SKEM…….(!@#$%^&*)

SKEM, singkatan dari Satuan Kredit Ekstrakurikuler Mahasiswa. SKEM ini adalah semacam poin yang diberikan kepada mahasiswa yang aktif baik dalam ormawa, unit kegiatan mahasiswa, maupun mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun non akademik seperti lomba atau bahkan menjadi pembicara dalam sebuah seminar. Poin SKEM mahasiswa paling tidak harus memenuhi standar minimal poin yang ditetapkan oleh Rektorat agar dapat mengikuti yudisium.

Rencana

SKEM mulai dierapkan pada mahasiswa angkatan 2008 dan selanjutnya. Di suatu kesempatan, Pembantu Dekan III FTSP, Ir. Mudji Irawan M.S. berkomentar bahwa SKEM ini berangkat dari keprihatinan atas kurangnya partisipasi mahasiswa atas program-program kerja yang telah disusun ormawa. Dengan ini, harapannya dapat menghidupkan ormawa, unit kegiatan serta ekstrakurikuler yang beberapa di antaranya mati suri.

Ketentuan SKEM

SKEM ditetapkan berdasarkan Peraturan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Nomor 3112/12/KM/2008. Tidak hanya sekedar menambah beban di pikiran mahasiswa, yang setiap harinya sudah dipusingkan dengan tugas, ujian, ataupun praktikum, namun SKEM ini membawa membawa misi utama untuk meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa ITS agar nantinya didapatkan lulusan yang siap menghadapi tantangan kerja. Peraturan SKEM ini telah disahkan dan diberlakukan kepada mahasiswa ITS angkatan 2008-2009 program S1 dan D3 reguler sejak 13 Juni 2008. Sosialisasi tentang SKEM ini sangat diperlukan agar tidak menghambat mereka menjadi wisudawan nantinya.

Poin SKEM yang nantinya dikumpulkan mahasiswa tidak sembarangan dan telah ditetapkan pula jumlahnya. Hal ini sudah diatur dalam BAB IV pasal 9 – 13. Poin minimum untuk mahasiswa program S1 reguler adalah 1000 poin, sedangkan untuk mahasiswa program D3 reguler sebanyak 750 poin.

Nantinya hasil penilaian SKEM akan dimasukkan dalam transkrip nilai mahasiswa. Adanya SKEM ini dimaksudkan untuk kepentingan dan kebaikan mahasiswa serta diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk dapat menggali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Jaring Pendapat Tentang SKEM

Seiring dengan pewacanaan SKEM, ITS sempat mencoba mengadakan polling lewat websitenya (www.its.ac.id). Dari 1244 orang yang terdiri dari berbagai macam orang, diperoleh hasil polling sebagai berikut :

1 »

IIIIII

13.0% (162)

23 Okt 2008 12:00

2 »

IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII

85.9% (1069)

15 Okt 2008 08:52

3 »

I

1.0% (13)

22 Sep 2008 08:31

Keterangan :

  1. Setuju, dengan adanya SKEM, mahasiswa ITS dapat lebih terpacu mengembangkan soft skill dan berprestasi

  2. Tidak setuju, adanya sistem poin pada SKEM hanya membebani mahasiswa

  3. Tidak tahu

Menambah Motivasi

Bagi mereka yang sejak awal berniat akan aktif berorganisasi menjadikan SKEM sebagai sarana penjamin keberlangsungan organisasi mahasiswa. SKEM tidak akan menjadi beban atau bahkan menjadikan mereka lebih show of force dalam organisasi yang digelutinya.

Namun bagi mereka yang ingin sekedar “nyantai” di kampus, mungkin akan menjadikan hal ini sebagai beban baru di benak mereka. Mereka mungkin hanya akan mengincar sertifikat atau surat keaktifan organisasi tanpa kontribusi banyak dalam organisasi. Nantinya orang-orang akan lebih diarahkan dapat aktif dan bersungguh-sungguh dalam struktur kelembagaan.

Bagi organisasi yang mendapat credit point dari adanya SKEM ini mungkin akan sedikit bernafas lega. Setidaknya proses regenerasi dan kaderisasi mereka akan lebih terbantu. Hanya bagaimana caranya mereka yang kini berada di organisasi-organisasi tersebut dapat “menjual” dan “memarketingkan” organisasinya agar mahasiswa dapat tertarik bergabung dengan mereka.

SKEM di Mesin ITS

Dalam draft peraturan institut tentang SKEM, telah disebutkan bahwa tiap organisasi akan memperoleh nilai kredit yang berbeda-beda. Mereka yang menjadi Ketua JMMI, BEM ITS, Himpunan Mahasiswa Mesin nantinya tidak akan mendapatkan nilai kredit yang sama. Pemberian poin disesuaikan dengan lingkup organisasi yang ada, semakin tinggi dan luas lingkup organisasi, semakin besar nilai kredit yang diberikan oleh pihak institut. Jadi jelas poin organisasi di jurusan lebih kecil dengan poin organisasi di tingkat institut.

Dalam draft itu pula, juga disebutkan bahwa organisasi mahasiswa yang berada di tingkat jurusan adalah himpunan mahasiswa jurusan. Pemberian nilai kredit di tingkat jurusan adalah TKK Kemahasiswaan jurusan. Artinya organisasi mahasiswa di Teknik Mesin yang nantinya akan mendapatkan poin kredit adalah Himpunan Mahasiswa Mesin (saja) dan pemberian nilai diserahkan pada bapak Wawan Aries Widodo, ST. MT. selaku TKK kemahasiswaan jurusan Teknik Mesin. Lalu bagaimana dengan organisasi kemahasiswaan lain di Teknik Mesin.

Perlu diketahui di Teknik Mesin organisasi mahasiswa tidak hanya HMM, di tingkat ini juga terdapat Club dan Lembaga. Club adalah wadah yang menampung minat dan bakat, berada di bawah HMM dengan garis koordinasi. Club di Mesin ITS meliputi, Mesin Music Club, yang mewadahi bidang musik, Mesin English Club, yang mewadahi kebahasaan Inggris, Mesin Autosport, yang mewadahi minat di bidang autosport, dan Dimensi, yang mewadahi minat di bidang jurnalistik. Sedang Lembaga di sini seperti, Lembaga Bengkel Mahasiswa Mesin ITS (sebagai lembaga) dan Lembaga Dakwah Jurusan Teknik Mesin ITS Ash-Shaff (sebagai lembaga swadaya mahasiswa). Dalam perkembangannya, rektorat hanya menyertakan struktur lembaga HMM saja yang akan diberikan SKEM, yang itu berarti club dan lembaga yang lain tidak diberikan poin SKEM dalam struktur organisasi.

Dengan keadaan seperti ini, club dan lembaga hanya akan mendapatkan poin SKEM dari penyelenggaraan kegiatan. Dalam program kerja tersebut nantinya tiap club dan lembaga akan menyertakan tanda rekomendasi dari ketua Himpunan Mahasiswa Mesin dan TKK Kemahasiswaan Jurusan agar dapat poin. Sedang secara struktur organisasi seperti ketua, sekretaris, bendahara, kepala departemen dan lain-lain, mereka tidak mendapatkan poin. Hal ini dapat menjadi ancaman atau mungkin tantangan bagi club dan organisasi tersebut dalam kaderisasi lembaga mereka.

Dakwah dalam Ruang SKEM

Bagaimana dengan lembaga Ash-Shaff, yang kini aku banyak bergelut di dalamnya. Lembaga dakwah jurusan ini sebenarnya sejak awal diberi dua opsi menyikapi kedudukan mereka dalam SKEM. Dua itu

1. Ash-Shaff berada di bawah jurusan, dengan mendapatkan rekomendasi dari Ketua HMM dan penilaian dari TKK jurusan.

2. Ash-Shaff berada di bawah JMMI, dengan rekomendasi dari Ketua JMMI dan pemberian nilai SKEM dilakukan oleh Tim Pembina Kerohanian Islam ITS.

Ash-Shaff telah mengadakan syuro dan sekaligus silaturahim kepada beberapa dosen, menyikapi SKEM ini. Semuanya mengarah ke opsi pertama. Tentu dengan pertimbangan kurangnya jalin koordinasi sejak awal dengan TPKI kecuali untuk kegiatan-kegiatan besar, agar kontrol dan pengawasan pihak jurusan agar lebih mudah dan juga memperoleh pendanaan kegiatan dari jurusan.

Berarti ini akan menjadi tantangan baru bagi bagian kaderisasi. Menciptakan kader-kader baru dakwah di tengah-tengah SKEM. Karena pastinya mahasiswa baru akan menjadikan pencapaian SKEM sebagai salah satu prioritas utama mereka. Sedang lembaga ini tidaklah dapat memberi nilai kredit SKEM yang tinggi bagi mereka.

Inilah pilihan bagi mereka, mahasiswa baru, antara motivasi nilai SKEM atau lillahi ta`ala untuk dakwah dan kebaikan. Perlulah kita mengkaji hadits nabi tentang niat dan keikhlasan.

Amirul mukminin, Umar bin Khattab ra. berkata “Aku mendengar Rasullullah saw. bersabda: ‘Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya’”

Yang mana hadits ini diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaiburi di dalam kedua kitabnya yang shahih.

Wallahu’alam bishshawab.

Referensi :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: