Air yang Berharga

Air adalah zat penting bagi semua bentuk kehidupan di bumi ini. Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 trilliun kilometer kubik air di Bumi, yang sebagian besar terdapat di laut dan lapisan-lapisan es, selain itu juga terdapat di awan, hujan, sungai, danau, dan uap air.  Air dapat berwujud cairan (air), padatan (es) dan gas (uap air), sehingga menjadi satu-satunya zat yang bisa berwujud ketiganya secara alami di atas permukaan bumi. Pengelolaan air yang kurang baik dapat menyebabkan kekurangan air, monopoli, privatisasi dan menyulut konflik. Indonesia telah memiliki UU yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni UU no 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

Industri Air

Beberapa kali, saya menangani proyek konveyor untuk line produksi perusahaan air minum dalam kemasan, seperti Aqua Danone dan Amidis Tirta Mulia. Tak hanya keduanya, masih banyak perusahaan swasta nasional yang bergerak di industri air minum. Secara garis besar, produk mereka terbagi menjadi tiga jenis, yaitu gelas, botol dan galon. Ukuran gelas sekitar 220 ml, botol antara 300 ml sampai 1,5 liter, dan galon 19 liter. Line produksi mereka secara umum sama mulai dari washing machine, filling machine, labelling machine sampai packing machine.

Sejarah industri air minum di Indonesia tidak terlepas dari sosok Bapak Tirta (Tirto Utomo). Beliau adalah pendiri PT. Aqua Golden Mississippi (AGM) pada tahun 1973, yang merupakan cikal bakal produsen air minum Aqua. Sebelumnya Tirto Utomo bekerja di Pertamina. Tetapi untuk fokus pada bisnisnya ini, lulusan Fakultas Hukum UI ini melepaskan pekerjaannya di Pertamina. Awalnya Awalnya orang sinis dengan ide Tirto Utomo untuk menjual air minum kemasan botol yang harga per botol awalnya sama dengan harga 1 liter bensin Premium. Namun Tirto Utomo yakin, pada masa yang akan datang Indonesia akan kekurangan air bersih yang siap untuk diminum, sehingga idenya ini terus dia lanjutkan dan tidak memikirkan komentar sinis orang. Pada awalnya market AGM adalah orang-orang asing yang ada di Indonesia, karena mereka yakin air kemasan lebih steril dan aman daripada air tanah dan air PDAM. Dengan mendirikan pabrik air minuman dengan mesin yang canggih di Bekasi, sehingga orang asing lebih percaya dengan minuman air kemasan ini. Pada tahun 1985, diperkenalkan air minum kemasan kecil ukuran 200 ml, yang memungkinkan orang dapat minum air bersih dengan harga yang tidak terlalu mahal. Pada tahun 1987, Aqua menggunakan kemasan dari Polyethylene Terephthalate (PET) yang jauh lebih unggul dari PVC. Hal ini merupakan hal yang membuat Aqua lebih terkenal dan unggul daripada perusahaan atau supplier air minum botol di Amerika dan Eropa. Pada tahun 1990, penjualan dengan kemasan melonjak menjadi 1,130 juta  liter, sehingga pada saat itu Aqua menguasai pasar di Indonesia. Aqua berasal dari bahasa Latin yang artinya air, dimana pada awalnya di jual untuk orang asing, tetapi kemudian Tirto Utomo melihat pasar masyarakat Indonesia juga memiliki potensi, sehingga dia menjual air kemasan botol ukuran kecil dan ditempatkan di terminal-terminal bus di Jakarta dan sekitarnya, serta sepanjang jalan pantura Jawa Tengah. Hal ini ternyata sukses, membuat Aqua diminati oleh para supir-supir bus dan penumpang, serta masyarakat lainnya. Hal ini menunjukkan, bahwa masyarakat Indonesia sangat membutuhkan air mineral botol yang bersih.

Sumber air dari perusahaan Aqua dan sejenisnya yang lain adalah sumber air pegunungan. Khususnya di Pulau Jawa, yang memiliki banyak gunung dan pegunungan, terdapat banyak sumber air pegunungan. Bahkan bisa dikatakan, setiap ada sumber air pegunungan akan selalu didapati perusahaan air minum dalam kemasan, sejenis Aqua ini. Walaupun demikian banyak pembukaan produksi air minum di beberapa sumber air pegunungan yang tidak diterima oleh warga sekitar karena kekhawatiran akan kerusakan alam di sekitarnya.

Air yang tersedia di alam, mengalir terus-menerus, kemudian diberi wadah, dikemas, dan dijual dengan harga yang mahal sebagai kompensasi penambahan nilai barang pada air tersebut adalah ilustrasi dari industri air minum. Investasi mereka adalah pembuatan line produksi dan konservasi alam sekitar produksi. Namun sayangnya, menurut saya, semua itu dikelola oleh pihak swasta. Padalah air adalah sumber daya yang menunjang hajat hidup orang banyak sehingga seharusnya pengelolaannya diselenggarakan oleh pemerintah dalam hal ini dikelola oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Namun melihat laju dinamika industri air minum dalam kemasan, akan sangat riskan menasionalisasi industri air minum swasta yang ada. Revitalisasi pengolahan air baku dan profesionalisme pegawai di PDAM lebih penting dan realistis.

Air dan Kehidupan Biosfer

Air memiliki sifat-sifat yang penting sebab kehidupan. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara.

Perairan Bumi dipenuhi dengan berbagai macam kehidupan. Banyak ilmuwan yang memperkirakan hewan dan tanaman pertama berasal dari perairan. Hampir semua ikan hidup di dalam air, selain itu, mamalia seperi lumba-lumba dan ikan paus juga hidup di dalam air. Hewan-hewan seperti amfibi menghabiskan sebagian hidupnya di dalam air. Bahkan, beberapa reptil seperti ular dan buaya hidup di perairan dangkal dan lautan. Tumbuhan laut seperti alga dan rumput laut menjadi sumber makanan ekosistem perairan. Di samudera, plankton menjadi sumber makanan utama para ikan.

Bagi manusia, air sangat penting untuk menunjang hidup. Sekitar 70% tubuh manusia tersusun dari air, tergantung ukuran tubuh. Seperti disebutkan sebelumnya, air berfungsi sebagai faktor metabolisme. Kita disarankan untuk minum satu sampai tujuh liter setiap hari untuk meghindari dehidrasi, jumlah yang pasti tergantung pada aktivitas, suhu, kelembaban lingkungan dan lain-lain. Selain dari minum, air juga diperoleh dari makanan.

Air dan Peradaban Manusia

Peradaban manusia tidak terlepas dari air. Karena dapat dikatakan di mana ada air di sana ada vegetasi alami, di mana ada vegetasi di situ ada kehidupan, di mana ada kehidupan di situ ada manusia. Jika kita lihat semua peradaban kuno manusia, mulai dari peradaban Mesopotamia, Mesir Kuno, sampai Cina Kuno, semuanya tidak lepas dari air. Peradaban Mesopotamia berada di antara sungai Tigris dan Euphrate. Peradaban Mesir Kuno di sepanjang sungai Nil. Peradaban Cina Kuno dengan Sungai Kuning-nya. Perairan bagi manusia berguna untuk irigasi persawahan, sarana transportasi, sarana lalu lintas perdagangan, dan perikanan.

Islam Memandang Air

Dalam Islam, air memiliki kajian tersendiri, terkait dengannya sebagai sarana wudhu ataupun bahan minuman. Islam memandang air sebagai zat yang berharga dan dihargai. Pada zaman Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, Jazirah Arab bukanlah tempat yang melimpah air dan sumber air sangat terbatas dan tertentu di beberapa sumur air dan oasis gurun sehingga tak hanya Islam yang dibawa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam saja tetapi kaum jahiliyah Arab sangat menganggap air sebagai barang berharga dan harus dijaga keberadaannya.

Air yang terkenal di Jazirah Arab, bahkan sampai saat ini, adalah air Zam-Zam. Air Zam-Zam adalah sumber air di sekitar Kakbah yang digunakan sebagai bahan minum orang-orang yang berziarah di Kakbah. Air Zam-Zam bermula dari kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail Alaihissalam kecil. Pada masa lalu, saat kesucian Masjidil Haram tercemari oleh kemusyrikan satu kabilah bernama Jurhum, sumur air zamzam itu pernah kering dan perlahan sumurnya tertutup. Sumur zamzam pun hilang selama beberapa abad lamanya. Hingga pada suatu malam, kakek Rasulullah, Abdul Muthalib, bermimpi didatangi suara gaib yang menyuruhnya menggali sumur zamzam kembali. Paginya, Abdul Muthalib menggali sumur tersebut dan mengalirlah air zamzam itu kembali Air zam-zam mempunyai keistimewaan dan keberkatan, diantaranya bisa menyembuhkan penyakit, menghilangkan dahaga serta mengenyangkan perut yang lapar. Keistimewaan dan keberkatan itu di sebut dalam sepotong hadith Nabi yang bermaksud:, ” Dari Ibnu Abbas r.a. katanya, Rasulullah s.a.w bersabda: “sebaik-baik air di muka bumi ialah air zam-zam, ia merupakan makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit “. Riwayat – At Tabrani dan Ibnu Hibban.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al Maa’idah (5) : 6, tentang tuntunan Wudhu sebelum Shalat. “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

Dalam surat yang lain, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang Air sebagai sumber kehidupan.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Surat Al-Baqarah (2):164)

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (Surat Al An’aam (6): 99)

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.” (Surat Yunus (10): 24)

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.” (Surat Ibrahim (14): 32)

Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.” (Surat An-Nahl (16): 10)

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Surat An-Nahl (16): 11)

Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).” (Surat An-Nahl (16): 65)

Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.” (Surat Thaahaa (20): 53)

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Surat Al Anbiyaa’ (21): 30)

Dan masih banyak ayat lain yang menjelaskan air sebagai sumber kehidupan. Dan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam sendiri dalam kesehariannya tidak pernah boros atau israf. Perbuatan boros tidak dicintai Allah, termasuk dalam berwudhu, Nabi saw sendiri memberi contoh hemat dalam bersuci, beliau mandi dengan satu sha` (±2,75 liter), jika mandi dengan satu sha` berarti wudhu kurang dari itu sekitar satu mud (±0,688 liter). Di samping itu boros air termasuk melampui batas dalam bersuci yang dilarang. Dari Abdullah bin Mughaffal berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Akan ada orang-orang dari umat ini yang melampui batas dalam berwudhu dan berdoa.” (HR. Abu Dawud dengan sanad –menurut al-Arnauth- yang kuat).

Demikian juga berlebih-lebihan dengan membasuh anggota wudhu lebih dari tiga kali dan melampui batas seperti membasuh kedua tangan sampai ke bahu atau kedua kaki sampai betis bahkan lutut. Dari Amru bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya bahwa seorang Arab pedalaman datang bertanya kepada Nabi saw tentang wudhu. Nabi saw menunjukkan wudhu tiga kali-tiga kali, kemudian bersabda, “Begitulah wudhu, barangsiapa menambah dari itu maka dia telah berbuat buruk dan melampui batas.” Hadits ini menetapkan bahwa membasuh anggota wudhu lebih dari tiga adalah buruk dan melampui batas. Begitu pula membasuh melebihi batasan yang telah ditentukan seperti membasuh tangan sampai bahu bahkan mungkin sampai pundak.

Wallahu‘alam.

Sumber gambar:

http://id.wikipedia.org/wiki/Air

http://www.airminum-indonesia.com/wp-content/uploads/2011/09/air_minum.jpg

http://jateng.tribunnews.com/foto/bank/images/Air_Bersih.jpg

http://annahl.lk.ipb.ac.id

Sumber inspirasi tulisan:

http://id.wikipedia.org/wiki/Air

http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2011/07/24/sejarah-aqua/

http://foswannu.blogspot.com/2011/11/beribadah-dengan-menghargai-air.html

http://djogjaq.wordpress.com/fiqih-2/fiqih-ibadah/kesalahan-kesalahan-dalam-wudhu/

http://www.pdmbontang.com

http://almanhaj.or.id/content/2581/slash/0

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: