Critical Shaft

Dalam konstruksi permesinan banyak sekali kita temukan komponen- komponen yang berputar dan mekanisme yang menyebabkan momenmomen disekitar batang atau poros. Poros dalam hal ini mempunyai peranan penting terutama sebagai media penambah gaya yang menghasilkan usaha (kerja).

Suatu poros yang berputar pada kenyataannya tidak berada pada keadaan yang lurus, melainkan berputar dengan posisi melengkung. Pada suatu putaran tertentu lengkungan poros tersebut mencapai harga maksimum. Putaran yang menyebabkan lengkungan poros mencapai harga maksimum tersebut dinamkan dengan putaran kritis. Dan keadaan tersebut diatas dinamakn efek Whirling Shaft.

Definisi Putaran Kritis

Apabila pada suatu poros yang didukung diantara dua bantalan dipasang disk maka poros tersebut akan mengalami defleksi statis. Defleksi tersebut disebabkan oleh berat disk (jika massa poros diabaikan). Defleksi akan bertambah besar akibat gaya sentrifugal pada saat poros berputar.

Putaran kritis poros adalah putaran yang mengakibatkan terjadinya defleksi maksimum pada poros. Hal ini mengakibatkan poros berputar sambil bergetar dengan amplitudo yang besar. Gejala ini disebut whirling shaft. Terjadinya whirling shaft pada permesinan dapat mengakibatkan:

  • Timbulnya getaran yang berlebihan, getaran ini kemudian diinduksikan ke komponen mesin lainnya dan sekelilingnya.

  • Kerusakan mekanik. Hal ini disebabkan oleh tegangan bending yang besar pada poros, gesekan antara poros dan rumah, dan beban yang diterima bearing menjadi berlebih.

  • Pada akhirnya, semua hal diatas akan memperpendek umur (komponen) mesin.

Sumber : Modul Praktikum Mesin Dasar

2 Responses

  1. Contoh aplikasi whirling di dunia nyata apa ya?

  2. kecenderungan poros yang didesain lebih pendek, diameter poros cenderung lebih besar dan berat roda gigi, puli yang dibuat seringan mungkin adalah upaya menghindari whirling shaft. Putaran kritis terasa ketika engine bergetar keras pada kecepatan putar tertentu, lalu tidak bergetar setelah kecepatan putar tersebut dinaikan kembali. Tandanya getaran keras awal terjadi karena putaran kerja engine sama dengan frekuensi natural pertama overall dari engine dan tidak bergetar setelah dinaikkan kecepatan putarnya karena putaran kerja engine sudah melewati frekuensi natural pertama overall engine. Pemahaman frekuensi natural, resonansi, dan modus getar bisa dipelajari lebih lanjut saat kita belajar getaran mekanis pada sistem lebih dari satu derajat kebebasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: