Sisa Kepedihan Khaibar

Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mendustakan ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas” (Al-Baqarah : 61)

Sejak Rasul terakhir diutus, kaum Bani Israel mengetahui Beliau Muhammad saw bukan berasal dari golongan mereka. Kebencian kepada Nabi saw bersama agama yang dibawanya, sepertinya selalu dibawa kaum tersebut. Tak henti-hentinya melakukan konspirasi untuk melawan. Sejak Perang Khaibar hingga sekarang tahun 2009, mata rantai pembalasan itu terus-menerus bersambung.

Ketika kekuatan Israel memasuki Al-Quds pada tahun 1967, tentara Yahudi berkumpul di sekitar ”dinding ratapan” bersama Mose Dayan (sang komandan), mereka kumandangkan yel-yel,

Hari ini balasan atas hari Khaibar

Wahai sisa-sisa kepedihan Khaibar

Agama Muhammad telah berlalu pergi

Muhammad mati di belakang gadis-gadis”

Menachem Begin berteriak kepada kaumnya, ”Kalian semua hai orang-orang Israel, jangan ada rasa kasih sayang hingga kalian habiskan musuh-musuh kalian. Tidak ada basa-basi bela sungkawa hingga kita tuntas membumihanguskan apa yang dinamakan Islam, dan kita bangun di atas puing-puing peradabannya, peradaban kita.”

Ben Gurion, mantan perdana menteri Israel berkata, ”Sesungguhnya yang paling menakutkan kami adalah jika muncul di dunia Arab, Muhammad baru.”

Moro Beeger, penulis Al-`Alamul Arabi Al-Mu`ashir (Dunia Arab Kontemporer), berkata, ”Sesungguhnya ketakutan dan perhatian kita pada Arab dan bangsa Arab bukan karena melimpahnya minyak di sana, tetapi disebabkan oleh Islam. Maka wajiblah memerangi Islam untuk mencerai-beraikannya hingga tak ada lagi persatuan Arab. Karena kekuatan Arab selamanya identik dengan kekuatan Islam. Demikian pula `izzah dan kemajuannya.”

Dan kini, agresi Israel di jalur Gaza, sisa-sisa kenangan itu merasuki jiwa-jiwa mereka. Mereka mengerahkan tank, tembakan senapan, rudal. Dengan dalih pemberantasan sisa-sisa Hamas. Sedang korban dari pihak sipil Palestina banyak berjatuhan. Rudal-rudal itu tidak mempunyai mata dan hati, membunuh apa dan siapa saja yang menghalanginya termasuk warga sipil Palestina.

Ya Allah, berikan keteguhan, kesabaran kepada warga Palestina. Dan berikan kemenangan itu kepada kaum Muslimin. Atau hingga saat kaum dzalim itu mencoba berlindung di belakang pohon-pohon mereka. Hingga saat itu, berikanlah pada kami kekuatan, persatuan dan kesabaran. Karena segalanya adalah milik-Mu dan kepada-Mulah semuanya akan kembali.

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merobah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku”. (An-Nur: 55).

Wallahu alam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: