Pekerjaan Ideal Seorang Idealis

Setiap kita mempunyai visi dan mimpi tentang pekerjaan yang ideal. Bahkan mungkin bagi kita yang sudah kerja sekalipun, kita masih menyimpan keinginan untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Tetapi tetap saja ideal bagi satu orang berbeda dengan orang lain. Namun ada seorang Idealis mengungkapkan pendapatnya tentang pekerjaan yang ideal menurutnya. Baginya, bekerja adalah sebuah pilihan hidup yang harus dipilih dengan memperhatikan mimpi dan cita-citanya. Dia mempunyai tiga tipe pekerjaan yang dianggap ideal, dan pekerjaan steady-nya akan dia ambil satu atau beberapa di antara ketiga pilihannya tersebut.

Menjadi Buruh Mahal

Pilihan pertamanya adalah menjadi buruh mahal. Maksudnya menjadi buruh dengan gaji tinggi. Baginya karir pada pilihan ini bukan menjadi prioritas, namun tetap diperjuangkan. Alasannya, menjadi supervisor, manager, asisten direktur, atau direktur tetap saja dia menjadi bawahan. Dia akan diperintah atau mendapat instruksi dari atasannya. Jadi, tidak masalah menjadi bawahan, di mana pun jabatannya, yang penting gaji besar.

Menjadi Pelayan Masyarakat

Pilihan keduanya adalah menjadi “pelayan” masyarakat. Menurutnya, tidak masalah gaji kecil tetapi pekerjaannya bisa memberi manfaat bagi orang banyak. Tentunya disesuaikan dengan kapasitas pribadi. Jika dia lulusan sarjana, mendapat pekerjaan yang sesuai. Salah satu pekerjaan “pelayan” yang dia anggap ideal adalah tenaga pendidik. Baginya, tenaga pendidik adalah pekerjaan yang paling baik karena dapat turut andil mencerdaskan kehidupan bangsa (katanya). Selain itu, peluang dan apresiasi untuk menempuh studi lanjut lebih baik jika menjadi tenaga pendidik.

Menjadi Pengusaha

Pilihan ketiga adalah menjadi pengusaha. Menurutnya, menjadi pengusaha dapat memperluas lapangan kerja. Selain itu kelangsungan usaha sepenuhnya di tangan pemilik usaha, yang artinya dia tidak mempunyai atasan yang mengatur pekerjaannya. Jadi, ingin berpenghasilan sangat besar atau membuat usaha bangkrut, sepenuhnya di tangan pengusaha.

Cita-Cita Idealis

Dari sekian pilihan pekerjaan tersebut, mana yang dia pilih. Keinginannya untuk bisa meneruskan studi di S2 dan S3, sepertinya membuatnya memilih pilihan kedua atau ketiga. Karena bagi si Idealis, sukses adalah kehidupan yang bisa memberikan sebanyak-banyaknya manfaat, baik itu mencerdaskan maupun memberikan penghasilan, bagi orang lain. Selain itu, bisa mencerdaskan, memberi ilmu bermanfaat, dan sedekah jariyah akan menjadi amal kebaikan yang tidak terputus bahkan setelah mati, imbuhnya.

Semoga Allah memberkahi kehidupan si Idealis, juga tercapai cita-cita dan pekerjaan idealnya. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: