MeSin ITS

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Sebelum menyajikan profil jurusan Teknik Mesin ITS, ada baiknya kita lebih mengenal ITS. Karena banyak orang yang kurang mengenal ITS, bahkan ada yang salah mengucapkan kepanjangannya.

ITS. Bukan Institut Teknologi Surabaya tapi Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Mengenai profil ITS secara detail dapat diakses lewat website ITS, http://www.its.ac.id. Di page ini, menyajikan rekam jejak perjalanan ITS sejak berdirinya.

Ide Awal PII (1954)

Dalam Konferensinya di Bogor, PII (Persatuan Insinyur Indonesia) mencuatkan keinginan untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi teknik di Surabaya. Keinginan ini mendorong perguruan-perguruan tinggi teknik di Bandung dan Yogyakarta melakukan konsolidasi. Sejalan dengan itu, kira-kira 60 insinyur -anggota PII cabang Jatim- juga berinisiatif mendirikan Akademi Pendidikan Teknik di Surabaya.

ITS Swasta 2 Jurusan (1957)

Saat PII Cabang Jawa Timur mengadakan lustrum pertama, kembali gagasan PT di Surabaya dilontarkan. Sebagai hasilnya, dr. Angka Nitisastro, seorang dokter umum, bersama dengan insinyur-insinyur PII cabang Jawa Timur memutuskan untuk mewujudkan berdirinya sebuah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT). Pendirian yayasan tersebut didasari alasan-alasan antara lain :

• Pemanfaatan kekayaan alam Indonesia yang melimpah belum optimal.

• Kebutuhan tenaga insinyur untuk melaksanakan program-program pembangunan dan industri di dalam negeri sangat tinggi (sekitar 7000 orang).

• Jumlah insinyur di dalam negri dibanding dengan di negara maju maupun negara berkembang lainnya masih sangat sedikit.

Baru tanggal 17 Agustus 1957, secara resmi berdiri Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) yang diketuai oleh dr. Angka Nitisastro. Yayasan tersebut dibentuk sebagai wadah untuk memikirkan tindakan-tindakan lebih lanjut, dan untuk memperbincangkan sedalam-dalamnya segala konsekuensi yang berkaitan dengan pendirian sebuah perguruan tinggi. Semua ini dalam rangka membulatkan tekad dalam mendirikan Perguruan Tinggi Teknik di Surabaya. Tiga bulan kemudian, tepatnya 10 Nopember 1957, YPTT berhasil mendirikan Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya yang diresmikan oleh presiden Ir. Soekarno. Saat itu perguruan tinggi ini hanya memiliki dua jurusan yaitu : (1) Jurusan Teknik Sipil, dan (2) Jurusan Teknik Mesin.

ITS Negeri 5 Jurusan (1960-1961)

Setelah beberapa tahun dirintis oleh tokoh-tokoh dari YPTT, Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya ini di-negeri-kan menjadi Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, no. 9336/UU, 3 Nopember 1960). Nama ini kemudian diubah menjadi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) (SK Menteri P & K, no. 101250/UU, 3 Desember 1960). Selain ditetapkan bahwa ITS secara formal sebagai perguruan tinggi (SK Menteri no. 72 th. 1961), juga ditetapkan bahwa Dies Natalis ITS jatuh pada tanggal 10 Nopember (peraturan pemerintah No. 9, 1961, per 23 Maret 1961). Setelah keputusan itu, ITS berkembang dari dua menjadi lima jurusan, yaitu Jurusan: (1) Teknik Sipil, (2) Teknik Elektro, (3) Teknik Mesin, (4) Teknik Perkapalan, dan (5) Teknik Kimia. Jurusan- jurusan tersebut kemudian berubah menjadi fakultas.

ITS Terpencar (1965)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka dua fakultas baru, yaitu: (1) Fakultas Teknik Arsitektur, dan (2) Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (SK Menteri No. 72, 1965). Sejak saat itu, ITS mempunyai tujuh fakultas yang tersebar di berbagai lokasi, yaitu : (a) Jl. Simpang Dukuh 11, (b) Jl. Ketabang Kali 2F, (c) Jl. Baliwerti 119-121, dan (d) Jl. Basuki Rahmat 84, serta (e) Jl. Kalisari 84, kedua-terakhir sebagai kantor pusat ITS.

Mengintegrasikan Laboratorium

Sampai tahun 1966 Fakultas Teknik Mesin bertempat di Jl. Kalisari 84. Praktikum diadakan di perusahaan-perusahaan seperti di PNKA, PN BISMA, BARATA dan lain-lain. Pada tahun 1967-1973 Fakultas Teknik Mesin ITS mendapat bantuan dari PEPELRADA berupa tempat kuliah di Jl. Baliwerti 119 – 121. Melalui anggaran DIP & DIK yang lebih teratur, perkuliahan dan praktikum dapat dilaksanakan di lingkungan ITS sendiri, meskipun dengan alat-alat yang sederhana. Laboratorium yang sudah ada, waktu itu, adalah (a) Lab. Pompa dan turbin, (b) Lab. Tekmek, (c) Metrologi, dan (d) Ruang Gambar.

1972

Fakultas Teknik Sipil pindah ke Jl. Manyar 8, sehingga ITS semakin terpencar. Kemudian pada akhir 1975, Fakultas Teknik Arsitektur pindah ke kampus baru di Jl. Cokroaminoto 12A. Demikian pula pada tahun 1973 kantor pusat ITS pindah ke alamat yang sama. Pada tahun yang sama disusunlah rencana induk pengembangan jangka panjang (20 tahun) sebagai pedoman pengembangan ITS selanjutnya. Rencana Induk Pengembangan ITS ini menarik perhatian Asian Development Bank (ADB) yang kemudian menawarkan dana pinjaman sebesar US $ 25 juta untuk pengembangan empat fakultas, yaitu : Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Teknik Elektro, dan Fakultas Teknik Kimia.

ADB Untuk Laboratorium Mesin

Pada tahun 1973 hingga 1981, dengan bantuan Asian Development Bank (ADB), Fakultas Teknik Mesin ITS dikembangkan, yang meliputi pembangunan gedung, laboratorium dan peralatannya.

ITS Sukolilo (1977)

Dana ADB tersebut sebagian digunakan untuk membangun Kampus ITS Sukolilo Tahap I (khusus bagi empat fakultas di depan). Kampus ini sebagian diselesai pada tahun 1981, dan diresmikan penggunaannya pada 27 Maret 1982. Tahun 1978-1986, ITS juga memperoleh dana hibah dari Pemerintah Jerman/GTZ untuk pengembangan Fakultas Teknik Perkapalan.

ITS 5 Fakultas (1983)

ITS mengalami perubahan struktur organisasi menjadi hanya 5 fakultas saja, yaitu Fakultas: (1) Teknik Industri, (2) Teknik Perkapalan, (3) Teknik Sipil dan Perencanaan, (4) Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan (5) Fakultas Non Gelar Teknologi (Program-Program Non Gelar). Perubahan ini diberlakukan bagi seluruh universitas atau institut (Peraturan Pemerintah No. 5 th.1980, Peraturan Pemerintah No. 27 th.1981, dan Keputusan Presiden No. 58 th.1982).

Mesin Melebur ke FTI

Pada tahun 1983, Fakultas Teknik Mesin dilebur ke dalam Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan berubah menjadi Jurusan Teknik Mesin.

Bantuan Studi Lanjut

Melalui bantuan yang ada, pada tahun 1984, staf pengajar Jurusan Teknik Mesin mendapat kesempatan untuk mencapai gelar akademik yang lebih tinggi di luar negeri.

ITS Laboratorium (1984-1985)

Melalui Peningkatan Anggaran Pendidikan, bantuan ADB, serta bantuan dan kerjasama UECF-Jepang, perkembangan ITS lebih terasa. Peralatan laboratorium menjadi semakin lengkap, dan staf pengajar ITS berkesempatan untuk studi lanjut.

Jurusan Teknik Industri ITS.

Seiring dengan perkembangan keragaman kurikulum, pada tahun 1985, Jurusan Teknik Mesin menyelenggarakan Program Studi Teknik Industri yang akhirnya menjadi Jurusan Teknik Industri. Jurusan ini merupakan pengembangan dari Manajemen Industri.

ITS 4 Fakultas (1991)

Perubahan terjadi lagi pada struktur organisasi ITS. Jumlah fakultas berubah menjadi 4, yaitu Fakultas: (1) Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), (2) Fakultas Teknologi Industri (FTI), (3) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan (4) Fakultas Teknologi Kelautan (FTK). Sedangkan jurusan-jurusan yang ada di Fakultas Non Gelar Teknologi diintegrasikan ke fakultas-fakultas sejenis di FTI dan FTSP. Selain itu, organisasi ITS juga bertambah oleh 2 politeknik, yaitu: Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Teknologi Kelautan ITS (1994-2000)

Kembali ITS memperoleh dana pinjaman ADB sebesar US $ 47 juta untuk pengembangan semua fakultas dengan fokus pada teknologi kelautan. Program ini selesai pada April 2000.

Jurusan Teknik Material dan Metalurgi ITS

Pada tahun 1999, berdiri program studi baru, Program Studi Teknik Material, yang merupakan pecahan dari Bidang Studi Metalurgi. Program ini akhirnya menjadi Jurusan Teknik Material.

ITS 5 Fakultas (2001)

ITS kembali membentuk fakultas baru, yaitu Fakultas Teknologi Informasi (FTIF) dengan 2 jurusan/program studi : Jurusan Teknik Informatika, dan Program Studi Sistem Informasi (SK Rektor, 14 Juni 2001).

Komposisi Jurusan Teknik Mesin ITS

Sampai saat ini, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS melingkupi Program: S1 Reguler, S1 Ekstension, Pasca Sarjana S2, Program Studi D3. Sedangkan bidang studi S1 Teknik Mesin meliputi: (a) Konversi Energi, (b) Teknik Produksi, (c) Desain, dan (d) Metalurgi.

Jurusan Teknik Mesin ITS

Filosofi

Jurusan Teknik Mesin mempunyai semboyan kebanggaan yaitu über Alles, yang diambil dari Bahasa Jerman yang berarti “di atas segalanya”. Bagi masyarakat Mesin bermakna rasa kebanggaan sebagai anggota keluarga besar Teknik Mesin . Dan akan selalu berbuat yang terbaik dan menjadi yang terbaik demi menjunjung tinggi nama Teknik Mesin. Lambang Teknik Mesin ITS sangat khas dan unik yaitu huruf M – rotari berwarna merah yang tidak terputus dan bila huruf tersebut diputar 180 derajat akan tetap terbaca M. Lambang tersebut menggambarkan suatu dinamika yang berkesinambungan dan berlanjut, dan warna merah darah merupakan bukti bahwa masyarakat Mesin mempunyai keberanian yang tinggi dalam berkarya. Dan menghadapi tantangan serta perasaan sedarah, sebagai keluarga besar Teknik Mesin ITS.

Misi Dasar

“Menghasilkan lulusan dengan kualitas tinggi yang mempunyai kemampuan untuk beraksi sebagai agen pengembangan industri dengan pengoptimalan dan perbaikan sistem pendidikan dan manajemen”

How To Get The Mission?

Jurusan Teknik Mesin ITS bertekad untuk memperkuat sumber daya manusianya. Sumber daya manusia memberikan kecerdasan institusi dan menentukan reputasi serta tenaga hidup bagi institusi. Keterlibatan dan kerja tim adalah faktor nilai manusia yang penting untuk jurusan. Jurusan Teknik Mesin ITS bertekad untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi melalui kegiatan laboratorium yang intensif dan dari pengalaman industri.

Jurusan Teknik mesin ITS bertekad untuk secara kontinyu memperbaiki program sarjana S1, melalui : • Komunikasi yang terus-menerus dengan sekolah – sekolah lain, pusat-pusat penelitian dan pihak industri. • Bekerjasama secara interaktif dengan para praktisi di lapangan dan berhubungan dengan asosiasi tenaga profesional. • Pengoptimalan penggunaan sumber daya di Jurusan seperti para staf akademik, staf administrasi, fasilitas, dana, dan mahasiswa yang masuk. • Jurusan Teknik Mesin ITS bertekad untuk memajukan pusat penelitian penopangnya untuk meyakinkan, mempromosikan, dan memberikan kesempatan bagi pihak industri dan lembaga-lembaga lain untuk membentuk mata rantai dan mengikat diri dalam hubungan aktifitas keilmuan dan bisnis. • Jurusan Teknik Mesin ITS bertekad untuk melaksnakan program yang berkualitas dan mencapai kemajuan di lapangan ilmu pengetahuan, budaya dan kesejahteraan sosial.

Tujuan Pendidikan

(A) Menguasai ilmu pengetahuan dasar dari prinsip – prinsip keilmuan.

(B) Memahami metode – metode teknik dan kompetisinya dalam aplikasi,menyangkut : (1) Pengetahuan terhadap faktor-faktor interaksi dalam proses dan sistem. (2) Kemampuan untuk mengaplikasikan prinsip- prinsip dasar terhadap situasi baru. (3) Keahlian dalam membuat prakiraan dan dalam memilih pendekatan terhadap permasalahan. (4) Kemampuan untuk membuat penilaian teknik yang berintuisi. (5) Memiliki kemampuan berfikir yang panjang dan keaslian dalam merencanakan suatu peralatan bagi suatu tujuan yang telah ditentukan. (6) Pemahaman akan elemen biaya dan kemampuan untuk berurusan dengan hal tersebut sama cakapnya dengan faktor – faktor teknologi.

(C) Mampu untuk memilih keputusan penting dalam masalah teknik dan mempresentasikan dengan jelas dan tepat.

(D) Tertarik secara terus – menerus dalam pengembangan profesi yang lebih jauh.

(E) Mampu untuk menghadapi perubahan teknologi yang cepat, saat ia harus belajar lagi fakta – fakta bahkan prinsip secara cepat dan efektif.

(F) Pengenalan terhadap perubahan kebutuhan masyarakat di negeri kita.

(G) Pengertian bahwa pendidikan teknik adalah disiplin ilmu seumur hidup.

(H) Kualitas kewirausahaan.

S1 Teknik Mesin ITS

Tujuan program pendidikan S-1 Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS adalah membentuk Sarjana Teknik yang menguasai dasar-dasar (basic) dari hakekat ilmu teknik pemesinan secara umum maupun secara khusus. Membentuk kemampuan berfikir secara kreatif dan kritis sehingga mereka mampu belajar terus menerus secara mandiri untuk selalu dapat mengikuti perkembangan bidang keahlian tersebut dalam rangka menumbuhkan daya adaptasi yang besar terhadap tuntutan lingkungannya.

Program pendidikan S-1 sebanyak 144 SKS yang dijadwalkan dalam 8 (delapan) semester, terdiri dari dua tahap yaitu :

Tahap Persiapan

semua mahasiswa Jurusan Teknik Mesin wajib mengambil mata kuliah – mata kuliah yang sama sebanyak 36 SKS, yang dijadwalkan dalam 2 (dua) semester.

Tahap Sarjana

semua mahasiswa Jurusan Teknik Mesin wajib mengambil mata kuliah – mata kuliah yang sama sebanyak 108 SKS, yang dijadwalkan dalam 6 (enam) semester diantaranya terdiri dari 22 SKS kelompok mata kuliah keahlian, laboratorium keahlian dan tugas akhir dari bidang studi yang dipilih

Bidang Studi meliputi :

1. Konversi Energi

2. Desain

3. Teknik Manufaktur

4. Metalurgi

Prestasi

Pada Tahun 1997, Jurusan Teknik Mesin ITS berhasil mendapat predikat Jurusan Teknik Mesin terbaik se Indonesia, hal ini berdasarkan hasil penilaian BAN (Badan Akreditasi Nasional) yang menyatakan bahwa Teknik Mesin ITS berada pada grade A dengan skor 642,7.

Disamping itu sejak tahun 1999 Jurusan Teknik Mesin mendapat dana bantuan World Bank untuk menjalankan proyek QUE (Quality for Undergraduate Education) selama 5 tahun. Demikian juga prestasi yang serupa juga diperoleh oleh program studi D3 mesin, yaitu TPSDP (Technological and Professional Skills Development Sector Project – Batch I). Project ini dijadwalkan pelaksanaannya mulai Oktober 2001 selama 4 tahun dan didanai oleh Dirjen Dikti dengan bantuan ADB.

Prestasi tersebut ditunjang oleh adanya sarana dan prasarana yang lengkap, seperti : Textbook dengan standar Internasional, Rasio dosen lulusan Luar negeri yang tinggi, Kurikulum standar Internasional, Peralatan dan mesin-mesin laboratorium yang lengkap, Fasilitas mahasiswa yang memadai, Rasio fresh graduate dengan IP tinggi yang besar.

Dari data-data Policy Study yaitu lewat program yang bertema “Tracer Study Alumni Jurusan Teknik Mesin” yang dilakukan sejak tahun 1999, maka waktu tunggu lulusan teknik mesin untuk bekerja sebagian besar adalah sekitar 3 bulan. Hal ini berarti, bahwa Kurikulum serta Silabus Jurusan Teknik Mesin sesuai dengan kebutuhan industri atau pasar. Walaupun demikian, Jurusan Teknik Mesin masih perlu melakukan perbaikan kurikulum, seperti menambah materi Bahasa Inggris dan Manajemen, sehingga waktu tunggu lulusan teknik mesin dapat dipersingkat dan penyerapan tenaga lulusan makin besar. Sesuai dengan hasil tracer study diatas beberapa soft skills yang perlu ditambahkan diluar kurikuler adalah masalah Manajemen serta Bahasa Inggris. Disamping prestasi-prestasi di atas Jurusan Teknik Mesin setiap tahun akademik mengumumkan Mahasiswa Berprestasi Terbaik.

Laboratorium Teknik Mesin ITS

Laboratorium di jurusan Teknik Mesin ITS, secara garis besar, terdiri dari…

Laboratorium Bidang Desain (solid mechanics, automotive, vibration dynamics systems, hydraulic and pneumatic, hydraulic power, hydraulic lubrication, noise and vibration, critical shaft, balancing machine)

Laboratorium Bidang Konversi Energi (fuel and combustion, heat transfer and applied thermodynamics, fluid mechanics and fluid machinery)

Laboratorium Bidang Metalurgi (relation between mechanical and physical metallurgy, mechanical metallurgy, physical metallurgy)

Laboratorium Bidang Teknik Manufaktur (CNC laboratory, metrology and dimension calibration, Manufacturing system and control, machine tool and vibration)

Laboratorium Computer Aided Engineering (CAE)

Laboratorium Komputer

Laboratorium Studio Gambar

Laboratorium Otomosi Industri

Kurikulum Teknik Mesin ITS Tahun Akademik 2009-2014

Semester 1

Pendidikan Agama (2 SKS), Bahasa Indonesia (2 SKS), Bahasa Inggris (2 SKS), Kimia (3 SKS), Kalkulus (3 SKS), Fisika Dasar 1 (3 SKS), Pengantar Teknik Mesin (3 SKS).

Semester 2

Program Komputer & Pengantar Teknologi Informasi dan Komunikasi (3 SKS), Statika (3 SKS), Menggambar Mesin (3 SKS), Kewarganegaraan (2 SKS), Kalkulus 2 (3 SKS), Fisika Dasar 2 (4 SKS).

Semester 3

Matematika Rekayasa 1 (3 SKS), Termodinamika 1 (3 SKS), Mekanika Fluida Dasar 1 (2 SKS), Mekanika Kekuatan Material (3 SKS), Kinematika Mekanisme (3 SKS),

Pengetahuan Bahan Teknik (3 SKS), Teknik Tenaga Listrik (2 SKS).

Semester 4

Matematika Rekayasa 2 (2 SKS), Termodinamika 2 (2 SKS), Mekanika Fluida Dasar 2 (3 SKS), Proses Manufaktur 1 (3 SKS), Elemen Mesin 1 ( 3 SKS), Dinamika Teknik (3 SKS), Metalurgi (3 SKS).

Semester 5

Perpindahan Panas (4 SKS), Statistika (3 SKS), Mekanika Getaran (3 SKS), Proses Manufaktur 2 (3 SKS), Elemen Mesin 2 (3 SKS), Analisa Numerik (3 SKS).

Semester 6

Mesin Konversi Energi (3 SKS), Perencanaan Eksperimen (2 SKS), Sistem Dinamik &Pengendalian (4 SKS), Pengukuran Teknik (3 SKS), Perencanaan Elemen Mesin (2 SKS), Pilihan 1 (3 SKS).

Semester 7

Teknik & Manajemen Perawatan (3 SKS), Pilihan 2 (3 SKS), Pilihan 3 (3 SKS), Riset Operasional (2 SKS), Mekatronika (4 SKS), Proposal Tugas Akhir (2 SKS).

Semester 8

Pengantar Ilmu Lingkungan (2 SKS), Pilihan 4 (3 SKS), Ekonomi Teknik & Studi Kelayakan (2 SKS), Kerja Praktek (2 SKS), Manajemen Operasi & Technopreneurship (3 SKS), Tugas Akhir (5 SKS).

Mata Kuliah Pilihan Bidang Studi Desain (Semua 3 SKS)

Metode Matriks Untuk Analisa Struktur, Kekuatan Material Lanjut, Getaran Sistem Mekanikal, Pesawat Pemindah Bahan, Metode Elemen Hingga, Sistem Kontrol Hidrodinamika dan Pneumatika, CAD / CAM, Robotika, Konstruksi dan Stabilitas Kendaraan, Teori Keandalan, Analisa Plat dan Shell, Metode Komputasi dan Sintesa Untuk Mekanisme, Tribology dan Teori Gesek Pada Permesinan, Analisa Tegangan Eksperimen, Optimasi Perancangan dan Proses, Topik Khusus Desain.

Mata Kuliah Pilihan Bidang Studi Konversi Energi (Semua 3 SKS)

Mekanika Fluida, Pompa, Kompresor dan Turbin Air, Motor Pembakaran Dalam, Teknik Pendingin, Teknik Pengkondisian Udara, Teknologi Maintenance, Sistem Pembangkit Uap dan Turbin, Energi Surya, Menejemen dan Ekonomi Energi, Metode Komputasi Fluida, Sistem Tenaga Hidrolika dan Pneumatika, Pencemaran Udara, Aerodinamika, T P B B, Perpindahan Massa dan Panas, Sistem Pembangkit Daya Air, Topik Khusus Konversi Energi.

Mata Kuliah Pilihan Bidang Studi Teknik Manufaktur (Semua 3 SKS)

Perancangan Mesin Perkakas, Proses Permesinan CNC, Mould Design, Sistem Manufaktur Industri, Proses Pembentukan, Artificial Intelegence, Simulasi Sistem Dinamis, Perancangan Perkakas, Teknik dan Menejemen Perawatan, Menejemen Kualitas Terpadu, Pengembangan Produk, Getaran Mesin Perkakas, Spesifikasi Geometri Produk, Proses Permesinan , Topik Khusus Manufaktur.

Mata Kuliah Pilihan Bidang Studi Metalurgi (Semua 3 SKS)

Teknik Las, Teknik Cor, Perlakuan Panas, Kekuatan Material Lanjut, Proses Pembentukan, Termodinamika Metalurgi, Logam Paduan Industri, Polimer dan Komposit, Pengujian Tak Merusak, Korosi, Mekanika Patahan, Fenomena Transport, Topik Khusus Metalurgi.

Organisasi Kemahasiswaan Jurusan

Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) ITS

Sebuah organisasi struktural dalam Keluarga Mahasiswa Mesin (KMM) yang mempunyai kedudukan sebagai badan eksekutif seperti yang tertuang dalam AD-ART KMM. Anggota HMM adalah seluruh mahasiswa Teknik Mesin S-1 FTI ITS yang telah dinyatakan lulus dari proses kaderisasi awal. Ada tiga peran utama yang nantinya akan diemban oleh HMM. Yang pertama, tentunya sebagai badan eksekutif HMM berperan sebagai pusat koordinasi dari seluruh organisasi mahasiswa yang ada di lingkup internal Teknik Mesin. Baik itu fungsi koordinatifnya terhadap Lembaga / LSM ataupun fungsi instruktifnya terhadap Klub. Yang kedua, HMM berperan sebagai mitra kerja aktif dari Pihak Jurusan Teknik Mesin ITS. Dibutuhkan sebuah pola komunikasi yang terbuka antara kedua belah pihak ini. Diharapkan dengan adanya kolaborasi antara Pihak Jurusan Teknik Mesin ITS dengan HMM akan memberi manfaat bagi seluruh KMM. Yang ketiga, HMM berperan sebagai fasilitator bagi seluruh kegiatan kemahasiswaan KMM yang berkaitan dengan lingkup eksternal maupun lingkup internal Teknik Mesin ITS sendiri.

Lembaga Bengkel Mahasiswa Mesin (LBMM) ITS

Salah satu ormawa yang ada di Jurusan Teknik Mesin bergerak di bidang kemekanikan dan otomotif. Di mana kedua bidang tersebut sangat erat kaitanya dengan minat dan bakat dari Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin. Dengan adanya Lembaga Bengkel Mahasiswa Mesin diharapkan minat dan bakat mahasiswa Jurusan Teknik Mesin mampu terwadahi dan terarahkan.

Lembaga Ash-Shaff

Ash-Shaff adalah Lembaga Swadaya Mahasiswa yang berperan sebagai forum komunikasi civitas akademika muslim Jurusan Teknik Mesin ITS, dimana Lembaga ini bergerak dalam bidang dakwah untuk menjalin ukhuwah islamiyah yang kokoh, membangun intelektual muslim yang berwawasan luas, berkepribadian Islam, serta berpedoman pada Al-Qur’an dan Sunah Rasullulah SAW.

Dimensi

Dimensi merupakan Club yang menampung minat dan bakat mahasiswa mesin dalam bidang jurnalistik serta sebagai media penyalur informasi Teknik Mesin ITS. Sebagai perantaranya adalah majalah Dimensi dan majalah tembok yang diterbitkan secara berkala. Peningkatan skill anggota di bidang jurnalistik dilakukan lewat kegiatan mentoring dan pendelegasian keluar instansi lainnya dalam pelatihan jurnalistik. Club Dimensi juga membina hubungan baik dan bekerjasama dengan Lembaga Pers Mahasiswa luar Teknik Mesin lewat keikutsertaannya menjadi anggota Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI).

Mesin Autosport ITS

Club ini menampung minat dan bakat mahasiswa mesin dalam bidang automotif khususnya sebagai pelaksana teknis (racing comittee) suatu even otomotif.

Mesin Music Club (MMC)

Mesin Music Club adalah sebuah club yang berfungsi sebagai wadah dan penyalur minat dan bakat mahasiswa Teknik Mesin ITS di bidang musik serta sebagai tempat pembelajaran berorganisasi. MMC mempunyai peran sebagai salah satu club yang ikut menyukseskan kegiatan keluarga mahasiswa mesin ITS. MMC mempunyai tujuan turut memajukan perkembangan musik dilingkungan Teknik Mesin ITS.

Mesin English Club (MEC)

Club ini menampung minat dan bakat mahasiswa mesin dalam bidang berbahasa Inggris di Teknik Mesin ITS.

Sumber : Pedoman Umum Ekivalensi Tahun 2009, Informasi dan Orientasi Mahasiswa Baru ITS 2006-2007, dan Buku 50 Tahun Teknik Mesin ITS.

2 Responses

  1. Referensi berharga tentang Logo “M” Mesin ITS dapat dibaca pada tautan berikut:

    http://katamata.wordpress.com/2013/11/15/logo-m-its/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: