Bekerja Dengan Hati

Dalam suatu forum, manager HRD dan owner  sebuah perusahaan mengatakan atau menghimbau para pekerjanya untuk bekerja dengan hati dan passion dalam setiap aktivitasnya. Anehnya dua kata ini, hati dan passion berulang kali dikatakan untuk ajakan atau himbauan yang sama di kesempatan lain sebelumnya. Apakah berbeda antara keduanya. Terus terang sebelum mulai bekerja atau aktif kuliah, saya lebih familiar dengan istilah passion daripada hati. Terlepas dari perspektif tiap orang tentang apa itu bekerja dengan hati dan passion, saya punya pemahaman tersendiri tentang keduanya.

Bekerja Di Masa Muda

Di umur yang relatif lebih muda dan fresh, para lulusan perguruan tinggi memiliki banyak pilihan untuk menentukan pekerjaan yang akan dijalaninya. Bahkan bisa dikatakan tidak semua motivasi kerja di awal kelulusan mereka sama, ada yang ingin mencari pengalaman dahulu, ada juga yang ingin langsung berkarir. Namun jelas yang membedakan jobseeker muda ini dengan jobseeker yang “berumur” adalah idealisme dalam memilih pekerjaan. Idealisme ini tidak terlepas dari hasrat alias passion dari tiap anak muda ini jika nanti mereka akan menjalani pekerjaan mereka. Passion dapat dilihat dari keahlian atau kegemaran yang dimiliki. Oleh karena itu, bekerja di masa muda harus benar-benar dilakukan dengan passion.

Bekerja Di Masa Tua

Tua yang saya maksud adalah umur seseorang yang sudah tidak memungkinkan untuk berpindah pekerjaan lagi. Jika kita memperhatikan beberapa lowongan pekerjaan, kebanyakan dari perusahaan mematok umur pelamar dengan range atau dengan batasan umur maksimal. Bagi saya, tua di sini adalah batasan umur maksimal tersebut. Dalam keadaan seperti ini, seseorang senderung tidak terlalu memperhatikan passion atau hasratnya terhadap pekerjaan karena mereka benar-benar dituntut untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja apapun pekerjaan itu. Jadi, dengan begitu terlihat yang mana bekerja denganpassion atau tidak.

Bekerja Dengan Hati

Bagi saya, bekerja dengan hati adalah bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab, semangat hingga pekerjaan dapat selesai dengan hasil yang baik. Bekerja dengan hati adalah generalisasi dari bekerja dengan passion. Artinya bekerja dengan passion pasti bekerja dengan hati, tetapi bekerja dengan hati belum tentu disertai dengan passion. Masih ingat dengan bekerja di masa muda dan masa tua. Jadi, bekerja dengan hati lebih terkait dengan motivasi seseorang untuk bekerja. Salah satu contoh yang sederhana, seorang laki-laki dapat bekerja dengan baik di tempat kerja yang tidak begitu disukainya karena di tempat kerja tersebut ada wanita cantik yang disukainya. Laki-laki bekerja dengan hati dengan motivasi wanita cantik tersebut. Terlepas dari dia ingin dilihat hebat oleh si wanita cantik karena dapat menyelesaikan semua tugas dengan baik, atau tidak. Sedang passion yang dimaksud adalah hasrat atau kegemaran terhadap semua aktifitas dalam pekerjaan, bukan hal lain di luar pekerjaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: