Penggunaan Stacked Balloon pada SolidWorks

Untuk beberapa kasus pembuatan gambar susun, ada kalanya balon untuk memberi tanda pada part tidak cukup diletakkan di sekitar gambar susun. Oleh karena itu, penggunaan balon nomor tunggal dapat diganti dengan balon nomor ganda atau stacked balloon. Pada software SolidWorks, kita dapat menggunakan menu balloon, auto balloon, dan stacked balloon untuk menampilkan balon nomor. Salah satu cara untuk mengetahui apakah kita membutuhkan menu stacked balloon adalah dengan menggunakan menu auto balloon. Jika ada part yang tidak tampil nomor partnya di balon nomor yang tampil, maka kita perlu memakai menu explode view pada gambar susun. Dan jika dengan itu, letak balon di sekitar gambar susun sudah terlalu penuh, maka kita juga menggunakan menu stacked balloon. Pada penjelasan berikutnya, akan ditampilkan letak pemilihan menu balloon, auto balloon, dan stacked balloon.

1. Membuat contoh assembly

Sebelum kita membuat drawing gambar susun, kita buat assembly dari beberapa part. Dari ilustrasi di atas, profil part dari sisi kanan selalu sama dengan panjang masing-masing part searah x sama. Part dalam bagian bawah diberi nama “PR112”, part dalam bagian atas diberi nama “PR111” dan part luar diberi nama “PR113”.

2. Memulai drawing dari assembly yang sudah dibuat

Untuk memulai drawing dari assembly yang dibuat di awal, pilih menu “File”, lalu klik “Make Drawing from Assembly”. Letakkan gambar isometris di tengah-tengah lembar drawing secara proporsional, atur skala gambar isometris.

3. Memberi Balon

Pilihan memberi balon pada gambar susun ada tiga, balloon untuk pemberian satu balon tiap part secara manual, auto ballon untuk memberi balon otomatis pada gambar assembly untuk semua part yang tampak pada pandangan model yang digunakan, dan stacked balloon untuk memberi balon ganda. Dari ilustrasi di atas, kita dapat memberikan balon dengan memilih “Insert” di menu utama, kemudian pilih menu “Annotation”, kemudian pilih salah satu menu untuk memasukkan balon tersebut, antara “Balloon”, “Auto Balloon”, atau “Stacked Balloon”. Untuk kali ini, kita pilih menu “Stacked Balloon”. Setelah kita pilih menu tersebut, maka akan tampil di sisi kiri, properties dari “Stacked Balloon”. Seperti ilustrasi di bawah ini.

4. Membuat Stacked Balloon Cara Praktis

Untuk memulai membuat balon nomor pertama di “stacked balloon”, kita klik salah satu rusuk atau “edge” dari salah satu part. Pemilihan rusuk agar tampil tanda anak panah di ujung balon nomor. Ilustrasinya di bawah ini, memilih rusuk part luar sisi belakang.

Untuk menambah balon untuk part yang lain, kita klik langsung pada part yang akan diberi nomor. Urutan nomor pada “stacked balloon” tergantung dari urutan pemilihan part yang diberi nomor tersebut. Berikut ilustrasi pemilihan part sekaligus penambahan balon di stacked balloon. Pemilihan part dalam bagian atas.

Pemilihan part dalam bagian bawah.

Pemilihan part luar sisi depan.

Akan terlihat dua balon dengan nomor yang sama. Hal ini karena part luar sisi belakang dan part luar sisi depan berasal dari part yang sama. Satu part memiliki part number satu. Untuk membuktikannya, kita buat tabel “Bill Of Material“, seperti ilustrasi berikut.

Agar tidak ada balon di stacked balloon yang sama, kita hapus salah satu balon dengan nomor yang sama.

Dengan mengklik salah satu balon di stacked balloon tadi, kita dapat mengetahui part mana yang mendapat nomor balon tersebut. Semisal kita klik balon dengan nomor 1, kita akan melihat ada point pada gambar assembly yang menunjukkan part yang mendapat nomor 1. Ilustrasinya sebagai berikut.

Cara ini adalah cara praktis dalam membuat balon ganda, yaitu dengan menggunakan menu “Stacked Balloon”.

5. Membuat Stacked Balloon Cara Manual

Namun ada kalanya, karena kebiasaan atau memang tidak tahu, designer menggunakan cara manual alias “kuno” untuk membuat balon nomor ganda, yaitu dengan menggunakan menu “Balloon”. Klik salah satu rusuk setelah memilih menu “Balloon”, lalu klik sembarang di sekitar gambar assembly agar memperoleh “balon kosong”.

Edit balon kosong dengan mengubah tipe isian balon dari “Item Number” menjadi “Text”, di sisi properties “Balloon”.

Kemudian isi balon kosong dengan nomor 2.

Isi juga balon lain yang masih kosong dengan nomor. Kemudian saling hubungan balon sehingga miripstacked balloon.

Saya tidak menyarankan cara ini, melainkan menggunakan menu “Stacked Balloon”, atau cara nomor 4.

.

Silakan mencoba. Untuk mengetahui lebih detail, silakan download part, assembly dan drawing-nya (yang digunakan dalam ilustrasi) di link ziddu saya ini (http://www.ziddu.com/download/19104846/PercobaanStackedBalloon.zip.html).

Sumber gambar: http://www.razorleaf.com/

Kata Kunci: SolidWorks, SolidWorks Tutorial, Tutorial SolidWorks, SolidWorks Indonesia, Balloon SolidWorks, Stacked Balloon, SolidWorks 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: