Menggambar Cepat Part Modif untuk SolidWorks

Ada kalanya kita melakukan modifikasi atau perubahan pada part yang sudah pernah dibuat. Salah satu cara umum adalah membuat part dan melakukan drawing part dari awal. Ada cara yang relatif lebih cepat untuk menghasilkan gambar teknik part modif. Cara pertama, membuka drawing file dari part lama, membuka file part-nya, lalu memodifikasinya atau mengubahnya. Cara kedua, memodifikasi atau mengubah file part, mengganti referensi file drawing part lama dengan part baru, lalu simpan file drawing baru dengan nama baru. Langkah-langkah ini akan semakin cepat dan kemungkinan sukses semakin besar jika part yang dimodif atau yang diubah semakin sederhana.

Contoh File Part dan File Drawing

Sebelumnya kita ambil contoh file part dan file drawing lama. Berikut gambar file part contoh. Nama file AB01.

Berikut file drawing dari part lama tersebut.

Contoh modifikasi atau perubahan yang kita lakukan adalah mengubah panjang wallplate dari 305 menjadi 610 satuan panjang.

Cara Pertama

Kita buka file drawing dari part lama. Dari file drawing tersebut, buka file part dengan mengarahkan pointer ke salah satu gambar pandangan, klik kanan dan pilih menu “open part”.

Lakukan perubahan panjang wallplate dengan melakukan “edit feature” pada “extrude thin” part. Arahkan pointer pada “Extrude-Thin1” di sisi workbench, atau arahkan pada badan part, lalu klik kanan dan pilih menu “edit feature”.

Lalu ubah panjang dari properties “edit feature” tersebut, lalu tekan enter. Part akan melakukan “rebuild” otomatis, lalu simpan part dengan ukuran baru ini dengan nama baru. Kita klik menu utama, pilih “File”, lalu pilih “Save As…”. Part baru diberi nama AB02.

Setelah memodifikasi atau mengubah dimensi part tersebut, kita buka file drawing dari part lama. Kita dapati file drawing akan ter-update dan mereferensi ke file part baru, AB02.sldprt. Meskipun nama file drawing AB01.SLDDRW, tetapi referensi file part atau part yang tergambar adalah file AB02.sldprt.

Gambar terlihat tak beraturan karena skala gambar yang terlalu kecil sehingga perlu diperbesar agar gambar pandangan depan, samping dan isometric, cukup di bingkai gambar. Untuk mengubah skala, kita arahkan pointer pada gambar “parent” atau “Drawing View1”, klik kiri dan ubah skalanya di sisi properties. Kita mengubah skala dengan mengganti mode “use sheet scale” menjadi “use custom scale”, pilih “ user defined” pada scroll menu, dan ubah nilai skala yang sesuai. Jika gambar terlalu besar, berarti kita membutuhkan skala yang lebih besar, begitu juga sebaliknya.

Kita mungkin memerlukan sedikit penataan dari letak pandangan depan, samping dan isometric karena ukuran gambar yang tidak sama dengan gambar sebelumnya. Kita dapat melihat, bahwa dimensi yang terukur pada gambar sudah sesuai dengan ukuran part baru sehingga kita tidak perlu memberikan dimensi lagi. Setelah dimensi sudah cocok dan sama, kita simpan file drawing dengan nama baru. Kita beri nama, AB02.SLDDRW. Modifikasi atau perubahan ukuran terkadang dilakukan pada hari atau waktu yang berbeda, selain itu juga oleh drafter, desainer, kepentingan assembly, dan material yang berbeda sehingga perlu ada perubahan pada “sheet format”. Sebagai contoh perubahan pada drafter, tanggal pembuatan gambar, dan bahan material yang dipakai untuk membuat part.

Cara Kedua.

Kita dapat melakukan modifikasi atau perubahan pada file part terlebih dahulu, lalu mengubah referensi file drawing lama. Kita buka file part lama dan ubah part seperti yang dilakukan pada cara pertama. Setelah tersimpan dengan nama file part baru, kita buat file drawing untuk part baru dengan langkah-langkah berikut.

Kita pilih menu “file”, lalu pilih “open”, atau tekan Ctrl-O. Kita dapati window “open”, dan cari file drawing part lama. Klik atau pilih file drawing tersebut, dan klik “References”. Press button untuk “References” biasanya terletak di bawah “Cancel”.

Seteleh mengklik tombol “References”, akan tampil window baru “Edit Referenced File Location”.

Kita klik dua kali pada sel nama pada kolom kiri, yang bertuliskan AB01.SLDPRT. Kita akan dapati window baru “Open” terbuka.

Kita cari folder file part yang baru, pilih file part tersebut, dan tekan enter. Referensi file drawing akan berubah menjadi file part baru, terlihat dari perubahan nama file part referensi di window “Edit Referenced File Location”.

Kita tekan enter dan klik open pada window “open”. Kita akan dapati file drawing dengan nama file part lama, AB01.SLDDRW, dan file part referensi baru, AB02.SLDPRT. Lakukan hal yang sama seperti pada cara pertama dan simpan file drawing dengan nama baru.

Kelemahan dan Keterbatasan Trik

Trik ini biasa dilakukan pada part-part yang sederhana, dan perubahan dimensi yang terjadi tidak terlalu drastis. Jika terjadi perubahan yang drastis pada part baru, biasanya akan tampil window “Dangling Detail Items” yang merespon hilangnya referensi dimensi dan catatan pada drawing, setelah kita mengubah part lama pada cara pertama atau mengubah referensi part pada cara kedua. Kita ambil contoh file part AB03.SLDPRT ini.

Saya sarankan tetap tekan OK. Jika kita tekan OK, kita akan dapati garis ukur pada gambar yang “melayang” tanpa ada sisi dimensi yang diukur karena ada bagian part yang dihilangkan. Setidaknya dengan begitu kita mengetahui bagian sisi mana yang perlu atau tidak perlu diberi dimensi.

Semakin banyak garis yang kehilangan sisi terukurnya, semakin banyak kita buat garis ukur baru. Semoga Bermanfaat.

Kata Kunci: Kata Kunci: SolidWorks, SolidWorks Tutorial, Tutorial SolidWorks, SolidWorks Indonesia, Drawing SolidWorks, Modification Part, SolidWorks 2012.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: