanah karena banyak mengambil unsure hara tanah. Hal ini sangat tergantung pada kesuburan tanah, produktivitas dan pemupukan.

Tingkat produksi ketela pohon tingkat nasional pada tahun 2006 hanya 20,05 juta ton dengan luas panen 1,24 juta ha. Ini berarti hanya 16,2 ton / ha. Sementara produksi singkong di Thailand sebanyak 21,44 juta ton dari lahan seluas 1,06 juta ha atau dengan tingkat produktivitas 20,28 ton / ha. Selama ini petani menanam ketela pohon secara tidak sungguh-sungguh, begitu ditanam langsung ditinggal begitu saja, dan tidak dijadikan prioritas produksi utama. Pemupukan juga dilakukan sekadarnya, semisalnya menggunakan sisa pupuk jagung yang ditanam sebelumnya. Situasi ini dimaklumi karena penghasilan petani yang rendah sedang pupuk yang digunakan makin lama makin mahal.

Kalau produksi singkong bisa mencapai 25 juta ton / ha dan harga per kilonya Rp 350,00, maka tentu akan meningkatkan pendapatan yang besar bagi petani, meski dikurangi biaya produksi. Di sisi lain, industri akan terus menjalankan proses produksi karena bahan baku terpenuhi sepanjang tahun. Lampung sebagai sentra ketela pohon, tahun 2006 menyumbangkan produksi ubi kayu sebanyak 5,5 juta ton dari luas panen 2,8 ribu ha.

Manfaat Ketela Pohon

Seharusnya tingkat produksi nasional ketela pohon ditingkatkan. Hal ini karena sesungguhnya kebutuhan akan bahan singkong sangat besar. Penggunaannya mulai dari bahan makanan, keperluan industri farmasi, kimia, bahan bangunan, kertas maupun biofuel bioetanol. Bahkan turunannya pun masih berguna, misalnya sebagai pakan ternak, saus dan sebagainya.

Bioetanol Ubi Kayu

Ubi kayu dapat dijadikan bahan bakar alternatif bioetanol, pengganti bahan bakar minyak untuk kendaraan dengan dasar etanol atau alkhohol hasil fermentasi singkong atau ubi kayu. Sebenarnya studi berhadap bioetanol di Indonesia dilakukan sejak tahun 1983, bertepatan dengan produksi ketela pohon Lampung yang saat itu melimpah ruah. Indonesia masih menggunakan campuran antara singkong (8%), pepes tebu (1%) dan sorgum (1%). Tapi nantinya hanya akan menggunakan singkong saja. Hal ini dapat mengulang sukses penggunaan bahan bakar alternatif negara lain seperti Brasil yang menggunakan tebu sebagai bahan baku etanol dan Amerika Serikat yang memakai jagung.

Singkong yang dikonsumsi manusia dan yang digunakan sebagai bahan baku bioetanol berbeda. Singkong untuk bioetanol harus memiliki kadar pati yang tinggi yaitu 25% sampai 45%. Menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Balai Besar Teknologi Pati Lampung, Maret 2006, dari 6,5 kg ubi kayu segar dapat dihasilkan 1 liter etanol berkadar 95% dengan harga jual Rp 3.500,00 / liter. Dan jika ditambah dengan ongkos tenaga kerja, transportasi dan lain sebagainya maka harga jualnya akan menjadi Rp 4.350,00 / liter.

Ini dapat menjadi kebangkitan komoditi singkong ketiga, setelah pemberdayaannya untuk gaplek sebagai bahan makanan alternatif dan penggunaannya sebagai bahan baku tapioka.

Sumber : http://www.majalahpengusaha.com

2 Responses

  1. mohon di kirimi cara membuat bioetanol

  2. kami penghasil ketela pohon.tiap hari 2 kwintal.mohon cara pembuatan bieyanol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: