Sahabatmu (Tak Terabaikan)

Sahabatmu tak pernah mengabaikanmu. Ia akan selalu senang bersamamu. Ia bisa memahamimu meski perkataanmu terbata-bata dan samar tak bermakna. Ia akan menjadi bibirmu yang bisa kau percaya perkataannya. Ia bisa menjadi kaki yang menjadi penuntun yang menemanimu.

Sahabatmu tak pernah membiarkanmu. Ia akan mengulurkan tangannya ketika kau jatuh. Ia akan memberikan punggungnya yang hangat untuk membawamu pergi bersamanya. Meski berat badanmu menjadi peluh tak berkeluh baginya. Meski kaki lelah menyusuri panasnya batu terkena terik matahari. Ia akan meraih pundak dan menenangkan kegalauan hatimu.

Sahabatmu tak pernah membebanimu. Meski kau anggap janji-janjimu padanya sebagai angin yang sekedar berlalu, tetapi tetap berkesan baginya. Meskipun itu menjadi beban hidupnya, dan kau tak mengingatnya. Ia akan tetap menjaganya karena prinsip-prinsip hidupnya. Manusia sejati memegang teguh apa yang telah dikatakannya.

Continue reading

SEJARAH APRIL MOP

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Continue reading